Beranda Warta Cerita Kumuh, Tanggung Jawab Siapa?

Kumuh, Tanggung Jawab Siapa?

Cerita Bangka Belitung Bangka Kunjungan PKP Kolaborasi Comments (0) View (416)

Permukiman kumuh merupakan masalah yang dihadapi oleh hampir semua kota-kota besar di Indonesia, bahkan kota-kota besar di negara berkembang lainnya. Telaah tentang permukiman kumuh (slum), pada umumnya mencakup tiga segi, yaitu, pertama, kondisi fisiknya. Kondisi fisik tersebut antara lain tampak dari kondisi bangunannya yang sangat rapat dengan kualitas konstruksi rendah, jaringan jalan tidak berpola dan tidak diperkeras, sanitasi umum dan drainase tidak berfungsi serta sampah belum dikelola dengan baik. Kedua, kondisi sosial ekonomi budaya komunitas yang bermukim di permukiman tersebut.

Kondisi sosial ekonomi masyarakat yang berada di kawasan permukiman kumuh antara lain mencakup tingkat pendapatan rendah, norma sosial yang longgar, budaya kemiskinan yang mewarnai kehidupannya yang antara lain tampak dari sikap dan perilaku yang apatis. Ketiga, dampak oleh kedua kondisi tersebut. Kondisi tersebut sering juga mengakibatkan kondisi kesehatan yang buruk, sumber pencemaran, sumber penyebaran penyakit dan perilaku menyimpang, yang berdampak pada kehidupan keseluruhannya.

Berbicara kekumuhan mungkin takkan ada habisnya. Guna mengetahui suatu kawasan itu tergolong kumuh atau tidak, dapat dilihat dari beberapa indikator. Di antaranya, melihat tingkat kepadatan kawasan, kepemilikan lahan dan bangunan, serta kualitas sarana dan prasarana yang ada dalam kawasan tersebut (ada pada 7 indikator kumuh).
Sebenarnya siapa yang paling bertanggung jawab terhadap permukinan kumuh? Tidak hanya pemerintah daerahnya saja bukan? Kita akan sangat setuju, dimana masyarakat pula memiliki andil terhadap hal tersebut, tidak hanya sebagai objek namun sebagai subjek dari pembangunan itu sendiri.

Berangkat dari persoalan tersebut dalam upaya mencapai visi Bangka Setara, Nyaman Bersama Menuju Gerakan Bangka Sebagai Kota Pariwisata (GERBANG KOTA) dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak terutama dalam upaya penanganan Perumahan kumuh dan Permukiman kumuh yang ada di Kabupaten Bangka. Untuk mencapai target tersebut, Selasa 15 September 2020 Pokja Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bangka yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Rismy Wiramadonnah, S.STP., M.Si selaku Ketua Pokja PKP Kabupaten Bangka beserta Aparat Kelurahan, Ketua RT dan Kepala Lingkungan melakukan kunjungan langsung ke lokasi kumuh dan terduga kumuh Kelurahan Sungailiat dan Kelurahan Mantung Kecamatan Belinyu.

Teriknya matahari tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyelusuri lokasi permukiman kumuh hingga ke jalan-jalan yang sempit sembari diiringi diskusi kecil bersama masyarakat. Banyak hikmah yang didapat, mereka bisa mendengar langsung keluh kesahnya masyarakat. Mulai dari persoalan banjir, kekurangan air bersih, persoalan persampahan hingga kualitas jalan lingkungan yang kurang memadai.

Semangat Pokja PKP Kabupaten Bangka untuk menuntaskan perumahan kumuh dan permukiman kumuh tidak hanya sebatas pada kunjungan lapangan saja, namun berlanjut hingga kemeja rapat yang diselenggarakan Rabu, 16 September 2020 bertempat di Ruang Rapat Dinas Perumahan, kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bangka. Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Pokja PKP Kabupaten Bangka ini penuh dengan keakraban yang sesekali dipenuhi dengan canda tawa peserta, namun tetap terukur.

Ada beberapa agenda yang dibahas dalam rapat tersebut salah satunya adalah membahas target pengurangan kumuh yang ada di dalam RPJMD Kabupaten Bangka yang mesti terukur setiap tahunnya serta bagaimana melakukan pencegahan agar tidak terjadinya kumuh baru.

Untuk mencapai hal tersebut dibutukan data yang akurat, Peran kolaborasi dari semua pihak mulai dari Pemda sampai ke pusat dan tidak kala pentingnya peran serta masyarakat sebagai pelaku utama didalam pencegahan maupun peningkatan kualitas perumahan kumuh dan permukiman kumuh yang mesti dilibatkan.[Babel]

 

Penulis: Tim Korkot Kabupaten Bangka
Program Kotaku Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.