Beranda Pengaduan Lesson Learned PIM Areal Kesultanan Yogyakarta Terdampak Pembangunan Program Kotaku

Areal Kesultanan Yogyakarta Terdampak Pembangunan Program Kotaku

Lesson Learned PIM DI Yogyakarta Comments (0) View (260)

Kawasan Gajahwong merupakan salah satu Kawasan yang dilakukan Penataan oleh Pemerintah yang melibatkan Pemerintah Kota Yogyakarta dan Pemerintah Pusat melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Yogyakarta. Kawasan yang terdiri dari beberapa wilayah Kelurahan yakni Kelurahan Muja-Muju, Kelurahan Prenggan dan Kelurahan Giwangan merupakan wilayah yang berada dibantaran sungai Gajahwong. Kawasan dengan panjang 1228 m ini dilakukan penanganan kumuh dengan intervensi Kegiatan Jalan Inspeksi dengan lebar 3 m dari talud sungai, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah, Sarana Proteksi Kebakaran, Jaringan Hidran, Pemilahan sampah, Sarana POS Pantau Banjir serta Drainase.

Kondisi kawasan Gajahwong sebelum dilakukan penataan yang menjadi permasalahan yakni masih memiliki ketidakteraturan bangunan masuk kategori sedang. Hal ini dipengaruhi adanya perumahan/permukiman penduduk disekitar bantaran sungai Gajahwong yang kurang layak secara teknis dan tidak memiliki akses jalan. Aspek lainya tentang permasalahan drainase, Instalasi Pengolahan Air Limbah, Persampahan dan Sarana Proteksi Kebakaran yang juga perlu dilakukan intervensi penanganan.

Dengan adanya program KOTAKU diskala Kawasan masyarakat, Forsidas yang didukung POKJA PKP Kota Yogyakarta melalui DPUPKP, BPN Kota melakukan perencanaan baik tentang penyiapan lahan maupun penyusunan DED dikawasan Gajahwong. Sehingga dengan dukungan dan kesiapan Pemerintah Kota Kawasan Gajahwong dapat diintervensi melalui program KOTAKU tahun 2019.

Dalam implementasi kegiatan tersebut mengacu pada Rencana Aksi Rencana Penyiapan Lahan (RPL) terdapat 62 WTP yang terdampak pembangunan, dimana semua WTP merelakan bangunan dan lahan yang selama ini dihuni harus dilakukan pemotongan/pengeprasan bangunan dan lahan untuk akses jalan inspeksi. Dari 62 WTP yang berada dibantaran sungai terdapat 57 WTP yang status tanahnya milik Kasultanan Yogyakarta. Salah satu tomas bernama Sapto Hadi menanyakan terkait pengajuan surat kekancingan “Bagaimana mengurus surat kekancingan di panitikismo (0033-3471-0920)”.

Dan untuk jawaban nya smua dijelaskan disini dengan kronologisnya yaitu dalam Dokumen perencanaan (penyiapan lahan) kawasan Gajahwong Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan kolaborasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) melalui adanya program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dengan melakukan identifikasi lokasi dimasing-masing hunian WTP dan melakukan pengukuran dan pemasangan pathok dengan jarak jarak minimal 3 m dari tepi talud terluar. BPN akan menerbitkan Surat Keterangan Tanah (SKT) yang artinya keberadaan hunian saat ini sudah diakui oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.

Surat Keterangan Tanah merupakan salah satu syarat utama dalam pengajuan surat kekancingan ke Panitikismo Kasultanan Yogyakarta. Adapun kelengkapan pengajuan surat kekancingan dengan mengajukan format permohonan yang diketahui oleh RT, RW, Lurah setempat, peta situasi, Surat Keterangan Tanah asli dan dilengkapi dengan foto copy KTP, KK.

Di wilayah kawasan Gajahwong pengajuan kekancingan diajukan secara berkelompok dengan nama kelompok sesuai wilayah masing-masing misalnya kelompok Sidobali 54/08, kelompok Balirejo 53/06, kelompok Muja-muju 29/09 yang berada diwilayah kelurahan Muja-Muju, Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta. Berkas dibuat 2 rangkap kemudian dimasukkan pada Dinas pertanahan dan Tata ruang Kota Yogyakarta. Ditingkat Pemerintah Kota Yogyakarta akan melakukan verifikasi dokumen dan lapangan yang menjadi dasar Pemerintah Kota membuat surat rekomendasi tata ruang dan wilayah sebagai dasar menerbitkan surat rekomendasi pemanfaatan tanah Kasultanan Yogyakarta.

Dengan dasar pertimbangan PERDA RTRW No 02 2010 merupakan salah satu rujukan rekomendasi kesesuian Rencana Tata Ruang Wilayah diwilayah Kota Yogyakarta. Dari hasil verifikasi dari Dinas Pertanahan dan Tata Ruang diwilayah kawasan Gajahwong peruntukkannya adalah untuk permukiman, artinya Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanahan dan Tata Ruang akan mengeluarkan rekomendasi tentang kesesuaian penggunaan fungsi ruang. Dan juga menerbitkan surat rekomendasi pemanfaatan tanah Kasultanan Yogyakarta.

Setelah rekomendasi kesesuaian Tata Ruang dan Pemanfaatan tanah dari Dinas Pertanahan dan Tata ruang terbit maka berkas atau dokumen dikirim ke Dinas Pertanahan dan Tata ruang Propinsi Yogyakarta. Tentunya dokumen akan dilakukan verifikasi kelengkapan dan kesesuaian dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. Dispertaru Propinsi Yogyakarta akan menerbitkan surat rekomendasi Pemanfaatan tanah Kasultanan Yogyakarta yang ditujukan kepada Kasultanan Cq Penghageng KHP Wahono Sarto Kriyo Kraton Ngayogyakarta.

Merujuk pada Perdais No 01 tahun 2017 Pengagheng Kasultanan menyampaikan pada dasarnya Tanah Kasultanan yang telah digunakan oleh masyarakat dapat diwariskan secara turun temurun tetapi tetap dalam bentuk aset lembaga. “ Tanah-tanah kagungan Ndalem (milik Sultan) dapat digunakan masyarakat luas baik untuk usaha perorangan, lembaga, bahkan kantor pemerintahan semuanya bisa. Asalkan siapa pewaris selanjutnya jelas”.

Masyarakat hingga saat ini dapat bermukim dan berbudidaya di tanah Kasultanan atau Kadipaten dengan kekancingan atau sertifikat hak pakai dari Keraton, tetapi bukan sebagai hak milik. Setiap tahunnya pihak Kasultanan akan melakukan pendataan ulang inventarisasi untuk mengetahui data terbaru siapa saja yang telah menempati tanah Kasultanan.

Salah satu kelompok masyarakat yang sudah mengajukan permohonan kekancingan diwilayah kawasan Gajahwong salah satunta Benny pokmas Sidobali RT 54/RW 08 Muja-Muju, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Setelah diberi informasi bahwa proses pengajuan kekancingan difasilitasi KOTAKU sudah mendapat rekomendasi dari Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY dan berkas sudah masuk ke Panitikismo, kemudian Benny menjawab melalui pesan whatsaap menyampaikan: “Maturnuwun mas… Info yang sungguh sangat membahagiakan sekali… maturnuwun sanget infonya.“ Kepada masyarakat dan pokmas yang berada dikawasan Gajahwong “selamat” atas semangat dan tekat dalam penataan kawasan.[DIY]


Penulis: Bambang Daryanto, Sub Prof Safeguard OSP 2
Program Kotaku Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait