Beranda Pengaduan Lesson Learned PIM SMS PIM 0817148048, Tim Kotaku Bergerak Cepat

SMS PIM 0817148048, Tim Kotaku Bergerak Cepat

Lesson Learned PIM NTT Kupang KSM Comments (0) View (166)

SMS pengaduan sebagai salah media penyampaian pengaduan Pengelolaan Informasi dan masalah (PIM) dalam Program kotaku, dimana diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh setiap pelaku program baik itu masyarakat, Pemerintah, LSM, Akademisi dan juga tim Kotaku.

Masyarakat dan pihak lain dituntut peka dan memiliki kepedulian terhadap pelaksanaan program, seperti yang disampaikan dalam pertemuan bersama masyarakat di kelurahan Liliba, Kota Kupang menindaklanjuti pengaduan masyarakat melalui SMS.

Melalui SMS PIM 0817148048, Ketua LPM yang juga Pengurus BKM Kelurahan Liliba, Apolonius Nurak menanyakan terkait keberlanjutan program Kotaku di wilayahnya sekaligus mempertanyakan terkait dana bergulir ekonomi.

Menanggapi SMS PIM tersebut, Sub Prof CHU OSP 5 NTT, Abdul Syukur langsung mengambil Tindakan mengedepankan prinsip PIM yakni Cepat, Tepat dan Tanggap “ Setiap Informasi, Aspirasi dan Masalah sedapat mungkin diselesaikan oleh pelaku program di tingkat paling dekat dengan lokasi kejadian yang dilaporkan. Prinsip Transparan “ Penanganan Informasi dan masalah harus mengacu pada asas keterbukaan dimana pemerintah dan masyarakat harus mendapatkan informasi mengenai proses dan status penyelesaian informasi dan masalah yang dilaporkan atau ditemukan. Selanjutnya, Prinsip Korektif dan Membangun “ Permintaan Informasi dan penyampaian aspirasi, laporan atau ketidakpuasaan terhadap program harus dipahami sebagai bentuk kepeduliaan dan partisipasi masyarakat untuk keberhasilan program.

Berangkat dari prinsip tersebut, segala bentuk informasi, aspirasi, laporan dan keluhan masyarakat harus ditanggapi dan ditangani untuk mencegah timbulnya masalah serupa dilokasi lain atau untuk melakukan tindakan korektif dan membangun demi penyempurnaan program. Pertemuan dilakukan pihak OSP dan Kotaku Kota Kupang bersama masyarakat pelapor.

Dalam pertemuan tersebut, Sub Prof MK OSP 5 NTT, Sherly Adoe menjelaskan terkait dana bergulir bisa di cairkan dari Bank, namun harus memenuhi persyaratan dan melalui mekanisme. Dimana adanya kelompok KSB yang terdiri dari KSM-KSM berpredikat lancar atau tidak ada tunggakan yang harus memenuhi 5 aturan dasar kelompok antara lain Pertama, mempunyai aturan bersama dalam kelompok, Kedua, ada tabungan kelompok, Ketiga, harus ada pertemuan rutin di kelompok, Keempat, ada pembukuan sederhana dan Kelima, barulah kelomppok membuat proposal untuk pengajuan dana bergulir tersebut.

Askot KK KOTAKU Kupang, Paulina Huki menambahkan bahwa Kelurahan Liliba hanya memiliki sedikit tunggakan dana bergulir, sehingga peru keaktifan BKM dan UPL untuk melakukan penagihan.

Diskusi yang serius tapi santai ini ditutup dengan komitmen Koordinator BKM Kelurahan Liliba, Jonathan Hili yang akan menindaklajuti semua usulan. Sub Prof CHU OSP 5 NTT Abdul Syukur menyampaikan terima kasih warga telah menggunakan Media SMS PIM dalam menyampaikan aduan terkait program.[NTT]


Penulis: Abdul Syukur, Sub Prof. CHU OSP 5
Program Kotaku Provinsi Nusa Tenggara Timur

0 Komentar

Yang terkait