Beranda Warta Cerita Padat Karya Sintang Menebar Benih Kesolehan Sosial

Padat Karya Sintang Menebar Benih Kesolehan Sosial

Cerita Kalimantan Barat Sintang Padat Karya Comments (0) View (143)

Gotong-royong muncul atas dorongan dari hati dengan dibarengi kesadaran murni dan semangat untuk mengerjakan serta menanggung bersama-sama terhadap hasil dari proses pelaksanaan yang dilakukan secara bersama tanpa harus memikirkan dan mengutamakan keuntungan bagi dirinya sendiri, melainkan selalu untuk tujuan bersama terlebih untuk perbaikan perbaikan lingkungan permukiman.

Manfaat gotong royong sesama tentu adalah akan terjalin komunikasi yang lebih baik antara warga masyarakat, antar lembaga, dan komunitas lainnya tentu ini akan membuat kehangatan dalam pergaulan karena dibingkai oleh semangat gotong royong sehingga yang berat menjadi lebih ringan menanggalkan segala bentuk sikap egoisme demi untuk kebersamaan dan ini wujud sikap kerendahan hati, kesamaan pikiran antar warga individu dalam bermasyarakat yang saling menghargai yang menumbuhkan suasana nyaman dan aman untuk mencapai tujuan bersama.

Kotaku sejatinya selalu menyampaikan pesan tentang makna kebersamaan dalam masyarakat karena dengan mengusung nilai kebersamaan maka program kotaku akan menghasilkan wilayah dampingan yang menujukkan kesejukan, ketenangan, dan masyarakat bergerak bersama untuk menata lingkungan yang kumuh menjadi tidak kumuh dan kesadaran ini harus disampaikan kepada masyarakat sasaran program agar muncul kesadaran kritis melalui olah rasa, olah pikir, dan olah amal karena hanya dengan menyentuh rasa kemanusiaan maka program kotaku akan berhasil.

Kabupaten Sintang sebagai salah satu penerima BPM 2020 dengan segala karakteristik wilayahnya yang terkesan sangat kumuh dengan banyaknya ditemukan jalanan becek, sampah bertebaran dimana-mana, drainase banyak yang tersumbat oleh tumpukkan sampah, rumah yang tidak berarturan, hewan ternak yang berkeliaran dimana-mana dan bahkan menimbulkan aroma tidak sedap, belum lagi tentang warganya yang mungkin harus exstra sabar dalam memperkenalkan tentang kebersamaan, merawat hasil pembangunan, dan menanamkan sikap antara sesama, dan pendekatan ini yang harus menjadi prioritas dari program kotaku sentuh lebih dulu rasa kemanusiaannya baru diajak berpikir tentang bagaimana menata kampung secara bersama-sama
Permasalahan tersebut di atas, tentu saja tidak bisa diatasi secara sendiri-sendiri harus ada kesadaran bersama untuk bergerak bagaimana menciptakan kesalehan sosial secara massif sehingga terjadi perubahan yang mendasar dan sangat fundamental dari warga masyarakat dampingan, dan ini membutuhkan kesabaran dalam memberikan edukasi yang terus menerus terhadap masyarakat tentu harus dibarengi dengan contoh perilaku hidup bersih dan sehat.

Kabupaten Sintang dengan 3 desa yang mendapatkan BPM 2020 Kelurahan Kapuas Kiri Hilir 6,1 Ha, , Ha, Kelurahan Kapuas Kanan Hulu 16,3 Ha, dan Kelurahan Kapuas kanan Hilir 13,9 Ha total luas wilayah kumuh di kabupaten Sintang 36,3 Ha. Melakukan sosialisasi di tiga kelurahan ini tidak semudah membalikkan telapak tangan karena kita berhahadapan dengan kebiasaan warga masyarakat beragam, kurang peduli tentang kondisi lingkungan permukiman, minimalis pemahaman PHBS, perilaku buang sampah sembarangan dsb, tetapi itu tidak berlangsung lama berkat bantuan pihak kelurahan dan LKM yang terus menerus tanpa lelah melakukan pendekatan baik personal maupu kelompok pada akhirnya masyarakat paham tentang bagaimana pentingnya keterlibatan masyarakat pada setiap tahapan kegiatan KOTAKU mengajak warga untuk bersama-sama bergerak membersihkan lingkungan agar tidak terkesan kumuh, tidak membuang sampah asembarangan, dan selalu menjaga kualitas air agar tetap bersih karena semuanya itu bermuara pada kesehatan warga masyarakat.

Melalui sentuhan inilah masyarakat akhirnya menyadari atas segala kelemahan yang selama ini dilakukan dan tim KOTAKU makin meyakini bahwa sesungguhnya kodrat manusia adalah baik maka sentulah mereka dengan cara-cara baik agar sifat-sifat naluri kebaikannya terimplementasikan dalam kehidupan social yang selama ini masih terpendam.

Tanpa disadari pada akhirnya kesadaran kolektif itu muncul dari masyarakat sekitar lokasi BPM akan pentingnya menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat bebas dari kesan kumuh ini dapat terlihat pada kegiatan gotong royong yang dilakukan warga di RT 17 dan RT 20 Gang Damai Kelurahan Kapuas Kanan Hulu banyak warga yang berpartisipasi ikut gotong royong pengecoran jalan lingkungan diluar tenaga profesional pekerja padat karya, dan tidak hanya tenaga yang mereka wakafkan untuk lingkungan tetapi juga berbagai macam makan dan minuman yang disiapkan ibu rumah tangga ada Nasi Kuning, Gorengan, Kolak, Kopi, Teh Es, air putih yang sengaja mereka letakkan diteras rumah dengan harapan para relawan masyarakat yang sedang bergotong royong bisa menikmatinya dan sungguh ini adalah perilaku yang sangat mulia dari masyarakat Kelurahan Kapuas Kana Hulu yang mengajarkan kita bahwa hidup tidak hanya cukup memperbanyak investasi kesholehan individu tetapi juga harus diimbangi dengan kesholehan sosial.[Kalbar]


Penulis: Juhari, Askot Mandiri Kabupaten Sintang
Program Kotaku Provinsi Kalimantan Barat

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.