Beranda Warta Cerita Menyelisik Solusi Air Minum di Alung Banua

Menyelisik Solusi Air Minum di Alung Banua

Sulawesi Utara Manado Alung Banua Misi Teknis Virtual Cerita Comments (0) View (177)

Alung Banua adalah salah satu kelurahan “terpencil” di Kota Manado yang terletak di Pulau Bunaken. Sebagai lokasi yang jauh dari pusat Kota Manado, kebutuhan layanan infrastruktur dasar di Pulau Bunaken Alung Banua seringkali tidak tercukupi. Air minum, misalnya. Menurut koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Alung Banua Djolly Punusongan, saat musim panas tiba, warga setiap hari rela mengantri dari jam 4 pagi demi memperoleh air dari sumur-sumur gali yang ada di beberapa titik.

Gambaran situasi warga mengantri air, tidak beda dengan antrian-antrian yang tampak di televisi saat orang banyak berbaris panjang mengantri minyak tanah dengan jeriken. Cekcok antarwarga pun acap tak terelakkan ketika ada warga yang tidak berhasil mendapatkan air. Jika gagal memperoleh air, warga terpaksa pergi membeli air di Kota Manado, dengan menumpang perahu kayu sebagai transportasi public. Itu pun jadwalnya tidak setiap hari. Hanya ada Senin, Kamis, dan Sabtu. Warga membeli air seharga Rp 3.000 per galon, ditambah ongkos transportasi Rp 5.000 sekali jalan. Kondisi ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Keadaan air bersih di Kelurahan Alung Banua menjadi salah satu bahan kajian dalam kegiatan Misi Teknis Capaian Layanan Infrastruktur Dasar NSUP/Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang dilaksanakan secara daring pada Senin (30/11). Pengolahan Air Hujan (PAH) menjadi solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan air bersih di sana.

Arsitek Indonesia Yu Sing, yang mengikuti kegiatan misi, menanyakan tentang bentuk pengolahan tersebut seperti apa. Sedangkan Trimo Pamudji Djono dari Bank Dunia meminta agar pendamping memastikan apakah debit air hujan mencukupi kebutuhan warga sekitar, juga memastikan sistem pengolahan air hujan untuk air minum tidak boleh sembarangan.

Misi ini dihadiri pula oleh program manajemen unit (PMU), Satker Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM), Bank Dunia, Advisory dan KMP Kotaku. Misi bertujuan untuk mengkaji praktik baik serta tantangan dalam penyediaan layanan infrastruktur dasar terutama akses air minum dan sanitasi pada Kotaku yang difokuskan pada aspek ketahanan, keberlanjutan, serta aksesibilitas universal pada lingkungan atau kawasan yang ditingkatkan. [Sulut]

Dokumentasi lainnya:

    

Penulis: Theresia D. Wulansari, Sub Proff Komunikasi OSP 8 Sulawesi Utara

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.