Beranda Warta Cerita Sumbangsih Kotaku buat Batu Bata Danau Balai

Sumbangsih Kotaku buat Batu Bata Danau Balai

Cerita Sumatra Utara BPM Livelihood Comments (0) View (157)

Danau Balai merupakan kelurahan yang terdapat di kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu. Luas wilayah kelurahan ini 4,7 km² dengan 7 lingkungan. Jumlah pendudk dikelurahan Danau Balai sebanyak 5.438. Jika kita berkunjung atau datang ke kelurahan Danau Balai hampir di setiap sudut kita akan melihat aktifitas masyarakat yang berjibaku dengan tanah. Kegiatan masyarakat sepanjang hari akan terlihat berkecimpung di usaha batu bata. Kepulan asap akan terlihat dari bangsal bangsal pembakaran batu bata, dan ini akan kita jumpai hampir disepanjang jalan lingkungan.

Kelurahan Danau Balai ini sangat dikenal dengan centra batu bata. Pembuatan batu bata sudah dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu di kelurahan danau balai, dan tetap berlangsung sampai saat ini. Usaha ini berlangsung secara turun temurun dan merupakan mata pencaharian utama masyarakat kelurahan. Kwalitas batu bata yang dihasilkan sangat baik, sehingga siapa saja yang membutuhkan batu bata akan dating atau memesan batu bata yang berasal dari danau Balai.

Salah satu warga yang bernama Suwono, menyatakan bahwa usaha batu bata yang digelutinya saat ini berasal dari kakeknya. “Kalau saya bisa membuat batu bata ini sudah dari turunan pak dari kakek sampai ke bapak dan sampai ke saya sekarang masih membuat batu bata dan bahkan anak saya pun sudah mulai belajar” demikian salah satu ungkapan dari masyarakat danau Balai. Lain halnya lagi dengan pak Supardi, beliau memproleh pengetahuan tehnik membuat batu bata ketika dia bekerja pada pemilik usaha batu bata. Saat itu beliau memiliki semangat akan mendirikan usaha sendiri. Alhamdulillah pak sekarang saya sudah memiliki lahan dan usaha sendiri, demikian ungkapan pak Supardi.

Di Tahun 2020 ini kelurahan danau Balai mendapat Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) melalui program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Besaran bantuan tersebut sebesar 1 Milyar yang akan di manfaatkan untuk pembangunan infrastruktur jalan lingkungan . Tujuan dibangunya infrastruktur lingkungan tersebut agar mobilisasi kegiatan masyarakat dalam usaha batu bata berjalan dengan baik. Mengingat infrastruktur ini sangat dibutuhkan masyarakat khususnya pelaku usaha batu bata untuk meningkatkan penghasilan para pelaku usaha batu bata.

Kondisi infrastruktur jalan yang tidak memadai menjadi salah satu kendala yang membuat harga batu bata rendah. Jalan menuju lokasi masih banyak yang belum di aspal atau rabat beton. Dengan terbangunnya infrastruktur jalan, nantinya akan mendongkrak harga batu bata. Saat ini harga batu bata masih di kisaran 300 rupiah sampai 350 rupiah. Dengan dibangunya prasarana jalan nantinya akan dapat menaikkan harga batu bata di kisaran 350 rupiah sampai 400 rupiah. Dengan kenaikan harga tersebut masyarakat akan mengalami dampak kenaikan penghasilan rumah tangga, sehingga akan merubah ekonomi rumah tangganya yang lebih baik.[Sumut]


Penulis: Pangeran Sogagaon Munthe, Askot Mandiri Kabupaten Labuhan Batu
Program Kotaku Provinsi Sumatra Utara

Editor: Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.