Beranda Warta Cerita Onan Ganjang Kabupaten Humbang Hasundutan Bentuk KPP

Onan Ganjang Kabupaten Humbang Hasundutan Bentuk KPP

Cerita Sumatra Utara Humbang Hasundutan KPP Comments (0) View (247)

"Program KOTAKU ( Kota Tanpa Kumuh) Sangat bermanfaat di rasakan langsung oleh masyarakat di mana jalan yang sebelumnya becek dan banjir bila datang hujan. Sekarang jalan kami di desa Onan Ganjang sudah bagus dan cantik." kata koordinator LKM, Zebulon Marbun. Beliau juga berharap agar kegiatan yang sudah selesai ini bisa dijaga dan dirawat oleh masyarakat agar bangunan jalan yang dibangun Program Kotaku tidak sia-sia.

"Nurhalimah Nasution selaku Askot IC berharap agar KPP (Kelompok pemelihara dan pemanfaat) secepatnya bisa dibentuk agar bisa di-SK-kan oleh pihak desa, karena bangunan tanpa perawatan akan terjadi cepat kerusakan. Bila KPP sudah dibentuk, otomatis kegiatan akan terjaga. Adapun organisasi pelaksana kegiatan pemanfaatan dan pemeliharaan atau lebih dikenal dengan nama KPP adalah organisasi warga desanya yang diharapkan sebagai motor dalam pemeliharaan agar pemanfaatan dapat berkelanjutan dengan jangka waktu lama. KSM Lingkungan yang merencanakan dan melaksanakan pembangunan sarana dan prasarana dengan mengajukan proposal ke BKM atau sederhananya adalah KSM Lingkungan yang merencanakan kegiatan infrastruktur, adalah juga yang melaksanakan pembangunan fisiknya dan mengawal pemanfaatan dan pemeliharaan prasarana yang telah dibangunnya tersebut" ujar kepala desa Onan Ganjang.

Pendekatan ini, adalah untuk meletakkan dasar komitmen bagi sebanyak-banyaknya warga masyarakat untuk terlibat dan bertanggungjawab dalam melaksanakan pemeliharaan atas bangunan yang merupakan prioritas kebutuhannya, yang telah disepakati bersama dan dibangun sendiri oleh masyarakat. Dalam pendekatan yang demikian ini maka akan sangat efektif bilamana setiap KSM/Pengelola O&P prasarana yang dibangunnya dapat berjalan dengan baik atau untuk Pengelolaan O&P pada infrastruktur yang memiliki karakteristik pemanfaat kelompok (semi public) atau infrastruktur public yang tidak ada keterkaitan fungsional bangunan (tidak satu kesatuan fungsi struktur bangunan). Dalam situasi tertentu dimana terdapat ketentuan bagi KSM untuk melaksanakan pembangunan prasarana, seperti batasan dana per KSM maka sangat mungkin bisa terjadi bahwa ada satu prasarana yang sesungguhnya adalah satu kesatuan fungsi bangunan, tapi karena nilainya cukup besar maka dilakukan proses pembangunan yang ditangani secara bersamaan oleh lebih dari satu KSM.

Pada Kamis (19/11/20), Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM), Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), Masyarakat, Aparat Desa dan Fasilitator KOTAKU membentuk Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) sebagai ujung tombak dalam pemeliharaan infrastruktur yang telah dibangun di desa Onan Ganjang. Dalam pertemuan tersebut, Mulatua selaku kepala desa mengungkapkan bahwa dibentuknya Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara ini dengan tujuan agar fasilitas yang telah dibangun selama ini bisa dirawat dan dijaga, karena yang menggunakan adalah bapak dan ibu juga, sehingga penting kiranya kita memperhatikan itu semua. Oleh sebab itu, saya berharap KPP ini jangan hanya menjadi lembaga formal saja tapi menjadikan lembaga ini sebagai sarana untuk membangun dan merawat daerah kita. Setelah terbentuknya Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) desa Onan Ganjang, maka dilanjutkan dengan pembuatan Rencana Kerja dan Jadwal Kerja bakti rutin sekaligus meng-SK-kan KPP Tingkat Desa. Terima kasih kepada program KOTAKU Karena sudah membuat lingkungan kami bersih, sehat dan asri.[Sumut]


Penulis: Nurhalimah Nasution, Ass I&C Koorkot 04 Humbang Hasundutan OC 02
Program Kotaku Provinsi Sumatra Utara

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.