Beranda Warta Berita KPP, Tumpuan Asa Lestarinya Hasil Pembangunan Infrastruktur

KPP, Tumpuan Asa Lestarinya Hasil Pembangunan Infrastruktur

Berita Pelatihan Online Penguatan KPP Comments (0) View (544)

Agar seluruh hasil kegiatan infrastuktur Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, diperlukan pemeliharaan oleh masyarakat, dalam hal ini Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP). Untuk itu Program Kotaku menggelar Pelatihan Penguatan KPP kepada Oversight Provider (OSP) dan Korkot/Askot Mandiri Kotaku secara daring, mulai Senin (7/12) hingga Jumat (11/12). Pelatihan online diikuti oleh sekitar 378 partisipan, terdiri atas seluruh Team Leader (TL), Tenaga Ahli (TA), Sub TA OSP Kotaku provinsi, serta Koordinator Kota (Korkot)/Asisten Kota (Askot) Mandiri Kotaku wilayah 2.

Pelatihan online dibuka oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembinaan Manajemen II Mokhamad Fakhrur Rifqie pada Senin (7/12) kemarin dan ditutup oleh TL Konsultan Manajemen Pusat (KMP) Kotaku wil.2 Djoko Subekti, pada Selasa (8/12) sore tadi. Pelatihan dua hari itu diawali dengan pre test melalui eLearning yang diikuti oleh seluruh peserta. Kemudian Pelatihan Penguatan KPP melalui videoconference, dengan narasumber, antara lain, Dikdik Herdiana dari Advisory Kotaku, TA Manajemen Keuangan KMP Kotaku M. Ihsan Hakim, TA Urban Planner KMP Kotaku Maizil Jalaluddin, TA FIC KMP Kotaku Agus Sudirman, TA Infrastruktur KMP Kotaku Sugiyanto, serta perwakilan dari KPP Kelurahan Giwangan, Yogyakarta.

PPK Pembinaan Manajemen II Mokhamad Fakhrur Rifqie memaparkan, pada 2020, secara nasional, kegiatan skala lingkungan dilaksanakan di 444 desa/kelurahan di 169 kabupaten/kota dan 28 provinsi dengan menggunakan pendekatan padat karya. Sedangkan lokasi skala kawasan berjumlah 86 paket, tersebar di 82 kabupaten/kota di 31 provinsi. Dana bantuan pemerintah untuk masyarakat yang telah digunakan untuk investasi kegiatan infrastruktur skala lingkungan adalah Rp 462,5 miliar dengan hasil pembangunan, antara lain, 184.725 meter akses jalan, 250.405 meter drainase lingkungan, 645 meter jembatan, 815 unit MCK umum, 241 unit pengelolaan persampahan, 61.899 meter air bersih, 5.897 meter saluran pembuangan limbah, dan 542 meter persegi sarana ruang terbuka publik.

Melihat investasi tersebut, penting kiranya agar infrastruktur benar-benar dapat dimanfaatkan dan dipelihara secara menerus oleh pemanfaat, sehingga infrastruktur yang terbangun kualitasnya tetap terjaga dan pemanfaatannya berkepanjangan. Pemanfaatan dan pemeliharaan akan lebih mudah terlaksana jika terbangun kesadaran dan keterlibatan penuh dari warga pemanfaat sendiri. “Oleh karena itu sebagai pendamping kita perlu terus memfasilitasi agar KPP aktif dan berperan untuk memelihara di lingkungannya masing-masing,” ujar Rifqie.

Senada dengan itu, TL Djoko Subekti mengatakan, tantangan berikutnya adalah bagaimana OSP dan Korkot/Askot Mandiri meneruskan materi yang didapatkan selama dua hari terakhir ini kepada Fasilitator dan masyarakat di lapangan, agar mereka sepenuhnya paham tujuan pelatihan penguatan KPP ini. Salah satu pendekatan yang menurutnya efektif adalah membangun rasa kepemilikan (sense of ownership) dan memahami prioritas masyarakat itu sendiri. "Jadi pendekatan kepada masyarakat hendaknya lebih ditekankan untuk menyadarkan mereka tentang apa artinya permukiman yang baik dan sehat itu dulu, sebelum masuk ke dalam konteks pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan,” ujar Djoko. Meski begitu, ia mengingatkan, pemeliharaan sebenarnya adalah masalah semua pihak, bukan semata-mata oleh KPP saja.

Kuncinya adalah 5 K

Di sisi lain, belajar dari KPP sendiri, diwakili oleh Rowi Sutaryo dan Priyono dari KPP Giwangan, Yogyakarta, terungkap suka duka yang dihadapi selama menjadi KPP, di antaranya penolakan masyarakat. Namun, hal ini bisa diatasi berkat kerja sama dan koordinasi dengan pihak pemerintah (kelurahan) serta tokoh masyarakat. Rowi Sutaryo mengatakan, kuncinya adalah 5 K: Komunikasi, Komitmen, Koordinasi, Kolaborasi, dan Konsistensi. Ketika masyarakat diajak bicara dan didengarkan aspirasinya, maka masyarakat bersedia terlibat dalam kegiatan serta berkomitmen bersama-sama untuk membangun wilayahnya. “Di Giwangan itu PAS—Peduli Adalah Solusi,” tegas Rowi Sutaryo.

Materi dan diskusi lebih lengkap dapat diikuti melalui rekaman di kanal YouTube Kotaku Nasional berikut ini:
Hari 1 Sesi 1: https://youtu.be/gT3K4qgKJ2M
Hari 1 Sesi 2: https://youtu.be/fch6z9A-Mz8
Hari 2 Sesi 1: https://youtu.be/hhYecTcQ3i4
Hari 2 Sesi 2: https://youtu.be/Y6X6zQAMkp8

Sedangkan pre test dan post test melalui eLearning Kotaku, bisa diakses di sini: http://kotaku.pu.go.id/u/elearning/

[Redaksi]

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.