Beranda Warta Cerita Air So Dekat, Best Practice Kelurahan Lekobalo

Air So Dekat, Best Practice Kelurahan Lekobalo

Cerita Gorontalo KSM Air Bersih Comments (0) View (194)

Kelurahan Lekobalo Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo, untuk tahun ini masih tetap menerima Bantuan Pemerintah Untuk Masyarakat (BPM) Tahun 2020 dari Program Kotaku. Total BPM diterimanya sebesar Rp. 1.000.000.000. Sarana dan prasarana yang dibangun yang difasilitasi oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Mutilango.

Kegiatan infrastruktur yang dibangun berdasarkan dengan unsur kemedesakan yang difasilitasi dan dilaksanakan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Dalam mengurangi permasalahan infrastruktur dasar sesuai tingkat kekumuhannya. Adapun kegiatan yang dikerjakan diantaranya adalah, MCK Mandi + Cuci + Kakus yang dikerjakan oleh KSM Bahagia dengan dana sebesar Rp. 54.100.000, Hidran Umum ( HU )/Kran Umum (KU) 7 Unit, dana sebesar Rp. 564.968.000, jalan beton dengan panjang 434 Meter dana Rp. 317.694.000, dan pekerjaan darinase lingkungan yang dikerjakan oleh KSM Butu dengan besaran dana RP. 582.238.000.

Dari besaran dana dan jumlah kegiatan bisa dilihat, bahwa ada 7 titik pembangunan hidran yang sementara diadakan dan dibangun di Kelurahan Lekobalo tersebut. Ini bisa dipahami mengingat wilayah geografis tempat ini berada pada wilayah ketinggian dan rata-rata permukiman ada di lereng-lereng gunung. Kebutuhan air yang ada di Kelurahan Lekobalo menjadi prioritas utama pada kegiatan BPM tahun 2020 ini. Sulitnya medan tempat pengadaan dan pelaksanaan kegiatan berdampak pada progres kegiatan di Kelurahan Lekobalo.

Bisa dipahami, Kelurahan Lekobalo tidak sama dengan kelurahan lain, dimana tempat pelaksanaan kegiatan infrastruktur sarana dan prasarana berada di lereng gunung. Berupaya mengadakan air menjadi prioritas, sangat bisa dipahami dan dimaklumi karena, sebelum ada BPM masyarakat yang mayoritas ada dipertengahan lereng gunung itu turun kebawah mengambil air di daratan rendah pinggiran jalan raya. Kenapa, karena air tidak bisa naik mengalir pada ketinggian tersebut. Bisa dibayangkan begitu sulitnya mendapatkan air, sementara kita pahami bersama air adalah merupakan sumber pokok dari segala sember kebutuhan manusia yang sangat mendasar untuk bisa segera dipenuhi.

Sulitnya air di Kelurahan Lekobalo terutama RW 3 dengan segala upaya ditempuh BKM Mutilango yang merupakan mitra kelurahan berusaha sebisa mungkin untuk membantu masayarakat yang ada di RW 3 untuk memenuhi kebutuhan air tersebut. Olehnya itu KSM selaku pelaksana kerja pengadaan air ini bergembira karena selain mereka sebagai pelaksana kerja sekaligus juga sebagai penerima manfaat. Dengan segala kendala dan tantangan warga masyarakat RW.3 Kelurahan Lekobalo bergotong-royong untuk pengadaan fasilitas hidran.

BPM pada kegiatan pengadaan ini menjadi bertambah pembiayaannya, melihat sarana dan prasarana untuk membawa tangki hidran sampai pada titik pengadaan air sangat sulit dilaksanakan. Selain berbukit sarana jalan tidak bisa dilalui karena jalan yang ada RW 3 tidak tertata dengan baik. Jalan Lorong tergolong sempit dan putus-putus akibat penataan rumah yang tidak tertata dengan rapi. Tidak ada jalan lain tangki hidran untuk bisa sampai dititik air harus diangkat secara bergotong rorong diatas rumah warga.

Ironis sekali situasi dan kondisi yang terjadi RW 3 Kelurahan Lekobalo. Unit pengelola lingkungan(UPL) BKM Mutilango Warno Pakaya ketika ditemui mengatakan bahwa program pembangunan infrastruktur Kotaku di Kelurahan Lekobalo terkesan progresnya terlambat. Alasannya karena kita diperbukitan/pegunungan, dengan peralatan masih manual semuanya. Termasuk pasir, semen dan peralatan lainnya itu semuanya menggunakan tenaga manusia. Ini menyebabkan biaya kerja membengkak. Sehingga BPM yang Rp. 1.000.000.000 itu terasa tidak cukup. Tetapi kita sebagai pengurus dan pengelola kegiatan pembangunan program Kotaku, berusaha semaksimal mungkin, sehingga kegiatan dikelurahan Lekobalo tetap sama posisinya di Kelurahan lain. Baik secara kuantitas maupun kualitasnya. Dengan situasi alam, cuaca serta pengangkutan material menggunakan tenaga manusia. Sehingga kegiatan infrastruktur yang dikerjakan jika dibandingkan dengan kelurahan lain, Satu Hari ditempat lain, tapi kita disini bisa 3-4 hari baru selesai itupun kalau cauca bagus karena kita berada dilereng dan perbukitan gunung.

Tapi saya Warno Pakaya sangat mengharap sekali kedepan Kelurahan Lekobalo tetap mendapatkan bantuan dari program kotaku mengingat masih banyak titik permasalahan air minim yang belum terfasilitasi. Ini disebabkan karena keterbatasan dana yang ada. Tapi kami sebagai pemanfaat bersyukur sekali karena sudah ada air. Yang tadinya kalau kita mau ambil air harus turun kebawah disekitar pinggir jalan raya. Dan ini sudah bertahun tahun kami disini mengalami itu. Sekali lagi terima kasih banyak Kotaku Kita disini so ada air. Hidran untuk tahun ini di Kelurahan Lekobalo ada 7 titik kata Warno Pakaya dengan penerima manfaat sekitar 100 Kepala Keluarga.

Koordinator BKM Mutilango Kelurahan Lekobalo Abdurahman Tanaiyo ketika ditemui mengatakan, sangat bersyukur atas program yang telah dianggarkan oleh program Kotaku, karena di Kelurahan Lekobalo sangat butuh yang namanya air. Utamanya di RW 3 ini. Dan Alhamdulillah permasalahan air di RW 3 ini sudah bisa teratasi. Insya Allah Kotaku kedepan lebih bisa lagi memberikan inovasi-inovasi yang sifatnya bisa membantu masyarakat terutama dalam penanganan kumuh di Kelurahan Lekobalo. Tapi selain dari itu, yang menjadi tantangan di Kelurahan Lekobalo itu adalah pengangkutan material, Tangki Hidran, pasir smen dan lainnya itu sangat sulit sekali karena tidak ada jalan alternatif untuk bisa sampai ditujuan. Terutama Tangki hidran itu, digotong royong lewat atap rumah warga hingga sampai dititik kegiatan.

Tapi Alhamdulillah dengan kerja keras BKM, KSM dan masyarakat semuanya bisa diatasi dengan baik. Semangat kebersamaan terutama masyarakat RW 3 alhamdulillah semua tangki hidran bisa sampai ditujuan. Paser, semen, krikil yang diangkut dengan tenaga manusia, bisa sampai ditempat pekerjaan berkat kegigihan masyarakat RW. 3. Dan sekalian saya juga atas nama Koordinator BKM Kelurahan Lekobalo memohon maaf karena progres kami terkesan lambat akibat dari situasi dan kondisi geografis di Kelurahan Lekobalo.

Ini perlu kami menyampaikan karena perbandingan pekerjaan normalnya, yang bisa diselesaikan satu hari, tapi di Kelurahan Lekobalo itu, kami bisa mengerjakannya 3-4 hari. Alhamdulilah semua permasalahan itu kami bisa atasi bersama mengingat air ini, memang menjadi ketuhan pokak kami disini. Dan saya kira semua manusi sama dengan kami. Tapi atas dasar kebutuhan itulah sehingga kami bersama warga RW 3 bekerjasama bahu membahu berusaha sekuat tenaga sehingga, alhamduliilah air sudah ada.

Demikian tulisan best practice kegiatan infrastruktur BPM Tahun 2020 di Kelurahan Lekobalo, yang selama ini masyarakatnya sangat-sangat mendambakan yang namanya penyediaan air dan alhamdulillah dengan kegiatan program Kotaku RW. 3 Kelurahan Lekobalo berhasil membuat fasilitas sarana air sebanyak 7 titik dengan jumlah pemanfaat sekitar 100 Kepala Keluarga dan Alhamdulillah So ada air. Semoga tulisan ini dapat mengispirasi kepada kita semua. “Benahi Kota, Rumah Kita Bersama”.[Gorontalo]

 

Penulis: Mustar Musyahri, Sub.Prof. Komunikasi OSP-8
Program Kotaku Provinsi Gorontalo

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.