Beranda Warta Cerita Geliat Ekonomi Bergulir Kotaku Asahan Saat Pandemi

Geliat Ekonomi Bergulir Kotaku Asahan Saat Pandemi

Cerita Sumatra Utara Asahan UPK BKM Comments (0) View (188)

Pandemi covid 19 yang merebak sejak awal tahun 2020, memberikan dampak yang sangat besar terutama terkait dengan perekonomi masyarakat secara global. Menurut Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Suryo Utomo, 3 (tiga) dampak besar pandemi covid 19 terhadap perekonomian Indonesia sehingga masuk dalam masa krisis. Pertama adalah membuat konsumsi rumah tangga atau daya beli yang merupakan penopang 60% terhadap ekonomi jatuh cukup dalam. Hal ini dibuktikan dengan data dari BPS yang mencatatkan bahwa konsumsi rumah tangga turun dari 5,02 % pada kuartal I 2019 ke 2,84% pada kuartal I tahun ini.

Dampak kedua yaitu pandemi menimbulkan adanya ketidakpastian yang berkepanjangan sehingga investasi ikut melemah dan berimplikasi pada terhentinya usaha. Dan dampak ketiga adalah seluruh dunia mengalami pelemahan ekonomi sehingga menyebabkan harga komoditas turun dan ekspor Indonesia ke beberapa negara juga berhenti.

Pemerintah Republik Indonesia telah melakukan beberapa langkah-langkah strategis di dalam menyikapi perekonomian Indonesia yang mengalami krisis sebagai akibat pandemi ini. Dalam menyelematkan perekonomian masyarakat Indonesia, beberapa langkah dan strategi yang dibuat oleh Pemerintah antara lain memberikan jarring pengaman sosial terhadap aktifitas sosial dan ekonomi untuk masyarakat yang pendapatannya terdampak selama pandemi. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar masyarakat masih tetap bisa menjaga konsumsi. Beberapa jaring pengaman sosial yang sudah dilakukan adalah peningkatan dan perluasan PKH, peningkatan dan perluasan kartu sembako, penambahan dan fleksibilitas kartu prakerja, hingga bantuan langsung tunai yang bersifat lainnya. Disamping itu juga, Pemerintah juga memberikan bantuan kepada pengusaha UMKM untuk bisa tetap menjalankan usahanya dengan memberikan kelonggaran membayar kredit pinjamannya.

Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) mencoba untuk berperan aktif di dalam membantu Pemerintah di dalam menghadapi krisis ekonomi sebagai akibat pandemi covid ini. Melalui lembaga UPK (Unit Pengelola Keuangan) yang ada di masing-masing BKM/LKM (Badan/Lembaga Keswadayaan Masyarakat) dengan focus kegiatannya yaitu kegiatan ekonomi bergulir semakin lebih pro aktif di dalam menjalankan kegiatan pinjaman bergulirnya.

Khususnya di program Kotaku Kabupaten Asahan, ada 20 kelurahan dari total 25 kelurahan dampingan Kotaku yang masih aktif di dalam menjalankan kegiatan ekonomi bergulir melalui UPK. Selama masa pandemi covid 19 ini, telah di kucurkan bantuan kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman bergulir bagi yang memiki usaha kecil melalui lembaga UPK sebesar Rp. 273.000.000,- terhitung sejak bulan Mei – September 2020 di 5 kelurahan yang ada di kabupaten Asahan yaitu kelurahan Mutiara, Kisaran Baru, Lestari, Gambir Baru, dan Karang Anyer dengan total penerima manfaat 75 orang.

Makin intensifnya perguliran ekonomi bergulirnya ini dilakukan oleh BKM/LKM di masing-masing kelurahan pada masa pandemi ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan di dalam memenuhi kebutuhan hidupnya di masa pandemi dan juga sekaligus juga membantu pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk mengurangi dampak pandemi covid 19 di level grassroot. Dalam menentukan penerima manfaat kegiatan ekonomi bergulir ini, UPK dibantu oleh LKM/BKM melakukan seleksi yang cukup ketat agar bantuan yang diberikan ini bisa tetap sasaran.

Salah satu penerima manfaat Ekonomi Bergulir yaitu ibu Siti yang tinggal di kelurahan Gambir Baru, sangat senang sekali karena dirinya menjadi salah satu penerima pinjaman ekonomi bergulir ini. Suaminya terpaksa harus berhenti bekerja karena perusahaan tempatnya bekerja tutup terkena dampak covid 19 ini. Syukurlah, dirinya selama ini sudah memiliki usaha warung makanan di rumahnya untuk membantu perekonomian keluarganya. Ditambahkan olehnya bahwasannya dana pinjaman ini nantinya akan dirinya pergunakan untuk menambah barang dagangannya. Ibu Siti sangat berterima kasih kepada program Kotaku melalui kegiatan ekonomi bergulirnya yang telah banyak membantu usaha-usaha kecil masyarakat apalagi pada saat pandemi covid 19 ini.[Sumut]


Penulis: Julet Simanjuntak, Koordinator LKM Gambir Baru Kisaran Timur
Program Kotaku Provinsi Sumatra Utara

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.