Beranda Pengaduan Lesson Learned PIM Kumuh Sumarorong Berangsur Tertangani Lewat Kolaborasi

Kumuh Sumarorong Berangsur Tertangani Lewat Kolaborasi

Lesson Learned PIM Sulawesi Barat Mamasa BKM KSM Comments (0) View (179)

Kawasan Sumarorong adalah salah satu wilayah Kelurahan yang termasuk kawasan kumuh berdasarkan Surat keterangan Bupati Mamasa Nomor : 648/KPTS-265/VII/2018, dengan luasan kumuh 10,25 Ha dengan titik koordinat berada pada L : 3o8’37.31”S, B: 119o18’38.57”T dan ini tepatnya pada wilayah Kelurahan Sumarorong, Tahun ini telah diintervensi melalui Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kabupaten Mamasa melalui Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia dengan Nomor : 167/KPTS/M/2020 tentang Penentuan Lokasi dan Besaran Bantuan Kegiatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat Tahun 2020.

Pada Bulan Mei 2020, bersama Pemerintah Kelurahan, BKM dan relawan yang tergabung dalam TIPP melakukan pendataan Baseline untuk melihat permasalahan kumuh yang ada di wilayah ini. Berdasarkan hasil pendataan Baseline tersebut terdapat perencanaan Jalan Beton sepanjang 1.782 Meter, setelah dilakukan musyawarah di tingkat masyarakat dan menyepakati prioritas permasalahan yang ada di Kelurahan Sumarorong yaitu perbaikan infrastruktur jalan dan drainase maka dialokasikanlah dana Program Kotaku.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan oleh adalah drainase, dengan volume sebesar 65 meter dengan biaya Rp 55.221.000 dan jalan beton yang terbangun sebanyak enam ruas dengan total panjang 881 meter. Serta masih banyak lagi permasalahan infrastruktur yang belum sempat tertangani dari berdasarkan tujuh Indikator Kekumuhan. Yakni Bangunan Gedung, Jalan Lingkungan, Penyediaan Air Minum, Drainase Lingkungan, Pengelolaan Air Limbah, Pengelolaan Persampahan, dan Proteksi Kebakaran.

Program Kotaku sebagaimana dalam salah satu prinsip dan pendekatannya adalah “KOLABORASI”. Untuk mengoptimalkan peran berbagai pihak dalam penanganan kawasan kumuh untuk pencapaian target 0 Ha kumuh, dan selalu menjadi bahan perbincangan jika ada pertemuan baik ditingkat Kelurahan maupun ditingkat Kabupaten yang biasanya difasilitasi oleh Tim Fasilitator Kelurahan dan Tim Korkot Kab. Mamasa, dan Alhamdulillah sepertinya tahun ini (2020) akan membuahkan hasil salah satunya di Kelurahan Sumarorong.

Berdasarkan Pengelolaan Informasi Masyarakat (PIM) dengan Nomor Register: 0003-7603-1020, dan Nomor PIM: 10/SUMARORONG/XI/2020 yang disampaikan oleh masyarakat bahwa “Bagaimana caranya menuntaskan jalan lingkungan yang tidak diintervensi oleh Program Kotaku tapi masuk dalam delineasi kumuh” Menjadi suatu wujud kebanggaan dan apresiasi langsung dari Pemerintah Kelurahan Sumarorong, Kec. Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat yang begitu kuat berkomitmen untuk penuntasan kawasan kumuh di daerahnya, dan suatu bukti nyata bukan janji oleh Lurah Sumarorong, Nicodemus, mulai dari tahap sosialisasi awal Program KOTAKU, selalu mendengunkan tentang “KOLABORASI” dalam penanganannya.

Pada Tahun 2020, Pemerintah Kelurahan Sumarorong mengalokasikan melalui Dana Kelurahan, yaitu pembangunan infrastruktur jalan beton, hal ini disampaikan sendiri oleh Lurah Sumarorong dihadapan warganya pada kegiatan rembuk warga yang dilaksanakan pada bulan Oktober lalu, yaitu melanjutkan dari Jalan Beton Ruas IV sepanjang 157 M yang dilaksanakan oleh Program Kotaku dan Dana Kelurahan akan mengerjakan jalan tersebut sepanjang 46 Meter dengan alokasi anggaran sebanyak Rp 86.000.000 dimana proses pekerjaannya juga dilakukan secara padat karya yang mengadopsi pola yang telah dilakukan oleh Program Kotaku, yaitu proses pekerjaannya banyak-banyak menggunakan tenaga manusia, dan syukur alhamdulillah kegiatannya sudah selesai. Bukan itu saja, melalui kegiatan Padat Karya Tunai yang dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Propinsi Sulawesi Barat juga akan melanjutkan perbaikan Jalan Beton yang ada di Kelurahan Sumarorong sepanjang 80 Meter dengan total anggaran sebesar Rp 150.000.000 yang akan teralisasi tahun ini juga.

Diharapkan kegiatan kolaborasi penangan kumuh ini harus berawal dari niat dan komitmen dari Pemerintah Kelurahan dalam memfasilitasi kejenjang berikutnya (Level Kabupaten), apalagi ditingkat Kelurahan saat ini telah terbentuk kelembagaan-kelembagaan yang mumpuni seperti Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang secara defacto dan yuridis tidak ada lagi keraguan untuk melakukan kerja sama dengan pihak lain karena telah berbadan hukum (Akte Notaris) serta ditunjang oleh kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan Relawan-relawan yang sudah terlatih, Kami sebagai Fasilitator Kotaku dalam mewujudkan ini tidak henti hentinya memberikan penguatan-penguatan dalam kelembagaan, jika lembaga kuat yakin dan percaya untuk mewujudkan 0 Ha kumuh di Kabupaten Mamasa khususnya Kelurahan yang menjadi dampingan Program Kotaku akan mudah tercapai. Amin.[Sulbar]


Penulis: Jalaluddin, Faskel Sosial Kabupaten Mamasa
Program Kotaku Provinsi Sulawesi Barat

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait