Beranda Warta Berita Das Jangkuk dan Tabako, Wajah Asri NTB

Das Jangkuk dan Tabako, Wajah Asri NTB

Berita Nusa Tenggara Barat Mataram RTP Comments (0) View (110)

Wajah Kota Mataram, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), kini makin cantik dengan kehadiran Taman Tabako. Sebuah taman yang, kini, menjadi salah satu sentrum wisata kota yang posisinya sangat strategis karna berdekatan dengan tempat bersejarah, Pelabuhan dan Kota Tua di Kecamatan Ampenan, ujung paling barat Pulau Lombok. Sebuah lokasi bersejarah yang pernah menjadi pusat ekspedisi Indonesia Timur, peninggalan kolonialisme Belanda di masa silam yang jejak-jejaknya masih berdiri tegak hingga saat ini.

Mengutip tulisan berjudul “Jangkuk Ampenan, Cikal Bakal Singapura-nya NTB” (20 Agustus 2019) yang pernah dimuat website ini, bahwa “satu saat kelak, air Sungai Jangkuk nan bersih akan mengalir membelah ruang terbuka hijau (RTH) yang sejuk dan ramah pemandangan bagi siapa pun yang bertandang. Kawasan bantaran sungai di Kota Ampenan, Mataram, pun berubah wujud menjadi wisata kota: tempat bermain, belajar, dan rekreasi keluarga dan wisatawan, bak melenggang di Negeri Singa, Singapura. Itulah imajinasi besar Rosiady Sayuti, eks Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat, yang dituangkannya dalam sebuah narasi bertajuk Membangun Singapura Besar Bernama Lombok.

Mimpi Rosiadi seperti gayung bersambut dengan asa Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Wali Kota Mataram Ahyar Abduh. Keduanya yakin, kawasan Jangkuk bisa “disulap” menjadi wisata kota berupa tempat aktivitas keseharian buat keluarga sekaligus turis lokal dan mancanegara. Mereka bersantai menikmati keindahan alam sekaligus melepas penat dari rutinitas keseharian.

Ya. Perlahan tapi pasti, bayangan prospektif Rosiady, Gubernur NTB dan Walikota Mataram, mulai tampak “nyata” melalui Taman Tabako. Sebuah nama yang agak “asing” dan terdengar seperti sebutan dalam, entah, bahasa Jepang atau lainnya. Meski demikian, nama tersebut lahir bukan tanpa alasan. Ia merupakan singkatan dari ‘Taman Bawaq Kokoq’ yang diambil dari bahasa Suku Sasak (Lombok) –suku terbesar yang mendiami Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Jika diterjemahkan secara bebas, Tabako berarti Taman Bawah Sungai. Sebuah taman yang tak berarti keberadaannya di bawah air sungai. Ia merupakan sebuah istilah tentang sebuah taman yang di sisinya mengalir air sungai yang, di masa lalu, di manfaatkan untuk menghidupi keseharian warga, mulai dari mandi, cuci, kakus hingga keperluan minuman ternak dan mengairi sawah ladang. Kini, Taman Tabako yang berada persis di pinggir Sungai Jangkuk ini menjadi sebuah lokasi yang difungsikan sebagai wilayah ruang terbuka hijau dan wisata kota yang asri, ramah lingkungan dan ramah anak.

Untuk mendukung keberlanjutannya, maka telah diterbitkan SK Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) DAS Jangkuk yang ditandatangani oleh Walikota Mataram. Diharapkan melalui KPP yang ada maka pengelolaan sarana prasarana yang terbangun di kawasan DAS Jangkok dapat termanfaatkan dan terpelihara sesuai dengan awig-awig atau aturan yang telah disepakati.

Seiring dengan itu, pelakanaan kegiatan skala kawasan DAS Jangkuk yang berada di Sub Kawasan 1 ini, Walikota Mataram Ahyar Abduh yang didampingi oleh Ketua DPRD Kota Mataram, Asisten II Provinsi NTB, Kepala Dinas Perkim, Kepala SKPD, Forkopimda, Camat dan Lurah, Kepala Balai BPPW NTB didampingi oleh Kasatker dan PPK, TMC-5, Team Leader OSP-5 NTB dan Tim Korkot maupun Fasilitator Kotaku Mataram melaksanakan acara Serah Terima kegiatan skala kawasan dan yang dirangkai dengan Serah Terima kegiatan BPM skala lingkungan pada hari Senin (28/12/2020).

Kegiatan Serah Terima skala kawasan dilakukan oleh Kepala Balai BPPW NTB yang menyerahkan kepada Walikota Mataram Ahyar Abduh. Selanjutnya Walikota menyerahkan pengelolaan DAS Jangkuk kepada KPP dengan simbolis memberikan SK terbentuknya KPP dan memberikan seragam dan alat kebersihan kepada Satgas Tabako yang pembiayaan operasionalnya diambilkan dari dana APBD Kota Mataram melalui Dinas Perkim Kota Mataram.

Dalam kesempatan itu, Walikota Ahyar menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas hasil pembangunan infrastruktur penataan kawasan DAS Jangkuk yang secara perlahan telah berhasil mengembalikan fungsi sungai dan sempadan sungai sesuai peruntukannya. Dia juga berharap agar sarana prasarana yang telah dibangun dapat dimanfaatkan sebagai pusat pengembangan kesenian dan kebudayaan, di samping sebagai ruang terbuka yang asri bagi warga kota Mataram dan selanjutnya tetap dipelihara oleh KPP. Senada dengan apa yang menjadi harapan Walikota Mataram, Kepala Balai BPPW Provinsi NTB, Ika Sri Rejeki, juga menyampaikan harapannya selepas serah terima agar Pemkot Mataram dapat mendorong KPP dan warga masyarakat sekitar untuk lebih memperhatikan kebersihan kawasan, menjaga sarana prasarana yang terbangun serta memelihara agar berkesinambungan.

Walikota Mataram begitu terpana melihat perubahan yang terjadi. Dari yang semulanya merupakan kawasan kumuh, jalan sempit, penuh sampah dan buangan limbah, DAS Jangkuk kini telah menjadi kawasan yang bersih, indah, tertata rapi, dan hijau. Sangat sesuai dengan konsep awal yang direncanakan yaitu konsep infrastruktur tepi sungai yang hijau (Green Riverside).

Sementara itu, luas Kawasan Kumuh DAS Jangkuk 73.21 hektar atau 24.12% dari luas kawasan permukiman kumuh Kota Mataram. Wilayah ini merupakan Kawasan Strategis Kota dari segi fungsi daya dukung lingkungan hidup dan kepentingan pertumbuhan ekonomi.

Untuk menunjang pengembangannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram memiliki program kali bersih bekerjasama dengan BWS Nusa Tenggara 1 melalui bidang operasional dan pemeliharaan dan melibatkan organisasi masyarakat yang dikenal dengan Komunitas Masyarakat Peduli Sungai (KMPS) di masing-masing kelurahan di sepanjang DAS Jangkuk.

Melalui kegiatan skala kawasan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang berada di tiga wilayah Kelurahan, yaitu Kelurahan Ampenan Tengah, Pejeruk dan Kebon Sari, Kecamatan Ampenan, yang secara pembagian zonasi disebut sebagai Sub Kawasan 1 DAS Jangkuk yang dimulai dari jembatan Udayana menuju barat (bagian hilir) dengan panjang 3,73 kilo meter. Pengembangan DAS Jangkuk melalui penerapan konsep infrastruktur tepi sungai yang hijau (Green Riverside), penataan ruang terbuka hijau dan menjaga proses-proses alami yang terjadi di alam, seperti siklus air hujan, kondisi tanah, dan lain-lain. Konsep tersebut bertujuan membentuk lingkungan dengan proses alami yang terjaga; meliputi manajemen air hujan, manajemen kualitas air, hingga mitigasi banjir.

Pola penataan kawasan DAS Jangkuk yang berada di Sub Kawasan 1 ini dilaksanakan oleh pihak ketiga melalu proses lelang, yaitu PT. Mari Bangun Persada Spesialis dan dilakukan pengendalian oleh Technical Managemen Consultant (TMC-5) NTB. Dengan pagu dana sebesar 9,1 Milyar telah dilaksanakan pembangunan infrastuktur berupa jalan pedesterian, saluran drainase, pembangunan jembatan penghubung, gorong-gorong, jalan lingkungan, IPAL Komunal, perpiaan air kotor, hingga Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang disebut sebagai Tabako.

Harapan ke depan, tentunya, dengan keberadaan Taman Tabako ini dapat menambah keasrian Kota Mataram sebagai Kota yang bertumbuh kembang dengan nuansa wisata kotanya. Dan, Tabako, sekali lagi, akan menjadi ikon baru warga Kota Mataram sebagai ruang publik yang ramah anak, bersih dan dikelola dengan baik sehingga dapat berumur panjang dan berkelanjutan.[NTB]

 

Penulis: Rizal Nopiandi (Askot Safeguard Tim Korkot Cluster 1 Kota Mataram) dan Astar Hadi (Sub TA Komunikasi Kotaku OSP5 NTB)
Program Kotaku Provinsi Nusa Tenggara Barat

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.