Beranda Warta Cerita BKM Kabupaten Kudus Berlatih Olah Sampah

BKM Kabupaten Kudus Berlatih Olah Sampah

Cerita Jawa Tengah Kudus TPA Comments (0) View (76)

Pada pembukaan acara pembukaan Pelatihan Pengolahan Sampah, Kepala Dinas PKP-LH Kabupaten Kudus, Agung Karyanto, mengatakan bahwa kondisi TPA sudah overload dan butuh inovasi pengolahan sampah bersama-sama dengan masyarakat, setiap harinya TPA Tanjungrejo menerima kiriman sampah sekitar 120-130 ton. Luas lahan yang digunakan untuk menampung sampah-sampah ini hanya 4,6 hektare saja, apabila kondisi ini terus berjalan, dikhawatirkan TPA Tanjung Rejo sudah tidak mampu menampung sampah dari masyarakat. Kegiatan ini merupakan serangkaian upaya agar masyarakat Kudus lebih bijak dalam menyikapi sampah yang di hasilkannya.tambahnya.

Kegiatan Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan BKM (Badan Kemasyarakat Masyarakat), rintisan komunitas peduli lingkungan dan Bank Sampah di Kudus, sedagkan metode pelatihan yang dilakunan yaitu dalam kelas dan praktek pengenalan pengolahan sampah organic di TPS3R Rendeng. Di hari pertama pelatihan dilaksanakan 2 sesi, pada sesi pertama dilakukan secara virtual dengan nara sumber Renung Rubiyatadji dari Dinas LH dan aktivitis komunitas pecinta lingkungan dari kota Malang Jawa Timur.

Menurut Renung pengolahan sampah yang baik diawali dari rumah tangga yaitu pemilihan sampah organik dan an organic, sampah an organic bisa jual langsung atau di tabung di bank Sampah sedangkan sampah organic hendaknya dikenalkan secara sederhana mengolah sampah organic dari rumah tangganya menjadi kompos sehingga mengurangi volume sampah yang dibuang di tong sampah.

Renung menambahkan persoalan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah yaitu banyaknya volume sampah organic dibanding sampah anorganik, sehingga fungsi TPA yang seharusnya untuk menampung residu sampah saja sekarang berfungsi menampung sampah organic. Secara umum jenis sampah yang dihasilkan masyarakat 70% organic, 20% an organik, 10% residu, jadi 90% dari 100% sampah itu apabila diolah kembali sangat bermanfaat bagi manusia dari sisi pelestarian lingkungan dan ekonomi, tambah Renung. Renung kali ini juga menceritakan pengalaman tentang Bank Sampah yang dikelola komunitasnya dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu di Malang agar peserta tertarik dengan pengolahan sampah dan timbul semangat untuk segera memulai serta bisa mensosialisasikan di lingkungannya.

Sesi ke-2 oleh Sinta Anggreni dari komunitas kreasi sampah di Kudus, yang meperkenalkan produk sekaligus praktek bahan dari sampah untuk dijadikan barang yang bermanfaat, seperti sepatu, tas, dompet dan hiasan bunga. Pada pelatihan hari-2, peserta diajak ke lokasi TPS3R di Desa Rendeng, Kota, Kudus. Disini peserta diajak untuk belajar bagaimana fungsi TPS3R dari sampah datang dari rumah tangga dan akhirnya dibuang ke TPA yang hanya residu yang tidak bisa diolah lagi di TPS3R ini.

Di tempat ini juga dipraktekan cara mengolah sampah oragnik yang dibuang warga menjadi hal yang bermanfaat untu dibuat kompos, pupuk cair dan bahan makanan untuk hewan yaitu budidaya maggot, untuk mengolah sampah menjadi kompos disampaikan teknisi kompos dari TPS3R Rendeng, sedangkan untuk budidaya maggot yang memanfatkan sampah rumah tangga disampaikan Munaji dan Anshori pelaku pengolahan sampah untuk budidaya maggot di Kudus.

Pada pelatihan beberapa BKM yang belum pernah ikut pelatihan pengolahan sampah di dinas PKP-LH Kudus diundang, salah satunya BKM dari desa Jojo kecamatan Mejobo yang pada pelatihan ini cukup tertarik dan mencoba merintis terbentuknya Bank Sampah, seperti yang disampaikan perwakilan yang hadir pada pelatihan ini.[Jateng]


Penulis: Muhammad Nur Hatta, Faskel Teknik K2 Kabupaten Kudus
Program Kotaku Provinsi Jawa Tengah

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.