Beranda Warta Artikel Demokrasi Berbasis Infrastruktur

Demokrasi Berbasis Infrastruktur

Artikel Jawa Timur Bangkalan Infrastruktur Comments (0) View (461)

Mainstream budaya demokrasi tidak melulu soal pemilu, pilkada, maupun demonstrasi. Banyak hal lain yang dapat dilakukan untuk memupuk budaya demokrasi. Bahkan, kegiatan infrastruktur pun bisa dijadikan media untuk melestarikan budaya demokrasi.

Budaya demokrasi adalah nilai yang harus menjadi sendi dalam kehidupan masyarakat. Nilai yang diterapkan dapat meliputi keadilan, toleransi, persatuan, kerja sama, musyawarah, dan lain sebagainya. Justru, nilai-nilai ini harus ada dalam kegiatan apapun yang berkaitan dengan masyarakat.

Kementerian PUPR melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) maupun program sebelumnya sudah melakukan ini sejak 20-an tahun yang lalu dan berhasil. Sejak awal, Program Kotaku memegang konsep community empowerment untuk mengimplementasikan program. Di sini, masyarakat menjadi subjek dalam pembangunan. Artinya, keterlibatannya tidak hanya sebagai sumber data, tetapi ikut terlibat menentukan kebijakan.

Merujuk pendapat Habermas, demokrasi harus memiliki dimensi deliberatif, yaitu posisi ketika kebijakan publik harus disahkan terlebih dahulu dalam diskursus publik. Dengan demikian, demokrasi deliberatif ingin membuka ruang partisipasi yang luas bagi masyarakat.
Inilah yang dilakukan Program Kotaku. Pembangunan infratruktur, di mana masyarakat diajak membentuk lembaga, berkumpul, musyawarah, menditentifikasi, merencanakan, menentukan, melaksanakan, melaporkan, dan mempertanggungjawabkan. Hal ini tercermin pada tahapan pelaksanaan Program Kotaku pada lokasi BPM maupun pencegahan.

Penerapan budaya demokrasi deliberatif melalui pembangunan infrastruktur ini sangat relevan dilakukan. Hal ini akan mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan, memupuk kebersamaan, meminimalisir korupsi, dan keterbukaan pembangunan.

Sehingga, konsep pembangunan ini harus tetap dilestarikan. Ajak masyarakat untuk membangun, ajak masyarakat untuk peduli, dan jauhkan dari perbuatan korupsi.[Jatim]

 

Penulis: Af Nas, Pelaku Kotaku Kabupaten Bangkalan
Program Kotaku Provinsi Jawa Timur

Editor : Epn

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.