Terjadi di Utan Kayu Utara: Cuma Ambulance yang Ngejogrok, BKM hanya Papan Nama

Comments (0) View (972)

B

BISA jadi, kondisi BKM Utan Kayu Utara ini layak menggambarkan bahwa pendampingan Exit Strategi untuk penguatan BKM 1/1 sangatlah diperlukan guna mengembalikan ‘khittah’ keberadaan BKM di masyarakat. Bahwa BKM adalah sebagai wadah konsultatif masyarakat untuk menanggulangi masalah utamanya terhadap masalah kemiskinan. Sehingga, ketika dana stimulan BLM macet, tidak bisa dijadikan alasan pembenar untuk BKM mencatatkan diri sebagai lembaga yang sudah tidak berdaya.

Dan, serapi-rapinya bangkai terbungkus, akhirnya tercium juga. Mungkin pepatah ini cocok untuk menggambarkan keberadaan BKM Utan Kayu Utara, Matraman, Jakarta Timur, sekarang ini. Berdasarkan hasil pantuan Tim Pusinfo beberapa kali ke sekretariat BKM, menunjukkan bahwa kantor tersebut hanya memasang papan nama ditambah keberadaan ambulance yang nongkrong di depannya, sementara bentuk aktivitas keseharian tidak nampak terjadi. Yang muncul dan menjadi pertanyaan adalah apakah BKM Utan Kayu Utara sudah kolaps akibat dampak macetnya pinjaman bergulir di masyarakat ? Nampaknya, masih harus diselidiki.

Menurut beberapa sumber, diindikasi terjadinya kemacetan dana pada BKM Utan Kayu Utara lebih pada figur KSM peminjam yang punya kedekatan dengan para pengurus. Namun, sepertinya tidak proporsional apabila alasan kemacetan dana menjadikan BKM harus tutup kantor, terlebih apabila menilik pada tujuan dasar keberadaan BKM yakni sebagai wadah konsultatif bagi masyarakatnya, utamanya terhadap persoalan penanggulangan kemiskinan. Kalau sudah begitu, bisa disimpulkan bahwa pembangunan ‘capacity building’ atas prinsip dan nilai P2KP pada BKM Utan Kayu Utara mungkin relatif gagal.

Hal ini bisa dibuktikan dari beberapa warga yang ketika dikonfirmasi tentang keberadaan BKM, rata-rata menyatakan tidak tahu. Pemahaman masyarakat tentang P2KP juga sangat rendah. Berdasarkan catatan Pusinfo, sekitar dua tahun silam saat BKM masih menempati kantor lama, BKM masih terlihat relatif aktif secara rutinitas, dalam arti setiap tanggal 10, BKM selalu mengadakan pertemuan untuk menginventarisir masalah–masalah yang terjadi di BKM dengan melibatkan seluruh KSM.

Namun, akhir–akhir ini BKM Utan Kayu Utara mengalami kemunduran. Kantor BKM yang telah pindah, diindikasi tanpa aktivitas terbukti dengan ‘rolling door’ nya senantiasa tertutup rapat alias tidak pernah buka. Ditambah dengan keberadaan ambulance milik BKM yang juga relatif tidak pernah digunakan dan hanya nongkrong di depan kantor BKM. Pertemuan dengan KSM juga telah jarang dilakukan. Sehingga, praktis keberadaan BKM Utan Kayu Utara sekarang hanya tinggal papan nama saja. (SM; Yanti)

0 Komentar