Beranda Warta Berita Memorandum Pencegahan Kumuh Kabupaten Badung Tuntas Terpadu

Memorandum Pencegahan Kumuh Kabupaten Badung Tuntas Terpadu

Berita Bali Badung Covid-19 Comments (0) View (108)

Kabupaten Badung merupakan salah satu dari 5 (lima) kota/kabupaten di Provinsi Bali yang menjadi lokasi sasaran program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU). Kabupaten Badung memiliki luas wilayah 41.852 ha yang terbagi dalam 6 (enam) kecamatan yaitu Kuta Selatan, Kuta, Kuta Utara, Mengwi, Abiansemal dan Petang. Lokasi sasaran program KOTAKU adalah Kecamatan Kuta dan Kuta Utara dengan total dampingan 11 (sebelas) desa/kelurahan. Kabupaten Badung tidak memiliki lokasi kumuh sehingga merupakan kategori lokasi pencegahan kumuh. Sebagai lokasi pencegahan kumuh Kabupaten Badung melalui program KOTAKU melakukan kajian guna melakukan upaya pencegahan kumuh. Kajian tersebut melalui pendataan profil permukiman pada tahun 2017, serta ditindaklanjuti dengan penyusunan memorandum program pencegahan kumuh pada tahun 2018.

Memorandum program pencegahan kumuh Kabupaten Badung disusun oleh Pokja PKP (Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman) dengan memperhatikan pula lokasi berpotensi kumuh serta perencanaan penataan lingkungan permukiman (RPLP) yang disusun di masing-masing desa/kelurahan. Berdasarkan kajian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa lokasi berpotensi kumuh berada pada lahan milik pribadi yang disewakan serta bantaran sungai. Sejalan dengan perencanaan tingkat desa/kelurahan Pokja PKP Kabupaten Badung menetapkan lokasi prioritas pencegahan kumuh adalah kawasan bantaran Tukad Yeh Poh yang melintasi Desa Dalung, Kelurahan Kerobokan Kaja serta Desa Tibubeneng. Kondisi pada bantaran Tukad Yeh Poh berpotensi kumuh dikarenakan sudah adanya bangunan di bantaran serta kondisi sungai yang tercemar oleh limbah dan sampah serta kondisi bantaran yang belum tertata, namun memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi tempat rekreasi baru.

Kabupaten Badung sebagai pusat akomodasi wisata di Provinsi Bali merupakan barometer kondisi Bali di kancah internasional. Hal ini mengharuskan Kabupaten Badung tampil prima di segala lini. Sebagai barometer paling tidak Badung haruslah bebas kumuh, asri di depan dan belakang serta wilayah perumahan dan kawasan permukiman Badung tetap layak huni, selain untuk hunian masyarakat setempat terlebih lagi menjadi pusat akomodasi wisata. Hal ini pulalah yang mendasari konsep pencegahan kumuh di Kabupaten Badung dapat berdampak pula pada pengenbangan akomodasi wisata baik domestik maupun mancanegara.

Memorandum program pencegahan Kabupaten Badung mengangkat tema “Water Front” yang mana menitikberatkan pada konsep bahwa sungai untuk kehidupan masyarakat “Hindu Bali” khususnya adalah suci dan secara luas bahwa sungai bukanlah halaman belakang yang identik dengan saluran pembuangan limbah dan sampah. kelestarian sungai di Kabupaten Badung akan berdampak pula pada kelesatarian kawasan pantai yang menjadi asset utama wisata di Kabupaten Badung. Menyadari hal tersebut, memorandum program tersebut menjadi dasar konsep perencanaan SISTER (Sistem Penataan Sungai Terpadu) oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Badung. Pada Tahun 2019 bahkan dibentuk tim teknis guna menindaklanjuti perencanaan tersebu yang melibatkan pula tim pendamping program KOTAKU Kabupaten Badung.

Adapun kawasan prioritas penataan adalah bantaran Tukad Yeh Poh yang belum terkelola dengan baik sehingga berpotensi kumuh, rawan banjir. Adapun ouput yang diharapkan dari perencanaan tersebut adalah (1) memorandum program penataan DAS (Daerah Aliran Sungai) di Kabupaten Badung yang tahap awal diprioritaskan di bantaran Tukad Yeh Poh sesuai memorandum program serta perencanaan tingkat desa/kelurahan, (2) Pengelolaan sungai yang terpadu dan komprehensif (3) partisipasi masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan (4) permukiman pinggir sungai yang layak huni, tertata, bebas kumuh, bebas banjir (5) pemanfaatan lahan masyarakat di bantaran sungai dengan maksimal dan terarah untuk pengembangan usaha mikro.

Gagasan pengembangan Penataaan Lingkungan di Sepanjang Sungai Kawasan Tukad Yeh Poh di Desa Dalung, Kelurahan Kerobokan Kaja dan Desa Tibubeneng ke depan adalah terwujudnya kawasan permukiman berbasis lingkungan, Kombinasi lahan yang ada memerlukan sentuhan khusus sehingga dapat terintregrasi saling mendukung satu sama lain yang memiliki nilai estetika, budaya dan keekonomian lebih tinggi.

Untuk mewujudkan gagasan tersebut maka langkah-langkah yang akan dilakukan diantaranya adalah penataan dan pembuatan senderan sungai di sepanjang Sungai Kawasan Tukad Yeh Poh, pengembangan dan peningkatan jalan setapak yang sudah ada yang dapat dipergunakan baik untuk sirkulasi pejalan kaki, kegiatan jalan sehat dan Joging track serta kegiatan memancing di sepanjang Sungai Kawasan Tukad Yeh Poh. Selain itu, ada penataan jalur sarana dan prasarana pembuangan air hujan/drainase, pembuangan air limbah dan air Kotor rumah tangga di sepanjang sungai Tukad Yeh Poh, penataan serta pengolaan persampahan disepanjang Sungai Tukad Yeh Poh, dan pembuatan kesepakatan pengelolaan kawasan supaya terwujud tujuan pengembangan di atas.

Memorandum program pencegahan kumuh Kabupaten Badung yang telah disahkan oleh Bapak Bupati Badung secara perencanaan telah final sehingga diperlukan tindaklanjut pelaksanaan kegiatan oleh OPD dan stakeholder terkait yang mengalami kendala pada tahun 2020 diakibatkan pengarusutamaan anggaran guna penanggulangan dampak covid-19.[Bali]

 


Penulis: Wayan Parwati, Koordinator Kota Bali
Program Kotaku Provinsi Bali

Editor : Epn

 

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.