Beranda Warta Berita Direktur PKP: Kegiatan IBM 2021 Bukan "Business As Usual"

Direktur PKP: Kegiatan IBM 2021 Bukan "Business As Usual"

Berita Sosialisasi Nasional IBM 2021 Comments (2) View (1021)

Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman, Ditjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) Wahyu Kusumosusanto menegaskan bahwa kegiatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) tahun anggaran 2021 bukanlah 'business as usual'. "Mindset teman-teman harus diubah, karena sekarang kita diharapkan bisa memendekkan kontrol kita, agar bisa segera turun langsung menindaklanjuti jika ada masalah di lapangan," ujar Wahyu saat membuka kegiatan Sosialisasi Nasional (Sosnas) Kegiatan IBM 2021 di Ambhara, Jakarta, pada Senin (1/3).

Sosnas Kegiatan IBM 2021 ini dilaksanakan dengan dua metode: langsung dalam satu ruangan yang dihadiri beberapa peserta dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Metode kedua dilakukan secara online (daring) melalui videoconference, serta disiarkan secara live di YouTube Kotaku Nasional. Acara ini dihadiri oleh seluruh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) se-Indonesia yang melaksanakan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) dan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di provinsi.

Direktur PKP Wahyu Kusumosusanto mengingatkan, pelaksanaan kegiatan IBM harus memiliki target penyelesaian yang jelas dengan mengikuti timeline yang sudah ditentukan. Untuk itu, PPK PKP dapat menyusun strategi percepatan dan inovasi. Penyerapan dan pelaksanaan PKP diharapkan dapat dimulai Maret 2021, sesuai target yang ditetapkan.

Apalagi ada perubahan jumlah lokasi cukup signifikan untuk kegiatan PISEW dan Program Kotaku. Untuk PISEW, lokasi dampingan menjadi 1.500 kecamatan yang dilakukan dalam dua tahap: Tahap I 900 lokasi dan Tahap II 600 lokasi, dengan target tenaga kerja 38.012 orang. Sedangkan untuk Program Kotaku, lokasi dampingan sebanyak 2.099 kelurahan untuk melaksanakan kegiatan program reguler, livelihood, Department of Foreign Affairs and Trade, Australian Government (DFAT) dan Cash For Work (CFW), dengan target tenaga kerja 49.379 orang.

Program Kotaku, menurut Wahyu, membawa dua jenis kegiatan baru dalam IBM, yakni CFW dan DFAT. Mekanisme CFW pada dasarnya adalah menyediakan pendapatan dengan menciptakan lapangan kerja sementara tidak hanya bagi masyarakat terdampak Covid 19 namun bagi masyarakat miskin di perkotaan. Pada intinya, program Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Kotaku CFW nantinya akan memberikan upah langsung tunai kepada tenaga kerja lokal yang terlibat. Untuk itu, target penyerapan tenaga kerja dan hari orang kerja (HoK) harus diperhatikan.

"Presiden Joko Widodo mengharapkan Menteri PUPR memperbanyak program padat karya pada awal 2021 sebanyak 2-3 kali lipat. Hal ini mengingat perekonomian negara, bahkan global, mengalami perlambatan akibat Pandemi Covid-19 yang hingga sekarang belum selesai. Berdasarkan data Bappenas pengangguran untuk 2021 bisa mencapai 10-15 juta orang. Untuk itu, program padat karya dari PUPR diharapkan dapat membantu menstimulus peningkatan ekonomi nasional untuk rakyat Indonesia, mendorong perekonomian masyarakat," ujar Direktur PKP Wahyu Kusumosusanto. 

Adapun kegiatan Hibah DFAT, merupakan salah satu bentuk kolaborasi pada Program Kotaku dalam upaya peningkatan kualitas permukiman kumuh perkotaan, khususnya infrastruktur akses air minum dan sanitasi untuk memenuhi target minimal layanan 80 persen di lokasi kumuh yang sudah ditangani.

Wahyu mengatakan, dalam melaksanakan kegiatan IBM 2021 hendaknya melakukan identifikasi awal lokasi yang berpotensi untuk dilakukan percepatan pelaksanaan kegiatan, mengidentifikasi dan inisiasi awal untuk membentuk Lembaga Pelaksana kegiatan IBM PKP di tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan. Kemudian berkoordinasi dan melakukan pendekatan kepada pemda untuk menyusun Surat Kesanggupan Menerima Hibah (PMK 208 Tahun 2020 Tentang Tata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2021), serta melakukan proses perekrutan personel yang terlibat dalam kegiatan IBM dan sesuai alokasi setiap provinsi, dengan proses kontrak menunggu revisi DIPA. [Redaksi]

2 Komentar


  1. Posted by Rafli Fadillah | Mar 3, 2021

    bagus


  2. Posted by Ahmad Asep Kurniawan | Mar 4, 2021

    Mantap

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.