Beranda Warta Berita Skema Cash For Work sebagai Upaya Mitigasi Pandemi

Skema Cash For Work sebagai Upaya Mitigasi Pandemi

Berita KMP TOT Pelatihan CFW 2021 Comments (0) View (1882)

Melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memulai upaya mitigasi terhadap pandemi Covid-19 dengan memberikan penghasilan tambahan untuk kelompok berpenghasilan rendah melalui skema Cash for Work (CFW). Hal ini disampaikan Program Management Unit (PMU) Program Kotaku yang diwakili oleh Analis Monev dan Pelaporan PMU Mochammad Reyhan Firlandy ketika membuka Training of Trainer Pelatihan untuk CFW melalui daring, Selasa (9/3).

CFW, menurut Reyhan, bertujuan untuk memberikan bantuan tunai kepada masyarakat terdampak Covid-19 yang mengalami Putus Hubungan Kerja (PHK) dan masyarakat yang mengalami penurunan/kehilangan pendapatan. Selain itu juga CFW bertujuan memulihkan perekonomian masyarakat untuk mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi paska Covid-19, khususnya di perkotaan, membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan daya beli masyarakat terdampak Covid-19, serta pemeliharaan aset infrastruktur yang dibangun Program Kotaku melalui pemeliharaan dan perbaikan.

Di hadapan 407 peserta TOT Pelatihan CFW yang terdiri atas Team Leader dan Tenaga Ahli OC/OSP se-Indonesia, TA Reyhan menyebutkan kegiatan CFW akan dilaksanakan di 1.632 desa/kelurahan. Pelaksanaan CFW menjadi tantangan karena dilaksanakan dalam waktu relatif sangat cepat tanpa mengurangi kualitasnya. Untuk itu harus mempertimbangkan hal-hal seperti pelaksanaan kegiatan harus sesuai ketentuan yang berlaku--dalam hal ini Prosedur Operasional Standar (POS) CFW.

Selain itu, pelaku Kotaku juga hendaknya mengutamakan manajemen risiko, salah satunya dengan memastikan seluruh pelaku paham terhadap substansi dan tujuan dan tatacara pelaksanaan CFW. Pelaksanaan pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur juga harus berkualitas, sesuai dengan standar Kementerian PUPR. Kemudian, hasil kegiatan harus dibuatkan laporan pertanggungjawaban dan dokumentasi yang lengkap sesuai ketentuan.

"Saya tahu ini bukan pekerjaan mudah, tapi saya meyakini ini pekerjaan ini bisa kita lalui dan selesaikan sesuai target dan dengan kualitas yang baik. Karena orang-orang Kotaku adalah pejuang dan pemberdaya sejati," kata Reyhan.

Di sisi lain, mengingat kegiatan CFW agak berbeda dengan kegiatan reguler maka diharapkan semua peserta TOT memahami dengan baik mengenai CFW, karena OC/OSP harus melatihkan kembali kepada Tim Korkot, Tim Faskel, bahkan ke masyarakat.

Adapun TOT dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman terhadap maksud, tujuan dan mekanisme pelaksanaan CFW, meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta melakukan survei kerusakan sarana dan prasarana serta seleksi calon tenaga kerja, meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam melaksanakan kegiatan CFW, serta meningkatkan pemahaman dan keterampilan memfasilitasi pelatihan CFW di tingkat provinsi.

Terkait hal itu, diharapkan pihak OC/OSP berkoordinasi juga dengan Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah (BPPW) dan Pemda. "Karena akan banyak hal menyangkut kebijakan daerah berkaitan dengan CFW. Misalnya soal aset dan besaran upah tenaga kerja," kata Reyhan.
Apalagi, lanjutnya, dari hasil sosialisasi nasional kemarin masih banyak pertanyaan yang berkaitan dengan lokasi, penanganan kerusakan infrastruktur, pembayaran upah dan rekrutmen. Ini semua sebenarnya sudah diatur dalam POS CFW. "Oleh karena itu teman-teman harus memahami POS. Jika ada yang belum jelas, diskusikan dengan teman-teman KMP dan Advisory," tegasnya.

TOT Pelatihan CFW dilaksanakan selama dua hari melalui daring, pada Selasa dan Rabu (9-10 Maret 2021) mulai pukul 08.30 hingga 15.00 WIB. Di hari pertama, peserta melakukan pre test, kemudian materi "Tujuan dan Mekanisme Pelaksanaan CFW" oleh narasumber Ayi Sugandhi dari Advisory Kotaku, "Survey Kerusakan Sarana dan Prasaran dan Seleksi Calon Tenaga Kerja" oleh TA Infrastruktur KMP Pramuji, serta "Penyusunan Proposal Kegiatan" oleh Sub TA Infrastruktur KMP Ali Imron.

Hari kedua, peserta akan dibagi ke dalam dua kelas: Kelas Infrastruktur, Monev dan Kelas Pengelolaan Keuangan. Untuk Kelas Infrastruktur akan mendapatkan materi "Teknis Pemeliharaan Kegiatan Sarana dan Prasarana" oleh TA Infrastruktur KMP Sugiyanto, dan "Pengendalian Kegiatan CFW" oleh Sub TA Infrastruktur Irmansyah. Sedangkan di Kelas Pengelolaan Keuangan akan mendapatkan materi "Tatacara Pengelolaan Keuangan Kegiatan CFW" serta "Pengendalian dan Pelaporan Keuangan Kegiatan CFW" yang dibawakan secara tandem oleh TA Manajemen Keuangan dan Livelihood (MKL) Mohammad Ihsan dan Muhammad Firdaus. Berikutnya kelas akan digabung dan mendapatkan materi "Pengelolaan SIM dan QS Kegiatan CFW" oleh TA Sistem Informasi Manajemen KMP Trisetyo Budiyanto dan Toni Iskandar, "Belajar dari Temuan Lapangan" oleh TA Pengelolaan Informasi dan Masalah KMP Fadlan dan Leo Saripianto dan TA MKL Moh. Ihsan, "Pelatihan dan Sosialisasi CFW" oleh TA Pelatihan KMP Imanuddin dan Boyke Nugraha bersama TA Komunikasi KMP Iroh Rohayati Fatah dan Tristiani Susanti. Peserta juga akan mengisi post test. [KMP/Redaksi]

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.