Beranda Warta Berita Komitmen Obyektif Warnai Seleksi Fasilitator UPP 2/2

Komitmen Obyektif Warnai Seleksi Fasilitator UPP 2/2

Comments (0) View (1400)

A

AGENDA briefing Pemantapan Persiapan Pelatihan Dasar Fasilitator yang berlangsung di Konsultan Manajemen Pusat pada 9 November 2004 lalu, menjadi ajang diskusi antar KMW tentang proses seleksi Fasilitator yang rata-rata tengah atau baru selesai dilaksanakan. Banyak hal menarik menyangkut isu-isu strategis berkaitan dengan rekruitmen Faskel di wilayah sasaran P2KP 2/2. Dan yang pasti, semua sepakat pada satu komitmen bahwa seleksi Fasilitator harus benar-benar berlangsung secara fair dan objektif mengingat fungsi Fasilitator yang sangat krusial dalam perubahan sosial di masyarakat.

Salah satu petikan contoh lapang tentang rekruitmen Fasilitator dipaparkan Team Leader KMW 14 (2/2), Drs. Anton Lami Suhadi, M.Si. Anton memaparkan mekanisme yang digunakan dalam proses penseleksian tenaga Fasilitator di wilayah KMW 14 yang sangat integratif. "Paling utama di dalam rekruitmen ini bahwa pihak Konsultan tidak berjalan sendiri, namun juga melibatkan unsur Pemda setempat," papar Anton mengawali wawancara. "Disamping itu, instansi di daerah juga ikut membantu dengan memfasilitasi berbagai hal," lanjut Team Leader ini.

Dalam kerangkanya, tahapan test/seleksi Fasilitator dibagi dalam 4 bagian. Pertama, tes tentang substansi materi; kedua, tes tentang teknik fasilitasi; ketiga, tes metodologi dan terakhir, tes partisipasi. Dan, yang tak kalah pentingnya, ada juga tambahan tes tentang kemampuan FGD (Focus Discussion Group) yang dilakukan secara kelompok dengan masing-masing 9 orang peserta. Dalam tes FGD, setiap kelompok diberi waktu 20 menit untuk berargumentasi dan menyampaikan pendapatnya. Menurut Anton, dalam model tes ini akan terlihat kemampuan masing-masing individu dalam kelompoknya. Ketika ditanya filosofi dari tes FGD ini, Anton menjelaskan bahwa semata-mata ingin menunjukkan obyektivitas penilaian akan kemampuan riil yang dimiliki Fasilitator. "Bahwa kita memang benar-benar sedang membutuhkan sumber daya yang sangat berkompeten dengan pemberdayaaan masyarakat, dan ini hanya bisa dibuktikan dengan seleksi yang mendalam," ungkap Anton.

Prioritas seleksi Fasilitator memang punya kecenderungan pada mengutamakan Fasilitator mantan P2KP, walau Anton juga tetap memberikan kesempatan luas bagi peserta non P2KP (terutama pada bidang yang sama ataupun pernah berkecimpung di LSM) untuk ikut bersaing. Walau, perlu digarisbawahi bahwa jam terbang atau pengalaman yang banyak juga belum tentu menjadi jaminan untuk bisa diterima. "Semua tergantung pada hasil tes dan pemenuhan persyaratan dalam proses seleksi," tegas Anton.

Ketika disinggung tentang maraknya intervensi pihak ketiga yang umumnya terjadi saat proses seleksi Fasilitator, Anton mengakui memang kerap ada. Namun di wilayahnya sebatas hanya rekomendasi-rekomendasi dari pihak Pemda, yang itupun hanya diberikan bagi calon-calon yang memiliki nilai yang rata-rata baik. "Biasanya Pemda memberikan rekomendasi pada mereka yang telah lama membantu Pemda setempat dalam program pemberdayaan masyarakat," tutur Anton.

Untuk pelaku lama, yakni mantan Fasilitator di P2KP tahap sebelumnya, pihak KMW melakukan rekruitmen berdasar pertimbangan rekomendasi TL di KMW sebelumnya, yang itu pun juga masih mempertimbangkan beberapa kriteria lain. Yang pasti, sebagai dasarnya adalah pengalaman dan masa bakti Fasilitator serta kinerja selama di P2KP ditambah dengan pengabdian plus apabila ikut proses perpanjangan yang ditentukan dalam jumlah tahun bekerja. Meski demikian relatif ketatnya proses seleksi ini, tenaga-tenaga berpengalaman belum tentu bisa tercover semuanya, yang menurut Anton hanya akan diterima sekitar 50 orang saja. Sedangkan untuk kebutuhan cadangan, dalam proses seleksi ini, KMW 14 akan merekrut sebanyak 106 calon Fasilitator dengan rincian sebagian dari Non P2KP dan sebagian dari P2KP yang tidak direkomendasikan plus 20% tenaga cadangan (sekitar 10 orang).

Berdasarkan hasil penilaian Tim Seleksi yang diupayakan obyektif tersebut serta ditunjang adanya kerjasama yang harmonis dengan pihak Pemda, diharapkan tidak ada istilah titipan orang atau katabelece, dari pihak manapun. Dan, harapan ini untuk wilayah 14, sepertinya telah terbukti dengan relatif tidak adanya tekanan maupun intervensi dari pihak ketiga termasuk Pemda. "Yang paling menarik saat ini adalah bahwa Pemda telah memahami permasalahan rekruitmen ini sesuai dengan koridor dan telah pula memiliki komitmen sehingga tidak ada lagi kesan instansi di daerah itu memaksakan diri lagi untuk memasukan orang," tambah Anton.

Diakui Anton, bahwa respon serta pemahaman Pemda di wilayahnya sangat tinggi dan relatif bagus, baik dalam penerimaan sosialisasi maupun soal penyiapan/seleksi Fasilitatornya. Bahkan dalam audiensi KMW dan Pemda, pihak Bupati/Walikota dan DPRD--seperti yang terjadi di Wonogiri--sangat menerima dan respect akan pemahaman yang telah dilakukan oleh KMW 14. "Bahkan dalam sidang plenonya, Bupati dan DPRD Wonogiri memberikan aplaus panjang terhadap paparan kami," ungkap Anton.

Untuk wilayah KMW 14 sendiri, dibagi dalam 5 cakupan wilayah Koordinator Kota (Korkot). Untuk Korkot 1 membawahi Kabupaten Klaten dengan jumlah personil 20 Faskel (termasuk SF), Korkot 2 membawahi Klaten Timur dengan jumlah personil 16 orang, wilayah Korkot 3 membawahi Sukoharjo dengan jumlah personil sebanyak 16 orang, Korkot 4 membawahi Kabupaten Wonogiri yang akan dicover oleh 20 orang, dan terakhir Korkot 5 membawahi 3 Kabupaten yakni Karang Anyar, Sragen dan Grobongan dengan personil Faskel masing-masing berjumlah 7 orang.

Perihal jadwal Pelatihan Dasar bagi Fasilitator dan SF di wilayah KMW 14, menurut Anton akan diagendakan pada 23 November sampai 30 November 2004 yang akan dilaksanakan secara cluster. Dengan dibagi menjadi 4 kelas dimana setiap kelasnya akan diisi oleh 27 orang, diharapkan pelatihan akan berlangsung secara efektif. Dan untuk itu telah direncanakan bahwa KMW 14 akan menggunakan 2 kelas Gedung Pertemuan YIS Surakarta dan 2 kelas lagi di Balai Pertemuan SC Suharso. "Sesudah dilatih selama kurang lebih 8 hari, Faskel akan segera dimobilisasi sekitar 6 Desember 2004," imbuh Anton seraya mengakhiri pembicaraan. (Heroe/Sarim; Yanti)

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.