Beranda Warta Berita Rekrutmen Faskel KMW 12 (2/2) Diwarnai Tekanan Berbagai Pihak

Rekrutmen Faskel KMW 12 (2/2) Diwarnai Tekanan Berbagai Pihak

Comments (0) View (979)

P

P2KP 2 tahap 2 datang di belahan Jawa Selatan, ternyata sudah ditunggu banyak kalangan. Bukan hanya Pihak Pemda sebagai calon penerima bantuan program, namun terutama sangat diharapkan oleh pelaku lapangnya alias siapa saja yang tergerak untuk menjadi Fasilitator Kelurahan P2KP.

Wilayah sasaran P2KP 2/2 ini mencakup 7 kota/kabupaten di propinsi Banten dan Jawa Barat, 11 kabupaten di propinsi Jawa Tengah serta sebanyak 8 kabupaten di propinsi Jawa Timur. Sedangkan pembagian wilayah kerja untuk konsultannya ditentukan dalam 6 wilayah mulai dari KMW 11 hingga KMW 16.

Melihat lebih sedikitnya lokasi sasaran dari P2KP 2/2 ini bila dibandingkan dengan P2KP 1/1 dan  P2KP 1/2, maka dapat dibayangkan semakin kecilnya kesempatan bagi Faskel terlibat kembali sebagai pelaku lapang. Diperkirakan dari sekitar 1600 stock Faskel yang ada sekarang ini, tidak lebih dari 30% nya yang akan direkrut di P2KP 2/2.

Dari Surat Kepala PMU P2KP Nomor: UM.01.11-Ma/……….pada tanggal 19 Agustus 2004, tentang: pengadaan/seleksi calon Fasilitator Kelurahan P2KP 2/2 dan ditindaklanjuti dengan Kerangka Acuan Rekruitmen/pengadaan Fasilitator yang dikeluarkan oleh KMP yang intinya menyebutkan bahwa proses pengadaan/seleksi Faskel berprinsip pada asas transparansi dan kompetensi. Minimal ada 2 hal sebagai dasar pemikiran; pertama bahwa dinamika dan pengalaman yang terjadi pada pendampingan pelaksanaan P2KP 1 menjadi landasan dan modal dasar utama untuk melakukan pendampingan dan fasilitasi pada masyarakat bagi para pelaku P2KP khususnya pada Fasilitator; dan kedua, diperlukan tenaga-tenaga pendamping/Fasilitator yang memiliki  kemampuan dan pemahaman yang utuh terhadap prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang hendak ditransformasikan kepada masyarakat kelurahan sasaran disamping kemampuan dasar dalam hal pemberdayaan masyarakat (‘community base’). 

Mengacu hal tersebut, pertengahan Oktober 2004 secara serentak mulai KMW 11 hingga KMW 16 memasang iklan di surat kabar daerah tentang penerimaan Fasilitator P2KP. Persoalannya sekarang adalah membludaknya jumlah pelamar dari berbagai kalangan peminat mulai mantan Faskel P2KP hingga yang non P2KP. Ini tentu tidak seimbang dengan jumlah penerimaan yang sedikit. Walhasil, seleksi dalam rekruitmen Faskel tentunya akan bertambah kompetitif.

Problem mulai muncul terutama di pihak KMW selaku penanggungjawab rekruitmen Faskel di tingkat wilayah, seperti yang kini terjadi di KMW 12 (2/1) sebagaimana diungkapkan Koordinator Kota (Korkot) Garut, Jawa Barat yang juga mantan STL Bekasi/Depok pada KMW 3 (1/2). Korkot Garut, Ir. Ayi mengeluhkan tentang tidak sedikitnya desakan dari pihak Pemda untuk menitipkan ‘orang-orangnya’ sebagai Faskel. Dus, bukan hanya itu, desakan juga datang dari unsur pejabat eksekutif, legislatif serta pihak LSM setempat.

Masih menurut Ayi, tekanan-tekanan yang datangnya bertubi-tubi pada pihak KMW berbentuk surat kaleng, katabelece dan lain sebagainya, sangat merisaukan dan menekan secara psikologis. Hampir setiap saat pihak LSM setempat yang mengatas namakan Gabungan LSM Garut, mencoba mempengaruhi KMW bahkan dengan cara-cara teror. “Kami (LSM) menerima kehadiran P2KP dengan catatan bahwa Fasilitator harus dari putera daerah, bila kehendak ini tidak diakomodasikan, maka kami akan melakukan aksi,“ demikian ungkap Ayi menirukan ancaman dari wakil LSM setempat kepada Pusinfo via telepon pada Senin (01/11) lalu.

Menanggapi tekanan ini, pihak KMW 12 menjelaskan kepada semua pihak bahwa KMW bukan pada posisi yang mengeluarkan aturan main rekrutmen Faskel, melainkan sebagai pihak yang dengan tegas dan konsekuen melaksanakan aturan dari pusat. Dan pihak panitia penerimaan Faskel akan mengamankan aturan dari pusat dengan melaksanakannya secara proposional, transparansi dan akuntabel.

Sebagai contoh Ayi juga mengungkapkan: “Keponakan dari Ketua Yayasan LPP YIN (Letnan Jenderal Purn. Achmad Rustandi, SH) pada seleksi administrasi digugurkan karena tidak memenuhi salah satu persyaratan yaitu berpengalaman kurang dari 2 tahun. Pemenuhan aturan main harus kami lakukan dengan konsekuen terhadap pihak manapun, tanpa kecuali!”, ungkap Ayi. “Kebijakan yang tegas ini terpaksa dilakukan mengingat keberhasilan program ini sangat diharapkan tercapai bila diperoleh Fasilitator yang mampu melaksanakan pendampingan di masyarakat, memiliki pengalaman dan kemampuan sesuai yang ditentukan,” ujar Ayi sembari menutup pembicaraan.

Ketegasan sikap dari KMW 12 ini sepertinya patut diacungkan jempol, karena telah melakukan koridor aturan yang telah disepakati bersama. Kompetisi memang harus dilakukan secara fair dengan harapan akan mampu menghasilkan Fasilitator yang memiliki kemampuan pemberdayaan tinggi, daya tahan dan mental yang ampuh serta komitmen kemasyarakat yang benar. Karenanya, bila hal ini tidak dilakukan, maka pihak Konsultan sendiri yang akan mengalami kesulitan di kemudian hari berkenaan dengan kinerja Fasilitatornya. (Heroe; Yanti

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.