Penolakan Berbuah Dukungan buat CFW Dukuh Pelem

Program Kotaku Kotaku DIY Yogyakarta Bantul PIM CFW Comments (0) View (445)

Berawal dari bulan Mei disaat saat kegiatan CFW dukuh Pelem akan dilaksanakan, tiba-tiba ada beberapa warga menolak kegiatan perbaikan saluran. Penolakan tersebut karena jalan yang mereka lewati akan dijadikan saluran yang membuat berkurangnya lebar  ukuran jalan. Warga yang menolak tersebut sebagian adalah warga pendatang yang semula belum tau kondisi sebenarnya tanah tersebut. “ warga menolak kegiatan perbaikan saluran di dukuh pelem, karena berasumsi jalannya dibuat saluran’’ Karena penolakan warga yang mengakibatkan kegiatan belum terlaksana maka bu dukuh Pelem melakukan rembug warga untuk mencari jalan keluar. Debat warga yang cukup memberikan situasi yang harus segera di tangani, hal ini di cari titik kebenarannya. Dan masalah ini tercatat dalam sistem pusat Pengelolaan Informasi dan Masalah Program Kotaku dengan nomor registrasi 000634020621.

Malam itu tepatnya hari Selasa tanggal 1 bulan Juni tahun 2021, warga di kumpulkan untuk bermusyawarah dan diberikan penjelasan atas status tanah.  Status tanah dilihat dari petok tanah merupakan parit atau saluran. Batas-batas tanah di tunjukkan kepada warga. Dengan melalui pemahaman dan bukti akan tanah maka warga yang menolak semakin mengetahui dan paham kalau memang lokasi tersebut merupakan lokasi saluran. Pada saat usulan awal kemungkinan tidak hadir jadi ketika kegiatan mau berlansung ada penolakan kegiatan. Setelah melalui pemahaman yang cukup serius akhirnya pada malam itu juga di bahas persiapan pelaksanaan program.

“rembuk warga yang dilakukan bu dukuh untuk membuktikan kegiatan perbaikan saluran, ada beberapa warga menolak yaitu warga pendatang yang belum tau kalau tanah tersebut semula adalah saluran yang ditutup menjadi jalan, bu sri (dukuh) menunjukkan keterangan tanah dan batas-batasnya kepada warga sehingga warga menerima kegiatan tersebut, dan ada tindak lanjut untuk kesepakatan swadaya dan diajukan usulan ke tingkat kalurahan sebagai kelanjutan program”

Warga semakin antusias dalam melaksanakan kegiatan bahkan jika kegiatan saluran ini diteruskan dengan pembangunan yang baik warga akan menyiapkan swadaya kegiatan. Akhirnya rembug warga dukuh pelem tersebut menyepakati untuk diusulkan ke Kalurahan untuk diajukan menjadi pembangunan saluran yang permanen. Menurut pendapat bu dukuh Pelem ibu Sri mulatinah tersebut kegiatan CFW nantinya akan di usulkan menjadi pembangunan saluran  permanen dan ini disetujui oleh pihak Kalurahan. Warga dukuh pelem sudah menyatakan kesediaan swadaya dalam rangka pembangunan berkelanjutan. 

Dari permasalahan penolakan warga terhadap kegiatan perbaikan saluran akhirnya berujung kepada dukungan warga terhadap perbaikan saluran bahkan akan dilanjutkan menuju pembangunan saluran yang memadai. Selain hal tersebut ada beberapa orang dari warga dukuh Pelem ketika di konfirmasi melalui monitoring kegiatan CFW warga sangat senang dengan adanya kegiatan program CFW yaitu salah satunya perbaikan saluran, karena dengan kegiatan yang di motori kotaku ini, warga lingkungan bisa mempunyai pendapatan dari pekerjaan tersebut. Kareana selama pandemi sangat sulit mencari pekerjaan. Akhirnya kegiatan Pebaikan saluran di dukuh Pelem ini  menjadikan senang dan semangat.[DIY]
 

 


Penulis: Purwati, Fasos Kabupaten Bantul
Program Kotaku Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

 

Editor: EPN

0 Komentar