Beranda Warta Berita NSUP Kotaku Tuntaskan 24.419 Ha Kumuh

NSUP Kotaku Tuntaskan 24.419 Ha Kumuh

Berita Rakor PMU-PIU NSUP Kotaku Comments (0) View (1056)

Kepala Project Management Unit (PMU) Aswin G. Sukahar mengatakan, sebanyak 2.738 kelurahan telah menuntaskan kumuh, dengan total luas kumuh tertangani 24.419 Ha. Hal ini adalah salah satu capaian Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang diungkapkan dalam kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) PMU - Program Implementing Unit (PIU) National Slum Upgrading Program (NSUP) Kotaku pada Kamis, 22 Juli 2021. Rakor tersebut dilaksanakan guna memastikan pencapaian pelaksanaan penanganan permukiman kumuh menjelang berakhirnya kegiatan NSUP Kotaku di tahun 2022.

Rakor tersebut dihadiri oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, terdiri atas Kasubdit Perencanaan Teknis, Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman, Kasubdit Wilayah I, Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman, Kepala PMU NSUP Kotaku, Kepala Satker Pengembangan Kawasan Permukiman Berbasis Masyarakat (PKPBM), Tim Advisory Kotaku, dan Konsultan Manajemen Pusat (KMP) Kotaku. Hadir pula Kepala PIU NSUP Kotaku dan Tim Tenaga Ahli dari Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta Mitra Pembangunan terdiri atas Task Team Leader NSUP Kotaku-Bank Dunia dan Task Team Leader NSUP-Islamic Development Bank (IsDB).

Capaian Kotaku lainnya adalah total anggaran penanganan kumuh, yang sebagian besar ternyata bersumber dari kolaborasi. Menurut Aswin, total anggaran untuk penanganan sebanyak Rp 7,4 triliun, terdiri atas Rp 2,8 triliun yang bersumber dari Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) dan Rp 4,6 triliun bersumber dari kolaborasi. Adapun pola penanganan kumuh untuk skala lingkungan sebagian besar dengan Pola Pemugaran, sedangkan untuk penanganan kumuh skala kawasan sebagian besar dengan Pola Peremajaan (renewal).

Skala kawasan yang telah menyelesaikan kegiatan (fisik 100%) sebanyak 22 kawasan dengan total dana Rp 317, 42 miliar dan luas kumuh tertangani seluas 471,18 Ha. Rerata biaya penanganan kumuh Rp 1,02 miliar per hektare kumuh. Mayoritas permukiman kumuh yang ditangani adalah kumuh sedang-ringan.

Sementara itu, Wakil Kepala PMU Mita Dwi Aprini menyampaikan, “PR” besar untuk keberlanjutan adalah support system, kelembagaan, peran Pemda tanpa pendamping, pengembangan sistem infomasi berbasis GIS, dan melanjutkan peningkatan kapasitas atau capacity building (CB) yang sudah memiliki sistem.

Pada kesempatan yang sama, Nurul Wajah Mujahid dari Central Collaboration Management Unit (CCMU) Bappenas mengatakan, pemerintah ingin melihat dan mendokumentasikan NSUP Kotaku. “Sehingga nanti kita bisa melihat kota mana yang berhasil, dan daerah-daerah mana yang membutuhkan intervensi pertanahan, perumahan, sehingga kita bisa menyeleaikan agenda-agenda yang tersisa. Dan kita bisa mengangkat kesuksesan Program Kotaku,” ujarnya.

Dalam acara yang dilaksanakan melalui videoconference secara daring itu, Task Team Leader NSUP Kotaku dari Bank Dunia Evi Hermirasari mengungkapkan, Kotaku sangat responsif dan adaptif terhadap perubahan maupun penajaman pendekatan yang diperlukan oleh pemerintah untuk mengantisipasi kondisi-kondisi terkini, seperti adanya bencana alam dan Covid-19, sehingga Kotaku berperan seperti “kendaraan” yang bisa mengangkut berbagai muatan sampai ke tujuan, untuk membantu penanganan warga terdampak.

Hal ini terlihat dari berbagai menu yang ada di Kotaku, seperti Padat Karya, rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa di Sulawesi Tengah, penguatan konsep universal akses—khususnya di sektor air minum dan sanitasi, serta kolaborasi dengan sektor perumahan yang tidak kecil—ada sekitar 126,000 rumah yang didanai dari dana kolaborasi yang berhasil terwujud di Kotaku, selain kegiatan reguler skala lingkungan dan skala kawasan. [Redaksi]

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.