Beranda Warta Cerita Ini Jembatan Asri di Kelurahan Api-api

Ini Jembatan Asri di Kelurahan Api-api

Program Kotaku Kotaku Kalimantan Timur Kaltim Bontang CFW Comments (0) View (529)

Jembatan sebagai penghubung jarak antara tempat satu dengan tempat lain karena terbelah oleh sungai. Jembatan menjadi sangat strategis untuk memperpendek jarak serta memperlancar perjalanan. Posisi jembatan sangat strategis sebagai bagian prasarana transportasi.Pun demikian tidak semua orang memikirkan dibalik jembatan ada peran dan fungsi fungsi  lain diluar sebagai penghubung jarak. Apa itu ? Nah cerita ini berkisah dari perbaikan jembatan di RT 27 Kelurahan Api Api Kecamatan Bontang Utara Kota Bontang Kalimantan Timur.

Jembatan ini dibangun dengan perangkat kayu khas Kalimantan. Panjang nya  kurang lebih  10 meter. Biasa dilalui penduduk yang  jalan kaki dan pengendara sepeda motor. Jembatan Itu merupakan penghubung warga RT 27  ke jalur utama kota Bontang. Nyaris tiap hari banyak warga melakukan  mobilitas melewati jembatan itu.

Jembatan ini riwayatnya hasil dari bangunan PNPM Perkotaan. Keberadaanya saat ini masih relative baik. Pucuk dicinta ulam tiba, sejalan hadir nya program CFW tahun 2021 jembatan itu akhirnya mendapat pemeliharaan mulai dari pembersiham pengecetan dan penggantian ornament kayu yang aus. Pelaksanaan pekerjaan perbaikan tersebut dilakukan bulan Mei 2021.

Apa yang menarik dari jembatan ini ?Jembatan yang terletak di pinggiran kota dikelilingi pohon bambu dan sejumlah pohon lain yang memberi aroma kerindangan.  kesannya meski ditengah kota tapi menampilkan aroma keperawanannya. Orang begitu masuk lewat  serasa terhempas angin kesejukan. Terlebih di sekitar sungai itu jika situasi aliran air  normal adakalanya pemancing yang memanfaatkan potensi species ikan sungai. JJika kita lewat dan berhenti berdiri sejenak di tepian jembatan memandang air yang mengalir dan kicau burung serasa kepenatan dalam pikiran rontok oleh hembasan angin sepoy.

Menurut cerita Edi yang juga salah satu pelaku Kotaku di Kelurahan Api Api, disekitar Jembatan ini jika habis hujan dan terjadi rob laut sungai bontang mengalami banjir. Orang yang melewati jembatan ini saat habis banjir adakalanya  melihat buaya yang bergerak berenang atau kadang diam seperti tidur di tepian pinggiran sungai.

Warga tidak berani mengganggu. Hanya melihat saja. Tak ada rasa usil ingin  melempari batu kebuaya itu agar lekas pergi.  Tak ada cerita apakah berkeliarannya buaya itu telah memakan korban terhadap warga. Sepertinya warga sudah saling menjaga dan menghormati untuk tidak saling mengganggu.

Keseimbangan ekosistem itu terlihat semakin asri. Disekitaran jembatan Api Api terlihat teduh, asri, sore hari sangat menyejukkan, meski jika suasana  malam hari terkesan wingit angker namun tetap orang lewat dengan aman nyaman.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Timur Sandhi Eko Bramono saat melakukan monitoring hasil kegiatan CFW di Jembatan Api Api RT 27 menyatakan rasa senengnya bahwa kegiatan PNPM hingga kini masih terawat dengan baik kemudian diperkuat pemeliharaan dengan hadirnya Program CFW . Melihat di sekitar jembatan tidak ada  lampu penerang Kepala Balai yang terlihat energik ini memberi masukan kepada Lkm agar  Jembatan dipasang lampu penerang sehingga  warga yang lalu lalang dimalam hari tetap nyaman.[Kaltim]

 


Penulis: Yan Edi DS, Sub-Komunikasi OSP 7
Program Kotaku Provinsi Kalimantan Timur


Editor: EPN

 

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Warta

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.