Beranda Warta Berita Parit Nanas, Skala Kawasan Unggulan Baru Pontianak

Parit Nanas, Skala Kawasan Unggulan Baru Pontianak

Kalimantan Barat Pontianak Skala Kawasan Parit Nanas RTLH BPPW PKP Berita Comments (0) View (333)

Peresmian skala Kawasan Parit Nanas dihadiri kepala PMU Pusat, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Barat, Walikota Pontianak, PT SMF, Kepala Satker Pelaksanan Prasarana Permukiman Wilayah 1 Kalbar, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PKP Kalbar, para kepala dinas, Lurah, BKM, dan tokoh masyarakat Kelurahan Siantan Hulu, Rabu, 15 September 2021.

Dalam sambutannya Aswin G. Sukahar, kasubdit kawasan permukiman wilayah III, Kepala PMU menyampaikan bahwa penanganan kumuh di Kota/Kab diseluruh kota/Kab. termasuk Kota Pontianak di skala Kawasan parit nanas  letak keberhasilannya adalah  melalui kran kolaborasi semua pihak masyarakat, swasta, dan pemerintah bahu membahu bergerak bersama untuk penanganan kumuh karena persoalan ini tidak bisa dilakukan sendiri harus saling melengkapi dan menguatkan satu sama lain untuk mencapai cita-cita bersama mewujudkan permukiman yang berkelanjutan sesuai dengan  tujuan program kotaku meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan untuk terwujudnya permukiman yang layak huni harus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak sebagaimana di skala Kawasan parit nanas Kel. Siantan Hulu, dan sebagaimana kita ketahui  untuk penanganan RTLH  melalui swasta PT SMF saya kira model kerjasama  ini harapannya dapat menjadi contoh untuk wilayah lainnya agar melakukan kolaborasi penanganan kumuh sehingga menjadi ringan dengan saling  mendukung untuk kepentingan masyarakat, dan sebaliknya masyarakat wajib  merawat dan memelihara asset yang sudah dibangun melalui program kotaku atau program lainnya, masyarakat harus memiliki kebanggaan ,  ada rasa  memiliki terhadap asset yang ada sehingga terwujud kesadaran untuk memelihara  secara mandiri.

Sementara itu direktur keuangan PT SMF Trisnadi Yulrisman  mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Pusat, BPPW Kalimantan Barat, Pemerintah Daerah dan Program kota tanpa kumuh telah memberikan ruang bagi SMF untuk berkontribusi dalam penanganan kumuh di Kawasan Parit nanas kelurahan siantan hulu, dan SMF memiliki komitmen untuk menjalankan program  Rumah Tidak Layak huni (RTLH) karena kami memiliki keyakinan  semakin baik hunian seseorang maka akan semakin baik kesehatannya, masyarakat menjadi produktif dan lebih baik, karena itu saya kira kerjasama ini  sangat baik untuk dilanjutkan mengingat masih banyak masyarakat yang membutuhkan untuk memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman tentu melalui proses seleksi untuk menjamin ketepatan sasaran.
Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan dalam sambutannya sekaligus membuka peresmian bahwa tugas kota membangun persiapan skala kawasan parit nanas yang sebelumnya kumuh sekarang sudah berubah tidak kumuh lagi , perubahan ini berkat   kolaborasi kementerian PUPR dan Pemkot Pontianak, ini membuat kami menjadi lebih bersemangat Kota Pontianak mencapai SDG's (Sustainable Development) mendorong perubahan-perubahan yang bergeser ke arah pembangunan berkelanjutan yang mengusung  kesetaraan untuk mendorong pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup demi tercapainya target  pemenuhan 100-0-100 walaupun dalam suasana masih covid-19 pemkot Pontianak  tetap semangat bergerak bersama dengan Kementrian PUPR membenahi kota Pontianak sehingga menjadi kota yang memberikan kenyamanan bagi warganya.

Bagi Pemkot  Pontianak merasa berhasil atas pelaksanaan  pembangunan manakala masyarakat turut merasakan manfaatnya  terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat salah satu contoh di Kelurahan Benua Melayu Laut (BML) omset sehari yang didapatkan oleh warga masyarakat cukup lumayan dalam sehari  terlebih jika malam Minggu ini perkembangan yang sangat  positif bagi peningkatan pendapatan masyarakat. Oleh karena itu terimakasih kepada kementerian PUPR yang menjadikan Pontianak sebagai lokasi program penanganan kumuh, terlebih  Kota Pontianak termasuk tempat  perekonomian bergerak ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjawab pesatnya laju perekonomian yang harus diimbangi dengan persiapan infrastruktur yang memadai karena itulah pemkot Pontianak merasa perlu untuk melanjutkan berkolaborasi dengan Kementerian PUPR.

Selesai acara sambutan dilanjutkan penanda tanganan  serah terima kegiatan skala Kawasan Parit nanas dari BPPW Kalbar kepada Walikota Pontianak, penyerahan secara simbolik pembangunan RTLH, penanaman pohon, menelusuri promaned, peninjauan pemanfaat RTLH, dan berakhir di rumah baca.[Kalbar]

 


Penulis: Inayatullah, TA Sosialisasi OC-7
Program Kotaku Provinsi Kalimantan Barat

 

Editor: EPN

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Warta

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.