Beranda Warta Cerita Hujan Deras Tak Halangi Pekerjaan Infrastruktur Desa Batumerah

Hujan Deras Tak Halangi Pekerjaan Infrastruktur Desa Batumerah

Cerita Maluku Ambon Infrastruktur Tips Hujan Comments (0) View (247)

Hujan adalah berkah. Namun curah hujan yang tinggi bisa menjadi tantangan, khususnya bagi pekerjaan infrastruktur. Hal ini yang dirasakan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Hatukau dan KSM Mawar Desa Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku, yang saat itu sedang memfasilitasi pekerjaan perbaikan infrastruktur melalui Program Kotaku.

Hujan sepanjang April hingga Desember memang mempengaruhi kualitas pekerjaan infrastruktur, seperti pengecatan tandon air minum, pembersihan dan pemeliharaan drainase, serta pembuatan pelat beton menggantikan manhole yang sudah rusak. Apalagi mengingat Desa Batumerah termasuk lokasi yang rawan banjir. Misalnya saja, pekerjaan pengecatan dilakukan pagi hingga siang hari saat cuaca cerah, tapi begitu datang sore dan malam, hujan turun. Alhasil, cat tandon yang belum sepenuhnya kering tadi siang, luntur oleh air hujan. Keesokan harinya, saat diperiksa, betul saja cat luntur. Mau tak mau, KSM harus mengecat ulang. Kejadian berulang hingga dua kali. Akibatnya, alokasi anggaran yang sudah ditetapkan di dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) juga “terganggu”.  Ini terjadi pula saat proses perbaikan jalan lingkungan, BKM Hatukau dan KSM Mawar sampai dua kali melakukan pengecatan ulang.

Mengatasinya, BKM dan KSM akhirnya memutar otak. Ketika pekerjaan pencetakan pelat beton dan proses pengeringan, KSM berinisiatif menutup pelat beton dengan terpal yang dipinjam dari warga setempat, agar tidak basah oleh air hujan.

Pembangunan infrastruktur yang terhambat oleh hujan juga bisa mempengaruhi target waktu penyelesaian pekerjaan. Menurut KSM, pekerja yang awalnya bekerja dengan semangat jadi berubah lebih segan dan mengulur waktu, sehingga berakibat pada bertambahnya waktu bekerja (hari orang kerja/HOK). Mengatasi ini, BKM dan KSM ikut turun bersama pekerja, yang mulai bekerja pukul 8 pagi hingga 6 sore, dengan 1 jam waktu istirahat siang. Nah, 1 jam istirahat pekerja itu digunakan oleh BKM dan KSM untuk melanjutkan pekerjaan secara sukarela, agar waktu tidak terbuang. Strategi ini ternyata berhasil membuat kegiatan pemeliharaan infrastruktur di Batumerah selesai tepat waktu dan terjaga kualitas pekerjaannya. BKM Hatukau yang beranggotakan 13 orang dan KSM Mawar 8 orang ini memang selalu kompak dan aktif melakukan pendampingan serta pengawalan saat kegiatan PKT dilaksanakan.

Seperti diketahui, pada 2021 Provinsi Maluku mendapatkan tiga jenis Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) berupa yaitu BPM Reguler, Hibah Kotaku-DFAT dan Padat Karya Tunai (PKT) atau Cash for Work (CFW) bagi Kota Ambon, Kota Tual, dan Kabupaten Maluku Tengah. PKT atau CFW sendiri adalah kegiatan pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur dengan pola padat karya yang melibatkan masyarakat sekitar. Desa Batumerah mendapatkan kegiatan PKT Program Kotaku senilai Rp 300 juga yang dilaksanakan di 18 RT terindikasi kumuh. [Maluku]

Penulis: Jakia Papalia, Sub Komunikasi OSP Kotaku Maluku

Editor: Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.