Beranda Warta Berita Dirjen Cipta Karya: Kotaku Bersinergi, Kota Non-Kumuh Terintegrasi

Dirjen Cipta Karya: Kotaku Bersinergi, Kota Non-Kumuh Terintegrasi

Kalimantan Barat Kalbar Pontianak Cipta Karya Kolaborasi BPPW CSR RTLH Berita Comments (0) View (385)

Kota bersinergi kalimat itulah yang meluncur dari Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti saat evaluasi hasil kunjungan dari Kampung Beting, Tambelan Sampit, dan Skala Kawasan Parit Nanas Kota Pontianak, dan sesuai dengan  arahan Menteri PUPR bahwa seluruh program infrastruktur dan perumahan dan  program kerja setiap unit organisasi di Kementerian PUPR harus terintegrasi satu misalkan bagaimana keberlanjutan di Parit Nanas untuk tahun 2021 saya berharap BSPS bisa masuk untuk memperbaiki RTLH, begitu Juga Pemkot Pontianak  melalui dinas Perumahan dan Kawasan permukiman, ada PT SMF "Kami tidak ingin hanya lingkungannya tertata dengan baik tapi rumah-rumah yang tidak layak juga bisa dibenahi agar lebih layak dan sehat.

Mengatasi RTLH di Skala Kawasan parit Nanas bisa dilakukan  tinggal berbagi  peran saja  dan ini wajib terealisasi di Tahun 2021 karena  hasil kesepakatan ini akan dijadikan sebagai  bahan laporan terhadap  Menteri PUPR bahwa penanganan kumuh bisa dilakukan melalui pola sinergi multi pihak dalam menangani sakala kawasan parit nanas , sedangkan kegiatan penanganan kumuh tahun 2022 harus ada evaluasi terlebih dahulu karena hasil pelaksanaan  kawasan kumuh masih belum tuntas terutama persoalan perumahan , keberfungsian sarana sanitasi, pengelolaan persampahan dan hasil kunjungan lapangan yang sudah dilakukan ke NTB, (Kota Selong, Kab. Lombok Timur, Kota Bima), dan termasuk Pontianak Kalimantan Barat bahwa penanganan permukiman belum menyentuh Inner Beauty (penuntasan 7+1 indikator kumuh, dan masalah perubahan sikap dan prilaku), masih banyak ditemukan sampah-sampah yang tidak tertangani dengan baik, IPAL, Proteksi Kebakaran) sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil pelaksanaan program penanganan kumuh.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti menuturkan, Kementerian PUPR telah banyak melakukan kegiatan-kegiatan untuk penanganan kawasan kumuh di Kota Pontianak, termasuk bedah rumah tak layak huni, dan dalam penanganan persoalan pengentasan penanganan kawasan kumuh, pihaknya melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah, dalam hal ini Pemkot Pontianak, sehingga  hasilnya akan terlihat  lebih massifdengan arah yang  jelas, dan harus disadari bersama bahwa  pengentasan kawasan kumuh tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus ada kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah bahkan stakeholder yang lainnya termasuk swasta dan masyarakat.

Sementara itu Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Barat Direktorat Jenderal Cipta Karya, Deva Kurniawan menerangkan, pihaknya siap berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perumahan dalam penanganan kawasan kumuh. Menurutnya, dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat agar wilayahnya bebas dari kawasan kumuh sangat diperlukan, dan kolaborasi infrastruktur dan perumahan akan berhasil manakala ada semangat yang sama dari semua pihak, dan apa yang disampaikan Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Diana Kusumastuti menjadi pelecut bagi kita untuk membuktikan pelaksanaan kolaborasi di Kawasan Parit Nanas.

Pada akhir pertemuan Diana Kusumastuti menyampaikan kesimpulan penting yaitu untuk Penanganan Tahun 2021, penuntasan masalah perumahan dan permukiman kumuh di skala kawasa parit nanas yang harus teralisasi di akhir tahun 2021 dengan melibatkan pemerintah kota Pontianak, Balai P2P, PT. SMF, Baznas, Bazis. Sementara penuntasan perumahan, semua harus berkontribusi; BSPS 10 Unit, Pemerintah Kota minimal 3 unit yang berada di Gg. Takari, dan pemerintah Kota diminta untuk memfasilitasi penggalangan potensi CSR. Untuk Penanganan Tahun 2022; akan dilakukan evaluasi program penanganan kumuh semacam konsep KOTAKU terintegrasi.[Kalbar]

Penulis: Inayatullah, TA Komunikasi OC-7 Program Kotaku Provinsi Kalimantan Barat

Editor: EPN

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Warta

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.