Beranda Warta Berita KMW 13 (2/2) Menepis Tekanan Luar dengan Koordinasi Intensif

KMW 13 (2/2) Menepis Tekanan Luar dengan Koordinasi Intensif

Comments (0) View (937)

U

UNTUK wilayah sasaran P2KP 2/2 di propinsi Jawa Tengah, terdapat 2 konsultan wilayah, yaitu KMW 13 yang berkantor di Kota Magelang dan KMW 14 yang berkantor di Kota Klaten. Sama seperti yang dilakukan KMW lainnya, kedua konsultan wilayah ini juga telah memulai kegiatan rekruitmen Fasilitatornya. Pendaftaran dimulai sejak 12 Oktober 2004 dan berakhir pada tanggal 22 Oktober 2004, namun tetap dilayani hingga tanggal 26 Oktober 2004, sesuai cap pos.

Menurut Team Leader KMW 13, Mahmudun, mekanisme pengiriman lamaran disyaratkan menggunakan PO BOX dan bagi pelamar yang mengakses di luar PO BOX, tentu tidak akan dilayani alias didiskualifikasi. Hal ini dimaksudkan sebagai syarat dalam ketertiban administrasi serta upaya menghindari titipan-titipan lamaran yang sering terjadi pada waktu-waktu yang lalu.

Berdasarkan Kerangka Acuan Rekruitmen Faskel KMP yang ditindaklanjuti oleh Surat Edaran Direktur Bintek Ditjen Perkim Depkimpraswil dan Pimpro P2KP disebutkan bahwa pihak KMW melakukan dengan extra ketat terhadap penyeleksian calon Fasilitator. Pada tahap awal pihak KMW mengadakan seleksi administratif dengan mengikutsertakan sebanyak 150 % calon Faskel dari yang dibutuhkan. Selanjutnya diadakan seleksi psikotes yang hasilnya menyisakan sebanyak 130 % calon Faskel. Proses selanjutnya adalah test wawancara yang akhirnya hanya menyisakan 110 % calon Faskel. Ke 110 % calon Faskel tersebut adalah yang berhak mengikuti pelatihan, meski akhirnya hanya akan diterima sebanyak 100 % Faskel.

Selanjutnya Mahmudun juga menjelaskan bahwa dari kedua KMW tersebut (KMW 13 dan KMW 14), Senior Faskel dan Faskel yang dibutuhkan adalah sebanyak 92 orang. Sedangkan mobilisasi Faskel akan direncanakan pada 6 Desember 2004, setelah sebelumnya dilakukan pelatihan sebagai pembekalan dasar selama kurang lebih 10 hari. “Sebelum dilakukan tes awal, kami juga melakukan verifikasi kepada Team Leader KMW dimana calon Fasilitator itu berasal, sehingga kita dapat diyakinkan bahwa calon Fasilitator yang bersangkutan tidak bermasalah serta memiliki kinerja yang baik. Hal ini kami lakukan semata-mata untuk mendapatkan yang terbaik dari yang baik”, jelas Mahmudun.

Mengenai sejauh mana keterlibatan pihak luar dalam rekruitmen Fasilitator sebagaimana yang disinyalir di beberapa KMW, Mahmudun mengaku pihaknya tidak pernah mendapat gangguan dari pihak luar terutama yang mencoba menitipkan seseorang sebagai Fasilitator. Kenapa hal ini bisa dilakukan KMW 13 ketika banyak KMW lain yang meresahkan persoalan titipan Faskel dan tekanan luar, Mahmudun menjelaskan hal tersebut akibat adanya kesadaran dari semua pihak terkait yang tentunya setelah secara intensif diberi pemahaman oleh KMW tentang peran dan fungsi Fasilitator yang sangat krusial di lapang. “Kesadaran dengan pemahaman yang matang serta keterlibatan dari pihak Pemerintah Daerah sangat membantu kami dalam penyeleksian calon, sehingga Fasilitator terpilih diharapkan adalah yang terbaik”, ungkap Mahmudun.                                                                         

Mengenai susunan kepanitiaan rekruitmen, Mahmudun menjelaskan tentang keterlibatan beberapa komponen dalam kepanitiaan. “Peran dari Regional Manager (RM) Jawa Tengah sebagai pihak yang juga terlibat dalam rekruitmen Faskel, hingga pada susunan kepanitiaan rekruitmen ini praktis terdiri dari pihak Pemda, KMW serta RM dengan fungsi dan perannya masing-masing”, tutur Mahmudun.

Secara ideal, P2KP 2/2 ini akan mengupayakan peran Pemerintah Daerah sebagai yang terdepan di berbagai tingkatan. Namun, meski begitu pada saat penerimaan calon Fasilitator seperti yang terjadi saat ini, khususnya yang terjadi di wilayah KMW 13, sedikitpun tidak terjadi pemaksaan kehendak. Sehingga hal-hal yang dapat memungkinkan terjadinya benturan antara pihak Pemda dengan KMW relatif tidak terjadi, sebagaimana yang dikhawatirkan sebelumnya.

Keteladanan Pemda propinsi Jawa Tengah serta berbagai pihak lainnya dengan tidak memaksakan putera daerah sebagai Fasilitator, dirasakan sangat memberi rasa aman bagi pihak KMW. Sehingga kedepannya diharapkan Fasilitator akan terpilih secara optimal sehingga dapat melakukan fungsi fasilitasinya dengan baik.

Maka, dengan telah terjalinnya  hubungan yang harmonis sejak awal antar berbagai pihak di wilayah sasaran, diharapkan semakin memudahkan suatu koordinasi kerja. Kondisi-kondisi semacam inilah yang seyogyanya ditumbuhkan dan dipelihara dengan baik. Dan kalau intensitas koordinasi harmonis telah tercipta, maka keberhasilan sudah nampak di depan mata, tinggal proses perjalanannya yang harus diperjuangkan. (Heroe; Yanti)                               

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.