Beranda Warta Berita LKM Muara-Pertamina Bangun Kampung Toga Balikpapan

LKM Muara-Pertamina Bangun Kampung Toga Balikpapan

Program Kotaku Kotaku Kalimantan Timur Kaltim Balikpapan Pertamina LKM Kolaborasi Comments (0) View (627)

Lembaga Keswadayaan Masyarakat Kelurahan Muara Rapak Kecamatan Balikpapan Utara Kota Balikpapan Kalimantan Timur berhasil menggandeng CSR Pertamina. Program yang ditonjolkan dari hasil kolaborasi antara LKM dan CSR Pertamina tersebut terbangun linkungan kampung  Toga dan Kampung Tanggap Bencana. Hal itu diungkapkan ketua LKM Muara Rapak Adi Suwito saat dilakukan uji petik secara virtual oleh Konsultan Manajemen Pusat Program Kota Tanpa Kumuh hari Selasa tanggal 21 September 2021.

Hadir dalam Uji petik virtual program Kotaku di Kelurahan Muara Rapak dari Konsultan Managemen Pusat  Tenaga Ahli Pelatihan Muh Irfan, Dade Saripudin, Tenaga Ahli Sosialsiasi Iroh Rohayati, Nina Firstavina dan Muh Jihad Dienulah. Dari unsur OSP 7 Provinsi yang hadir Tim Leader FX Isgiarto, TA Monev Simson Manguki, TA UP Tauhid, Sub Prof Pelatihan Hendri Casanova dan Sub prof Komunikasi Yan Edi DS.
Sedangkan dari Tim lapangan yakni Korkot Balikpapan Giskar Didimus didampingi Assisten Kota Mandiri Rusli dan tim faskel.

Dalam prakata sambutan Team  Leader  Isgiarto menyatakan sangat terima kasih bahwa Kaltim mendapat perhatian dari Tim KMP yang melakukan uji petik secara virtual. Pak Is berharap dari uji petik menjadi media belajar apapun temuannya dan perlu di tindak lanjuti.

TA Pelatihan Muh Irfan dari KMP menjelaskan uji petik tentang PKM Pelatihan dan Sosialisasi ingin melihat apakah ada dampak ? Bagaimana LKM telah mengorganisir pelatihan dan kegiatan sosialisasi tidak sekedar oleh faskel. “Yang paling penting bisa saling silaturohmi dan mendengar cerita dari lapangan pelaku langsung.Jadi di buat rileks ngobrol saja,”ucap Irfan.

Dihadapan KMP, OSP 7, Tim Korkot, Ketua LKM Muara Rapak Adi Suwito menceritakan perjalanan pelaksanaan CFW ( Cash For Work ) atau Padat Karya Tunai. Bermula dari penjelasan Korkot Giskar Didimus bahwa Kelurahan Muara Rapak tahun 2021 akan ada program CFW setelah sekian tahun tidak ada dana BPM dari Kotaku. Kemudian dirinya berkoordinasi dengan kepala kelurahan. Setelah itu melanjutkan sosialisasi ke warga masyarakat. Bentuk sosialisasi  di lakukan di kelurahan, di RT, di warung dengan media pendukung seperti spanduk, leaflet.Peserta warga Kelurahan Muara Rapak.Sosialisasi ini dilakukan oleh LKM, Tim Faskel.  Isi  pesan sosialisasi yakni tentang  tujuan CFW untuk meningkatkan pendapatan warga yang terdampak covid 19.

Lebih lanjut Adi yang berprofesi sebagai guru ini menjelaskan, bahwa saat sosialisasi ada kendala seperti  di titik lingkungan  RT tertentu yang tidak mendapat sasaran pendanaan pogram.Ada warga yang protes.Namun dirinya menegaskan sasaran CFW utamanya yang berkaitan dengan program PNPM Perkotaan sebelumnya. Kegiatan CFW yang dilakukan yakni pembersihan drainase, perbaikan ringan jalan dan lain seterusnya.

Saat pendaftaran calon tenaga kerja, LKM mengomodir para calon tenaga kerja yang benar benar tidak punya pekerjaan akibat terdampak covid 19. Hal mengharukan saat pelaksanaan pekerjaan, ada seorang janda yang ikut bekerja di CFW sebagai tukang. Meski dirinya perempuan namun mampu mengerjakan tugas tukang dunianya lelaki.”Ada adegan yang mengharukan saat menerima bayaran upah, wanita tangguh itu langsung sembah sujud. Gembira,”Ungkap Adi Suwito yang gaya bahasanya sangat runtun tenang.

Lepas dari kegiatan CFW, LKM Muara sebagai lembaga dipandang cukup mampu dan solid dalam mengelola kegiatan oleh Pertamina. Pucuk dicinta ulam tiba.  Kolaborasi LKM Muara Rapak dan CSR Pertamina mulai terbangun. Yakni membangun kampung toga dan kampung tanggap bencana. Ada dana  CSR Pertamina 40-60 juta yang dialokasikan untuk perwujudan itu.

“Kami sangat dibantu oleh tim korkot dalam menyusun masalah teknis desain dan penganggaran,”cerita Adi Suwito. Dari kampong toga ini sejauh ini sudah berhasil di tanam tanaman toga seperti jahe dan serai. Dari hasil tanaman itu LKM mampu menjual Bagar ( Banyu Segar ) atau air minum dari serai dan jahe kepada warga masyarakat. Bahkan sejauh ini lokasi di kampong toga ini juga di proyeksikan untuk wahana wisata dimana nanti juga akan di isi music para musisi jalanan.

Untuk pemeliharaan hasil kegiatan Adi Suwito menceritakan sejauh ini LKM dan Kelurahan sudah membentuk KPP ( Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara) di tingkat kelurahan khususnya di lokasi yang menjadi sasaran di RT yang kegaiatan Septitank Komunal. Ada iuran swadaya 5 ribu perbulan dari warga untuk menopang pemeliharan hasil kegiatan itu.

Ketika di tanya pelatihan apa yang paling menarik ? Adi Suwito menjelaskan bahwa pelatihan Tukang dan Pelatihan KSM diantara pelatihan yang lain sangatlah menarik. Karena dari pelatihan tukang langsung ada praktek dan bersertifikat. Sertifikat itu sangat membantu para tukang untuk mendapat pekerjaan program diluar KOTAKU. Sedangkan untuk pelatihan KSM yang sangat tidak membosankan adalah system pencatatan pembukuan.

Adi Suwito juga menjawab tantangan yang berat mengajak warga masyarakat untuk perubahan perilaku. Seperti sadar sampah dan mengajak relawan untuk mau menjadi ksm atau kpp. Dengan pendekatan minum kopi komunikasi yang cair, soal warga yang semula tidak mau menjadi relawan tenaga ksm atau kpp karena itu menjadi syarat program pada akhirnya juga ada yang mau menjadi relawan. Sedangkan untuk perubahan perilaku tentang sadar sampah dirinya mengajak dari lingkungan terkecil yakni lkm sendiri dalam memanfaatkan plastic dan minyak jelantah untuk di teruskan pada pengelola.[Kaltim]

 


Penulis: Yan Edi DS, Sub-Komunikasi OSP 7
Program Kotaku Provinsi Kalimantan Timur

 


Editor: EPN

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Warta

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.