Beranda Pengaduan Lesson Learned PIM Kiat KSM Kupang buat Penolakan Bangun Drainase

Kiat KSM Kupang buat Penolakan Bangun Drainase

Program Kotaku Kotaku Nusa Tenggara Timur NTT PIM Drainase Comments (0) View (135)

Pekerjaan Cash For Work (CFW) Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Tahun Anggaran 2021 saat ini masih dalam pelaksanaannya di Kota Kupang, termasuk di dalamnya di Kelurahan Tuak Daun Merah. Pekerjaan Drainase sesuai dengan perencanaan yang akan dilaksanakan, yakni di RT 001 RW 001. Ceritanya, pemilik tanah atas nama Tema Luru belum memberikan izin tanahnya untuk bisa dikerjakan drainase yang melewatinya tanahnya sepanjang 20 meter. Hal ini terekam dalam Pengaduan PIM “saya mendengar bahwa dari tuan tanah yang telah sepakat dengar Ketua RT 01 bahwa tanah yang diberikan selokan pembuangan air ke kali itu sudah berdiri tembok pagar itu. Berarti dia berubah pikiran. Apakah kegiatan drainase bisa diganti dengan kegiatan jalan setapak? Persoalan ini tercatat dalam sistem Pengelolaan Informasi dan Masalah (PIM Program Kotaku dengan nomor registrasi 000953710821.

Ketika tim Kotaku bertemu dengan pemilik Tanah, beliau bersikeras tidak mau karena takutnya air pembuangan drainase mengikis tanahnya kalau saat musin hujan dan bisa mengakibatkan erosi. Menanggapi itu, Fasilitator Teknik Yogiarto Hauteas menyampaikan bahwa air yang mengalir pada drainase tersebut akan langsung dibuang di Kali Liliba, dan tidak berpengaruh sesuai dengan ketakutan dari pemiliknya. Namun pemilik tanah juga tidak bersedia juga. Lurah Tuak Daun Merah Emanual A. Liaser yang hadir juga mencoba memberi pengertian dan pemahaman kepada pemilik tanah bahwa tiap tahun air tergenang di depan rumah. Sehingga Program Kotaku dan pihak kelurahan mengambil kebijakan agar bisa dikerjakan drainase tetapi kalau tidak mau juga, tidak apa-apa. Bisa cari lokasi lain untuk bisa dikerjakan kegiatan drainase ini dan pemilik tanah menyampaikan bahwa tembok pagar yang dibuat di depan jalan dibuat untuk menghalang genangan air yang masuk di dalam tanah miliknya.

Mendengar itu, Askot Safeguard Rodiyah didampingi Sub-Prof CHU OSP 5 NTT Abdul Syukur menyampaikan bahwa pemilik tanah sudah tidak mau sehingga harus dilakukan pemindahan kegiatan yang sesuai dengan kegiatan drainase dan volumenya harus sama. Karena jika berbeda kegiatan, akan memakan waktu karna harus mengubah RAB pada proposal dan juga harus dicarikan lokasi kegiatan drainase yang ada juga di Kelurahan Tuak Daun Merah. Ketua KSM Budi Kleden menyampaikan ada kegiatan drainase di RT 026/RW 007 yang pernah dikerjakan dan siap menjadi pengganti untuk lokasi kegiatan drainase. Akhirnya Lurah TDM, KSM, BKM, dan juga Tim Kotaku sepakat solusi yang diberikan oleh ketua KSM.[NTT]

 

Penulis: Abdul Syukur, Sub-CHU OSP-5
Program Kotaku Provinsi Nusa Tenggara Timur

 


Editor: EPN

0 Komentar

Yang terkait