Beranda Warta Artikel Watampone, Mewujudkan Mimpi Bersama Kotaku

Watampone, Mewujudkan Mimpi Bersama Kotaku

Program Kotaku Kotaku Sulawesi Selatan Sulsel Kabupaten Bone Bone Infrastruktur Comments (0) View (566)

Pembangunan infrastruktur permukiman melalui Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di kelurahan Watampone Kabupaten Bone. Berbagai persoalan permukiman yang selama ini dirasakan masyarakat telah terbayarkan dengan intervensi yang telah dilakukan melalui pembangunan infrastruktur permukiman dengan model pembangunan yang mengedepankan peran aktif masyarakat dan kelompok peduli lainnya. Konsep membangun kampung sendiri dengan menekankan peran aktif masyarakat telah mengajarkan masyarakat untuk memulihkan kembali nilai-nilai kemasyarakatan yang mulai luntur saat ini diantaranya budaya gotong royong yang dalam konteks kearifan lokal dikenal dengan budaya “sipakalebbi, sipakatau, sipakainge”.

Perjalanan program KOTAKU di kelurahan Watampone selama ini telah memulihkan perlahan-lahan budaya lokal tersebut yang mulai luntur ditengah masyarakat kita. Pembangunan yang melibatkan masyarakat mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pertanggungjawaban sampai ke tahap keberlanjutan telah mewarnai prilaku masyarakat dan mulai mereplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Selama ini setiap penyelesaian masalah permukiman dan proses pembangunan hanya didominasi oleh kelompok tertentu telah berubah menjadi pembangunan yang mengedepankan prinsip demokrasi.

Proses pembiasaan yang terjadi dan terbangun dimasyarakat saat ini tidak berarti tidak memiliki tantangan untuk mengantar keperubahan prilaku dimasyarakat. Dinamika yang terjadi dimasyarakat begitu kompleks sehingga membutuhkan kesabaran dan perjuangan pendamping untuk mengantarkan masyarakat kepola kehidupan bermasyarakat yang lebih demokrasi. Proses inilah yang menjadikan seorang pendamping menjadi pendamping yang tangguh dan berintegritas.

Hasil perjuangan dari pendampingan selama ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kelurahan Watampone dan sudah terbangun budaya dimasyarakat dalam setiap pengambilan keputusan selalui melalui musyawarah mufakat dengan pelibatan semua unsur masyarakat. Kunci dari keberhasilan ini tidak terlepas dari bukti nyata yang telah dilakukan selama ini, bahwa persoalan seberat apapun apabila dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip demokrasi, kejujuran, transparansi dan akuntabel akan memudahkan untuk penyelesaiannya.

Mewujudkan mimpi memiliki permukiman yang layak huni, produktif dan berkelanjutan yang selama ini menjadi impian masyarakat kelurahan Watampone telah mampu direalisasikan oleh masyarakat sendiri dengan pembangunan infrastruktur permukiman yang telah dilaksanakan selama ini melalui intervensi Program KOTAKU.

Pembangunan infrastrkutur permukiman yang selama ini dilakukan memberikan warna tersendiri jika dibandingkan dengan pembangunan infrastruktur yang dilakukan pihak lain. Pembangunan infrastruktur yang dibangun selama ini selalu melihat keberlanjutan dari pembangunan infrastruktur dengan kesepakatan pembentukan Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) yang berfungsi untuk menjaga dan memelihara infrastruktur yang telah dibangun sehingga umum pemanfaatan lebih lama dirasakan masyarakat.

Di sisi lain juga setiap pembangunan infrastruktur selalui memanfaatkan ruang kosong untuk digunakan sebagai apotik hidup, kebun sayur sehingga membantu masyarakat dalam pemenuhan sebagian kebutuhan hidup sehari-hari. Apotik hidup dan kebun sayur telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat itu sendiri. Hal ini dilakukan juga untuk mencegah persoalan stunting yang bisa muncul dimana saja.

Hal yang menarik juga dengan proses pembangunan infrastruktur permukiman dikawasan kumuh selama ini telah mampu menarik perhatian dari dari berbagai kalangan, tidak hanya lingkup pemerintah di kabupaten Bone, tetapi sudah mampu menggugah pihak lain diantaranya keterlibatan pihak BUMN (Bank Mandiri Cabang Bone, PT Semen Tonasa) untuk ikut berkonstribusi melalui pendanaan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam proses penataan kawasan permukiman kumuh di kelurahan Watampone.

Dari keberhasilan kerja yang diperlihatkan telah menginspirasi pemerintah kabupaten Bone untuk membentuk Forum Infrastruktur yang terdiri dari berbagai OPD lingkup pemerintah kabupaten Bone yang focus kegiatannya untuk penanganan dan penyelesaiannya permukiman kumuh di kabupaten Bone. Semua proses yang telah dilakukan masyarakat kelurahan Watampone telah mewarnai proses pembangunan di kabupten Bone, khususnya dalam penataan kawasan permukiman kumuh di kelurahan Watampone. Proses ini telah mengantarkan masyarakat kelurahan Watampone meraih mimpi untuk memiliki kawasan permukiman yang indah, sehat dan nyaman.[Sulsel]

 


Penulis: Andi Hariani Yamin, Senior Fasilitator Tim 49 Kabupaten Bone
Program Kotaku Provinsi Sulawesi Selatan

 


Editor: EPN

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Warta

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.