Beranda Warta Berita Akan Didemo LSM Lokal, Tim Rekrutmen KMW 15 (2/2) Kukuh

Akan Didemo LSM Lokal, Tim Rekrutmen KMW 15 (2/2) Kukuh

Comments (0) View (1542)

MASIH klasik, rekruitmen Fasilitator di KMW 15 (2/2) juga diwarnai dengan berbagai penekanan dari Pemda setempat dan beberapa LSM lokal. Tercatat ada 11 LSM lokal di Tulungagung (kota tempat kantor KMW berada--red) yang menyatakan akan memboikot proses rekruitmen di wilayah ini. Bahkan, ke-11 LSM tersebut membuat surat pernyataan yang telah dikirim ke RM-3 Jawa Timur.

Beberapa tuntutan surat pernyataan dari LSM-LSM lokal tersebut antara lain menuntut tentang penggantian personel di KMW 15 kepada orang-orang daerah alias mengharuskan KMW berasal dari putera daerah. Demikian pula tentang komposisi Faskel yang akan direkrut diminta mengakomodir keterwakilan putera daerah. Bahkan tuntutan LSM lokal sudah merambah konteks nasional dengan meminta perubahan peraturan yang telah ditetapkan Perkim tentang syarat minimal kualifikasi pendidikan Faskel.

Berbicara tentang masalah ini, Drs Bambang Noorsetyo, M.Si, Team Leader KMW 15 (2/2) menyatakan tidak akan bergeming dari berbagai tekanan yang dilakukan oleh pihak luar termasuk dari Pemda dan LSM lokal. “Kami tetap berada pada koridor yang telah ditetapkan, tidak ada kata kompromi dengan berbagai tekanan. Kalau memang ingin ikut rekruitmen Faskel, silahkan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan,” tegas Team Leader yang juga seorang pengajar ini.

Bambang Noorsetyo juga mengungkapkan fakta penekanan yang telah dialamatkan kepada KMW 15 antara lain ancaman yang datangnya bertubi-tubi terutama justru berasal dari kelompok LSM lokal yang juga diindikasi berkolaborasi dengan beberapa oknum di Pemda Tulungagung. “Bahkan saya sempat dipanggil oleh Bappeda Tulungagung yang dengan terang-terangan meminta jatah 8 orang untuk dapat free pass posisi Fasilitator dari alokasi 26 orang yang lolos (dari list KMW--red) dalam seleksi psikotes dari kelompok non P2KP,” ungkap Bambang. “Ya, dengan tegas, semua penekanan itu kita tolak, meski dengan bahasa yang kita upayakan tidak menyinggung mereka,” lanjut Bambang.

Senada dengan Bambang, TA Monev KMW 15, Drs. Sukardi, M.Si juga membenarkan adanya penekanan dari LSM dan Pemda. “Bahkan sebagai langkah antisipatif, kami juga meminta pihak keamanan (polisi--red) untuk ikut menjaga proses-proses seleksi ini, berkenaan dengan merebaknya isu akan adanya demo dari LSM-LSM lokal kepada KMW,” tutur personel KMW yang dikenal brilian dalam hal konsep-konsep ini.

Ketika ditanya tentang apakah ketegasan sikap dari KMW kepada Pemda ini tidak mempengaruhi hubungan antara KMW dan Pemda nantinya, Sukardi berfilosofi dengan menyatakan bahwa proses rekruitmen bukan hanya sekedar distribusi pekerjaan, tapi lebih pada pembelajaran dan upaya pembaruan karakter manusia yang drastis. “Biar aja, wong ini pembelajaran kok, ya tetep kita jalin komunikasi yang baik dengan Pemda, nanti lama-lama juga hilang dengan sendirinya, seperti yang dulu terjadi saat awal KMW 12 masuk ke Malang juga begitu,” ungkap mantan STL Exit KMW 12 (1/2) ini. 

Lebih lanjut, Sukardi juga menjelaskan tentang mekanisme rekruitmen di KMW 15 yang diawali dari seleksi administrasi yang dilakukan kepada 649 orang pelamar. Pelamar ini kemudian dikelompokkan dalam 2 kategori yakni pelamar dengan pengalaman P2KP lebih dari 2 tahun dan pelamar dengan pengalaman non P2KP lebih dari 2 tahun. Untuk yang pelamar dengan pengalaman P2KP mendapat ‘jatah’ bebas dari tes psikologi. Sedangkan untuk pelamar non P2KP harus melalui tes psikologi dulu, dengan hasil terseleksi 26 orang yang berhak melangkah pada tes berikutnya (TPA), yang inipun sifatnya hanya disarankan dan atau dipertimbangkan.

Tahapan selanjutnya adalah TPA (Tes Potensial Akademik) dengan diikuti oleh 124 orang peserta terseleksi dengan komposisi 98 orang berasal dari peserta dengan pengalaman P2KP dan 26 peserta dari pengalaman non P2KP. Kemudian tahapan akhir tes adalah dilaksakan FGD dan wawancara dengan peserta terseleksi sebanyak 111 orang. Tes FGD dan wawancara dilaksanakan selama 2 hari yakni pada 6 hingga 7 November 2004 dengan melibatkan Tim Seleksi dari KMP (Bpk. Rikawanto) dan dari Birokrasi yakni Bapeprof Jawa Timur (Bpk. Surya Wijaya). Dari 111 peserta ini, akan disaring sebanyak 69 orang peserta yang akan dinyatakan lolos serta berhak mengikuti Pelatihan Dasar Fasilitator dengan pembagian 60 orang Faskel yang resmi diterima dan 9 orang sebagai cadangan.

Selain itu sebenarnya proses seleksi FGD juga diupayakan melibatkan Pemda setempat. Namun, entah karena apa, para undangan dari Pemda tidak ada satupun yang hadir. Ketika dikonfirmasi pada KMW 15, apakah ketidakhadiran jajaran Pemda lokal ini dikarenakan kecewa dengan mekanisme ‘titipan’nya ditolak KMW, TL KMW 15 menyatakan ada kemungkinan begitu, namun juga tidak bisa dijustifikasi. “Ya kita positif thingking saja, yang penting komunikasi dengan mereka sudah kita jalankan sesuai dengan koridor yang ada, persoalan mereka tidak datang, ya mungkin ada hal lain” tutur Bambang.

Untuk wilayah 15 terdiri dari 3 Korkot (Ponorogo, Tulungagung dan Kediri), akan memfasilitasi 142 Kelurahan/Desa. Kelurahan/Desa sejumlah itu rencananya akan di ’handle’ oleh 60 Faskel dengan model Tim sebagaimana P2KP 1/2. Dan ke-60 Faskel yang sudah pasti diterima, rencananya akan dilatih selama 8 hari dalam Pelatihan Dasar Fasilitator yang untuk KMW 15 diagendakan sekitar awal Desember 2004.

Satu hal, bahwa rekruitmen Fasilitator di KMW 15 ini bukan hanya untuk menyeleksi Faskel dan juga SF, tapi akan dimungkinkan juga dari beberapa SDM yang qualified akan diorientasikan untuk mengisi posisi Asisten Korkot. “Jadi, kita pakai model rangking, berdasarkan tahapan proses seleksi. Disitu akan muncul urutan yang akan kita pakai acuan untuk menentukan posisi,” ujar Sukardi. “Dan, bisa saja, dalam pengajuan lamaran, seorang bisa menginginkan posisi SF, namun kalau berdasarkan seleksi dipandang tidak ‘capable’ dan urutannya rendah, bisa saja akan dimasukkan jadi Faskel dan sebaliknya, dengan tentunya indikator perangkingan akan kita buat seobyektif mungkin,” tambah Sukardi sembari mengakiri pembicaraan. (Yanti)

 

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.