Beranda Warta Berita Advisory-KMP Wilayah 2 Uji Petik Kotaku Sulsel

Advisory-KMP Wilayah 2 Uji Petik Kotaku Sulsel

Program Kotaku Kotaku Sulawesi Selatan Sulsel Makassar SK Kumuh Delineasi Uji Petik Comments (0) View (263)

Pelaksanaan kegiatan Uji Petik adalah salah satu bentuk kegiatan monitoring yang dilakukan secara periodik dan berjenjang untuk mengetahui dan memastikan apakah pelaksanaan keigatan pembangunan infrastruktur sakala lingkungan melalui program KOTAKU sudah dilaksanakan sesuai dengan tahapan dan mekanisme yang telah ditetapkan program, mulai dari persiapan, perencanaan, pelaksanaan dan rencana pemeliharaannya selain itu juga untuk melihat secara langsung apakah prasarana dan sarana yang dibangun berkualitas baik dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap sosial dan lingkungan.

Dari Hasil pelaksanaan kegiatan uji petik ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas hasil perencanaan dan pelaksanaan pembangunan prasarana dan menjadi masukan bagi para pengambil keputusan untuk memutuskan apakah kegiatan ini akan dapat dilaksanakan dengan model dan cara yang sama, atau memerlukan berbagai perubahan dan penyempurnaan kedepannya.

Pelaksanaan uji petik atau Spot Check dilakukan secara berkala dan berjenjang mulai dari level tim fasilitator, korkot, OSP sampai ke KMP. Proses uji petik yang dilakukan oleh konsultan Program KOTAKU melibatkan berbagai unsur baik pemerintah daerah maupun lembaga masyarakat (LKM/BKM) sebagai wujud pengendalian yang dilkukan secara bersama-sama. Untuk memastikan kesesuaian tahapan pelaksanaan kegiatan penanganan permukiman di lokasi dampingan KOTAKU di Sulawesi Selatan maka pada tanggal 3 - 6 November 2021 tim Advisory NSUP/KOTAKU Hary Prasetyo (Program Control & Analysis Specialist) bersama tim KMP Wilayah-2 Dade Syaifuddin melalukan kegiatan uji petik di kota Makassar dengan melakukan agenda pertemuan dengan Pokja PKP Kota Makassar dan kujungan lokasi kegiatan di kelurahan Rappocini dan kelurahan Tamalanrea Indah yang didampingi langsung oleh Team Leader OSP 9 Provinsi Sulawesi Selatan Kalla Manta dan Korkot 1 Makassar Haerasdi bersama tim.

Mengawali pelaksanaan kegiatan uji petik tim Advisory NSUP/KOTAKU dan KMP Wil-2 dilakukan rapat koordinasi secara internal bersama tim OSP 9 Provinsi Sulawesi Selatan dan tim Korkot 1 Makassar. Pada rapat koordinasi awal Team Leader OSP 9 Provinsi Sulawesi Selatan Kalla Manta memaparkan progres pelaksanaan kegiatan NSUP/Program KOTAKU Provinsi Sulawesi Selatan dilanjutkan pemaparan progres pelaksanaan kegiatan NSUP/KOTAKU di kota Makassar yang disampaikan langsung oleh Korkot 1 Makassar Haerasdi. Setelah dilakukan pemaparan capaian pelaksanaan kegiatan NSUP/KOTAKU, dilanjutkan penyampaian tujuan pelaksanaan kegiatan uji petik yang disampaikan oleh Hary Prasetyo dan Dade Syaifuddin.

Pelaksanaan uji petik yang dilakukan oleh tim Advisory NSUP/Kotaku bersama KMP Wilayah 2 ini bertujuan untuk melihat pencapaian tujuan KPI (Key Performance Indicators) NSUP/Kotaku di kota Makassar, kesesuaian pelaporan data SIM dengan kondisi faktual lapangan terhadap kegiatan yang sudah dilakukan, dan pengembangan kebijakan dan kelembagaan pendukung di daerah, khususnya di kota Makassar. Termasuk pula pengembangan strategi dan rencana kolaborasi program dalam perencanaan, pembiayaan dan pelaksanaan ditingkat provinsi, kabupaten/kota sampai ditingkat kelurahan dan masyarakat, serta pengendalian mutu atas pelaksanaan program dan pencapaian tujuan dan target program (kelembagaan, perencanaan, pembiayaan, pelaksanaan dan keberlanjutan).

Hari kedua mengawali kunjungan uji petik tim Advisory NSUP/KOTAKU dan KMP Wil-2 melakukan kunjungan uji petik di kelurahan Rappocini kecamatan Rappocini dengan melihat hasil penanganan permukiman kumuh baik melalui pendanaan alokasi BPM Program KOTAKU Tahun 2020 maupun sumber pendanaan kolaborasi. Kegiatan dilakukan dengan melakukan kesesuaian data SIM Program KOTAKU dengan realisasi kegiatan dilokasi dampingan dengan melihat kegiatan pembangunan infrastruktur jalan, drainase, air minum dan rahbilitasi rumah layak huni melalui kegiatan kolaborasi.

Setelah dilakukan kunjungan di kelurahan Rappocini dilanjutkan pertemuan dengan Pokja PKP Kota Makassar yang diterima langsung oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Nirman Niswan Mungkasa beserta jajaran. Dalam pertemuan tersebut Hary Prasetyo dan Dade Syaifuddin menyampaikan beberapa hal, yakni alih kelola data permukiman yang harus dikendalikan oleh pemerintah kota Makassar melalui dinas teknis atau Pokja PKP Kota Makassar. Oleh karena itu sangat diharapkan penetapan SK Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh sudah dilengkapi baseline data. Selain itu, data spasial berbasis GIS harus dimiliki Pemda Kota Makassar, Pemkot Makassar harus memampukan peran dan fungsi Pokja PKP dan Forum PKP dalam penanganan permukiman kumuh di kota Makassar. Dan hal penting lainnya adalah, untuk memudahkan penyelesaian permukiman kumuh di kota Makassar diharapkan semua stakeholder tetap satu data, satu metode, satu indikator dalam pencegahan dan peningkatan kualitas perumahan kumuh permukiman kumuh di Kota Makassar.

Hari ketiga pelaksanaan uji petik dilakukan di kelurahan Tamalanrea Indah dengan melihat hasil pembangunan infrastruktur dipermukiman kumuh baik yang bersumber dari pendanaan BPM Pogram KOTAKU Tahun Anggaran 2021 maupun kegiatan yang sumber pendanaannya dari Kolaborasi. Uji petik yang dilakukan di kelurahan Tamalanrea Indah menggunakan metode sampling yang sama yaitu melihat kesesuain data SIM dengan realisasi kegiatan dilapangan, baik yang bersumber dari BPM Program KOTAKU maupun pendanaan kolaborasi.

Dari proses kegiatan Uji Petik yang dilakukan oleh tim Advisory NSUP/KOTAKU bersama tim KMP Wilayah-2 dari tanggal 3 - 6 November 2021 tidak hanya mengoreksi kesesuaian data SIM terhadap pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan tetapi memberikan pembelajaran berharga bagi pelaku mulai dari level OSP 9 Provinsi Sulawesi Selatan, tim Korkot 1 Makassar sampai ke tim fasilitator.

Hasil pelaksanaan uji petik dilapangan dan pertemuan dengan Pokja PKP selanjutnya dibahas bersama dalam kegiatan Wrap Up meeting. Sejumlah masukan di antaranya perlu ketelitian dalam sinkronisasi data SIM dengan kegiatan yang dilakukan dilokasi dampingan (kesesuain volume kegiatan harus sama dengan volume yang terdapat di lapangan, LPJ dan SIM) sehingga menghasilkan kualitas data dan realisasi kegiatan yang valid. Data dinilai sangat berperan besar dalam penanganan permukiman kumuh, oleh karena itu data yang disajikan harus selalu valid, lengkap dan up to date. Serta dalam penyelesaian persoalan permukiman kumuh tidak hanya berpatokan pada kuantitas, kualitas akan tetapi yang tak kalah pentingnya adalah kontinyuitas pemenuhan dan penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dari hasil pelaksanaan uji petik tim Advisory dan KMP Wil-2 ditemukan hal positif, yakni data baseline 2020 sudah sesuai dengan SK Kumuh Kota Makassar sebesar 427,77 ha dan sudah disepakati di tingkat kelurahan, pemerintah kota, dan menjadi acuan atau dasar dalam penerbitan SK Kumuh Kota Makassar. Dan faktanya, luas delineasi sama dengan SK Kumuh Kota Makassar.

Dihari ke 4 dalam pelaksanaan uji petik tim Advisory NSUP/Kotaku bersama KMP Wil-2 dilakukan kunjungan kelokasi kegiatan pembangunan rumah layak huni kolaborasi Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR-PT SMF (Persero) bersama Pemda Kota Makassar untuk melihat langsung hasil pembangunan rumah layak huni dan keberlanjutan terhadap pembangunan rumah layak huni. Dalam kunjungan tersebut Hary Prasetyo melakukan dialog langsung bersama Koordinator LKM Bira H. Anwar dan warga penerima manfaat.[Sulsel]

 

 

Penulis: Hasruddin, TA FIC OSP-9
Program Kotaku Provinsi Sulawesi Selatan

 

 

Editor: EPN

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Warta

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.