Beranda Warta Cerita Kotaku Dorong KPP Sugihwaras Jaga Fasum Terbangun

Kotaku Dorong KPP Sugihwaras Jaga Fasum Terbangun

Program Kotaku Kotaku Jawa Tengah Jateng Pemalang BPM KPP KSM Kabupaten Pemalang Comments (0) View (318)

Setiap tahun pemerintah semakin giat melakukan upaya peningkatan kualitas permukiman salah satu nya dengan pembangunan sarana prasarana lingkungan. Dalam pelaksanaannya, pembangunan sarana prasarana itu sendiri mendapat perhatian besar dari masyarakat dan terbukti mampu berkontribusi dalam bidang lain seperti ekonomi dan penyediaan lapangan kerja. 

Namun apa jadinya apabila pembangunan fisik tanpa diimbangi dengan membangun perilaku masyarakat dalam mengelola sarana prasarana yang sudah terbangun? Meski dimanfaatkan bersama oleh masyarakat, nyatanya masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa sarana prasarana umum adalah milik pemerintah, sehingga dalam pemeliharaan pun menjadi tanggung jawab pemerintah. 

Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di tingkat kelurahan/desa hadir dengan merangkul masyarakat untuk ikut andil dalam pengadaan infrastruktur yang dapat mendukung penghidupan. Melalui fasilitator kelurahan setiap tahapan, sejak pendataan, persiapan, perencanaan, pelaksanaan dan keberlanjutan, masyarakat diajak untuk berpartisipasi secara langsung.

Begitu pula pada tahap keberlanjutan, yakni tahapan yang dilakukan secara terus menerus mengikuti setelah dilakukannya tahap pelaksanaan. Berbagai upaya yang dilakukan di antaranya operasional dan pemeliharaan secara konsisten untuk menjaga keberlanjutan sarana prasarana terbangun. Di tahap inilah peran masyarakat sebagai pemanfaat menjadi kunci utama yang menentukan keberlanjutan sebuah sarana dan prasarana dapat memiliki umur yang lama, berkualitas baik, dan dapat dimanfaatkan secara luas atau tidak. Sehingga dalam hal ini perlu dibentuk Kelompok Pemanfaatan dan Pemeliharaan (KPP), yang bertugas untuk memastikan sarana prasarana terbangun terkelola dengan baik.

Membangun kesadaran masyarakat perlu dilakukan secara konsisten dan terus menerus dengan melalui berbagai pendekatan. KSM Layur, Kelurahan Sugihwaras, Kabupaten Pemalang membuktikan hal tersebut. Pembangunan jalan lingkungan, drainase, dan septic tank komunal yang didanai dari Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat yang dibangun pada 2019 menjadi bukti nyata bahwa keberlanjutan dapat tercapai dengan adanya kesadaran penuh masyarakat selaku pemanfaat dan pengelola sarana prasarana umum. Upaya pemeliharaan berkala dan pemantauan secara rutin yang telah dilakukan berbuah manis. Hingga saat ini masyarakat Sugihwaras, di RT 01, 02, 03/RW 10 khususnya, menikmati berbagai manfaat seperti lingkungan yang lebih sehat, bersih, hingga kemudahan aksesibilitas.

Dalam pendampingan, membangun kesadaran memang tidak semudah membuat peraturan. Tentunya perlu adanya dorongan-dorongan, yang menjadikan kesadaran lahir atas inisiatif diri sendiri terhadap perubahan untuk mencapai tujuan yang lebih baik. Sebenarnya dorongan tersebut dapat dibentuk sejak tahap awal atau persiapan. Dengan cara masyarakat perlu dilibatkan secara aktif dalam setiap proses tahapan, sehingga terbangun rasa empati dan memiliki pada setiap sarana prasarana yang terbangun. Sehingga lahir kesadaran bahwa sarana prasarana umum adalah milik bersama, bukan milik pemerintah saja. Kita bangun, kita jaga, dan kita nikmati bersama. Setuju?[Jateng]

 

 

Penulis: Reni Sulistyowati, Fasilitator Infrastruktur Kabupaten Pemalang
Program Kotaku Provinsi Jawa Tengah

 


Editor: EPN

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Warta

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.