"> ">
Beranda Warta Cerita Antara Dede, Sumur, dan KPP Purwosari

Antara Dede, Sumur, dan KPP Purwosari

Program Kotaku Kotaku Jawa Tengah Jateng Kabupaten Pemalang Purwosari Pemalang Air Sumur KPP Comments (0) View (283)

Air adalah sumber kehidupan, tiada kehidupan tanpa kehadiran air. Pastinya air bersih yang menjadi lantaran adanya geliat kehidupan. Bukan air kotor atau air setengah kotor, sebab itu penyebab kematian, pelan-pelan. Berlaku bagi hutan, tanaman, hewan, juga manusia, sangat-sangat butuh air. Pantas salah satu tujuan SDGs adalah Clean Water and Sanitation, Air Bersih, dan Sanitasi. Air bersih itu air yang memenuhi standar air baku, sementara sanitasi berkaitan dengan pengolahan dan pembuangan kotoran limbah, baik limbah air coklat maupun air hitam.

LKM Maju Desa Purwosari Comal, Kabupaten Pemalang menyadari pentingnya akses pada 2019 merealisasikannya dengan anggaran dari Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Program Kotaku untuk bikin sumur, menara air, juga jaringan perpipaan. Sementara Sambungan Rumah (SR) dilaksanakan dengan swadaya. Pemerintah desa dan LKM menunjuk tim pengelola sumur air bersih, yang satu petugas lapangannya bernama Gigin Ginanjar, biasa disapa Mas Dede. Ini kisah kiprah ala Dede.

Di Purwosari, sebelum ada akses air bersih masyarakat mendapatkannya dengan mengambil dari tetangga yang punya sumur yang bisa dikonsumsi. Sayangnya, jumlah sumur yang airnya layak tidak banyak. Rumah yang kebetulan kanan kirinya ada pohon kelapa atau ada dapuran pohon bambu biasanya dapat berkah air yang bagus lantaran filter air tanahnya bisa beratus kali penyaringan dengan akar pohon-pohon.

Namun itu pun lama-lama akan terkontaminasi, kalau penataan dan penempatan septic tank yang tidak pas. Jadinya warga harus tetap membeli air untuk minum dan masak. Sementara untuk mandi dan mencuci pakaian masih pakai air seadanya, yang kadang kuningnya air membuat pakaian putih jadi berubah kekuningan.

Kalau dihitung pengeluaran untuk beli air bersih bisa mencapai Rp 200 ribu per bulan per rumah. Belum lagi biaya bayar listrik untuk mesin rumahan, buat mandi dan cuci, yang jumlah pemakaiannya berkali lipat dibanding kebutuhan minum dan memasak.

Dede menjalankan amanat menjadi pengurus sumur bikinan Program Kotaku. Lelaki baya kelahiran Cianjur, Tanah Pasundan itu rajin berkeliling dari rumah ke rumah untuk pengecekan angka penggunaan di meteran air. Sambil memastikan pelayanan buat pelanggan soal kualitas dan kelancaran air bersih. Melalui ketelatenan Dede, KPP Purwosari bisa meraup Rp 2,5 juta setiap bulan dari pembayaran 97 SR untuk iuran abonemen dan biaya pemakaian air.

Bila dikurangi biaya tenaga kerja dan penggunaan listrik serta kebutuhan lainnya, tak kurang dari Rp 1 juta per bulan bisa disimpan untuk cadangan perawatan dan pengembangan jaringan. Atas persetujuan Kepala Desa Purwosari Mohan, Dede dan tim mendapat alokasi dana Rp 5 juta pada awal 2020 buat menambah jaringan air bersih di sisi timur balai desa atau selatan jalan, sedianya Desember 2021 akan dilanjutkan lagi untuk sisi utara jalan.

Bagi Dede, perhatian ekstra dari pemerintah setempat justru memicu semangat kinerja KPP. Bukan persoalan pucuk pengelolaan sumur akan berada di bawah pemerintah kelurahan, atau dikelola KPP yang didampingi intensif Program Kotaku. "Yang penting, masyarakat semakin banyak yang mendapatkan layanan air bersih," kata Dade, tersenyum. Sepakat![Jateng]

 

 


Penulis: Abu Mansur, Fasilitator Sosial Kabupaten Pemalang
Program Kotaku Provinsi Jawa Tengah

 

 

Editor: EPN

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Warta

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.