Beranda Warta Cerita Sumur Purwoharjo, Tak Sekadar buat Melepas Dahaga

Sumur Purwoharjo, Tak Sekadar buat Melepas Dahaga

Program Kotaku Kotaku Jawa Tengah Jateng Kabupaten Pemalang Pemalang BPM Sumur Air LKM KPP Comments (0) View (305)

Membangun itu mudah, yang sulit itu memelihara. Begitu kata orang tua lagi pintar. Mungkin maksudnya, membangun itu mudah kalau ada niat dan duit. Memelihara itu sulit, kalau tidak ada duit dan niat. Kuncinya ada di niat yang kuat dan dana. Lebih penting mana niat atau dana? Penting dana, bagi pengikut mazhab pragmatisme, niat thok tidak bakalan jadi, hanya berwacana di dokumen perencanaan. Jangan salah, lebih penting niat bagi penganut mazhab idealisme, karena banyak cara untuk mendapatkan dana, dengan forum kolaborasi, dengan dokumen perencanaan RPLP RTPLP, yang penting yang halal dan thayyib [baik]. Biasanya orang menjawab, ya dua-duanya penting.

LKM Kelurahan Purwoharjo, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, menganggap dokumen perencanaan itu penting sehingga fasilitator kelurahan haruslah mendampingi mereka mewujudkan keinginan dalam dokumen RPLP, Doktek, Rencana Kerja KSM. Moto kerjanya; Memberi Minum Masyarakat, Menebar Manfaat.

Pada 2019, LKM setempat membangun sarana air bersih. Tak tanggung-tanggung, langsung empat titik sumur masing-masing lengkap dengan menara dan jaringan perpipaannya. Untuk memudahkan penyebutan telah disepakati namanya yaitu Sumur A, Sumur B, Sumur C, dan Sumur D. Sumur A terletak di Dusun Posongan, di depan TPQ yang menggunakan lahan kelurahan. Sumber dana ini berasal dari Dana Hibah APBD Kabupaten Pemalang Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 250 juta yang 'dititipkan' melalui Program Kotaku. Pembangunan sumur ini dibantu Yatman, tenaga ahli rekanan dari Semarang.

Setelah diupayakan dengan berbagai cara, akhirnya air yang awalnya keruh dinyatakan memenuhi standar air baku dengan uji fisika dan kimia yang dipersyaratkan laboratoriun kesehatan tingkat provinsi pada pertengahan 2020. Sampai sekarang baru 52 rumah yang merasakan segarnya air Sambungan Rumah (SR) dari Sumur Program Kotaku dengan kontrol pemakaian menggunakan meteran air. Iuran abonemen hanya Rp 2.000 dan pemakaian per meter kubik sebesar Rp 2.000. Menurut perhitungan, sebenarnya sumur ini mampu memberi minum sebanyak 250 rumah, untuk memenuhi kebutuhan minum dan masak.

Sumur B, terletak di Balutan, di dalam lokasi Taman Kota Comal/TKC yang menggunakan lahan Pemerintah Daerah Pemalang. Sumber dana berasal dari dana Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat {BPM} Program Kotaku Tahun Anggaran 2019. Pembangunan sumur ini dibantu Zarkoni, tenaga ahli rekanan dari Tegal.

Air sumur sudah lolos memenuhi standar air baku dengan uji fisika dan kimia yang dipersyaratkan laboratorium kesehatan tingkat provinsi. Namun menurut pengurus, air sumur ini masih agak sedikit kuning, sehingga sampai sekarang baru 27 rumah yang merasakan manfaat air Sambungan Rumah (SR) dengan kontrol pemakaian menggunakan meteran air. Iuran abonemen pun dipatok Rp 2.000, dan pemakaian per meter kubik sebesar Rp 2.000. Sumur ini pun diyakini bisa memenuhi kebutuhan minum dan masak buat 250 rumah.

Sumur C, terletak di Balutan, di dalam lokasi Balai Latihan Kerja Komunitas/BLKK NU Comal yang menggunakan lahan wakaf Nahdlatul Ulama. Sumber dana ini berasal dari BPM Program Kotaku TA 2019. Air sumur yang pembangunannya juga dibantu Zarkoni ini sudah lolos kriteria standar air baku dengan uji fisika dan kimia. Meski sempat berwarna sedikit kuning di awal, hingga akhir 2020 ada 45 rumah yang menggunakan air yang sudah tak kuning lagi. Para pemanfaat fasilitas sumur menggunakan meteran air untuk kontrol pemakaian. Iuran abonemen sebesar Rp 2.000 dan pemakaian per meter kubik sebesar Rp 2.000 rata. Sumur ini diperkirakan juga mampu memenuhi kebutuhan minum dan masak bagi 250 rumah.

Sumur D, terletak di Balutan, menggunakan lahan milik warga, Winoto, dengan izin pakai. Sumber dana ini berasal dari BPM TA 2019. Juga dengan bantuan Zarkoni di proses pembangunannya, Air sumur sudah lolos memenuhi standar air baku. Hingga saat ini, menurut pengurus, ada 52 rumah yang memanfaatkan pasokan air layak minum dengan abonemen bulanan Rp 2.000, dan pemakaian per meter kubik sebesar Rp 2.000. Sumur D diperkirakan mampu memenuhi pasokan air bersih buat 250 rumah.

Pada akhirnya tercatat ada 176 rumah yang merasakan segarnya air sumur Program Kotaku. Dari angka itu saja KPP Mandiri Kelurahan Purwoharjo yang dikomandani Adnan Basuki, Wiwin, dan Erna sudah bisa membukukan laporan keuangan dengan baik dan melaporkannya kepada kelurahan dan LKM secara rutin bulanan, termasuk kepada segenap warga melalui Rembuk Warga Tahunan LKM Sejahtera Abadi Kelurahan Purwoharjo. Bulan kemarin total hasil iuran mencapai Rp 4,7 juta dan KPP sudah mulai bisa menabung di rekening khusus KPP, yang pada Mei 2021 tersimpan Rp 1,5 juta. 

Harapannya, aktivitas KPP yang sudah diperiksa auditor independen dari Semarang ini mampu menyisihkan dana lebih setiap bulannya, buat cadangan perawatan dan perluasan jaringan. Sukses![Jateng]

 

 

Penulis: Abu Mansur dan Tuty Hastuty, Fasilitator Kabupaten Pemalang
Program Kotaku Provinsi Jawa Tengah

 


Editor: EPN

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Warta

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.