Beranda Warta Cerita Cerita Puncak Steling, Penguatan Bukan Intervensi Lapangan

Cerita Puncak Steling, Penguatan Bukan Intervensi Lapangan

Program Kotaku Kotaku Kalimantan Timur Kaltim Samarinda Steling BPM Comments (0) View (73)

Awal Oktober 2021, saat saya yang tidak ada agenda keluar akan fokus pada penyusunan Kerangka Acuan Kerja kegiatan tingkat provinsi, tiba-tiba Isgiarto, Team Leader, masuk ruangan kerja saya dengan aroma kewibawaannya dan menanyakan apa agenda hari ini? Menyusun KAK. Pak Is, begitu dia acap disapa, bilang: "Nanti kalau ketlisip huruf U, KAK-nya malah kaku," seloroh Is. “Itu temeni Pak Rozak, mau lihat lapangan," ucapnya.

Saat ambil kunci kontak mobil kantor, ada Mbak Tiarma, Sub-Prof Manejemen Keuangan; Bang Simson, Tenaga Ahli Monev yang malah bergabung ikut  ke lapangan. Jadi seru tambah warna nih. Begitulah Jumat, 8 Oktober 2021, kami berempat berangkat ke lapangan dengan sasaran pertama di Kelurahan Sidodamai, kedua di Kelurahan Sungaidama. Akhirnya malah bertambah satu, Kelurahan Sidomulyo, Kota Samarinda.

Tiba di lokasi Sidodamai kami melihat progres kegiatan pembangunan jalan tangga. Ada tiga titik jalan tangga dengan masing-masing panjang lebih kurang 100 meter sampai 200 meter. Boleh dikatakan secara fisik pekerjaan berjalan baik.

Manakala melihat jalur tikungan ada sesuatu yang ganjil dari sisi keselamatan pejalan kaki, TA Infrastruktur Abdul Rozak memberi pengarahan kepada tukang dan Ketua RT 29 Azis di Sidodamai. Apa sebaiknya yang harus ditambah, diperbaiki dari bangunan ini sebelum finishing. Begitu pula soal pinggiran jalan beton yang di bawahnya ada rumah yang kemungkinan jika hujan turun akan membuat kemasukan air. Pernik-pernik itu menjadi ruang belajar lapangan langsung. Dengan keahlian teknik sipilnya, TA Infra ini memberi pencerahan kepada kepala tukang. 

Topografi yang berbukit memang menjadi tantangan tersendiri, namun itulah seni manakala kunjungan spontan tidak resmi, mengingat jarak lokasi dengan OSP dekat, berbaur dengan pelaku lapangan, termasuk berbincang dengan warga. Ada hal-hal yang bisa terlihat dan bisa diapresiasi serta diperindah.

Kunjungan lapangan disertai dengan pengarahan akan memberi hal yang terang dalam perbaikan. Tergantung tindak lanjutnya. Nah, hal ini perlu disambung dengan tim fasilitator yang di lapangan. Jika tidak, akan menguap. Bukan berarti langkah blusukan dipandang interventif lapangan, namun sejatinya memberi penguatan. Apa yang dilihat bersama bisa untuk kebaikan.

Cerita lain di Sungaidama melihat undakan tangga ke Puncak Steling, di mana di sepanjang jalur itu terdapat lebih kurang 20 rumah. Motor tidak bisa masuk. Harus diparkir di bawah seharga Rp 5.000. Kami semua mendaki tangga.

Tampak orang masih bekerja membuat drainase dan mengelas besi railing tempat pegangan para pejalan di pinggir tangga. Tiba tiba seorang ibu yang ternyata anggota BKM, Mbak Pur namanya, keluar dari rumah menyaut interaksi soal railing yang sambungannya mau ditambah besi, sehingga justru menutup arus pejalan kaki dari dua sayap kanan dan kiri. Seolah jadi jalur yang tengahnya menutup untuk menyeberang. Menanggapi hal tersebut Abdul Rozak memberi masukan sudah bagus. Railing besi yang berdiri di tengah dengan ukuran tertentu yang tidak menyambung justru baik, memungkinkan warga untuk menyeberang kapan pun.

Soal pembukuan terutama pencatatan keluar masuk dana BPM menjadi fokus perhatian Mbak Tiarma. Sangat rileks semua berinteraksi di teras rumah warga. Nglesot dengan sajian es teh ditambah angin semilir. Sesuatu yang luar biasa, mengingat habis naik tangga ke puncak bukit Steling Sungaidama tenggorokan kering. Baju basah keringat. Napas ngos-ngosan.

Acara yang mulai pagi dan hari terik manakala sudah diskusi dengan warga kemudian di atas Puncak Steling melihat panorama Kota Samarinda. Betapa banyak rumah terdirikan, gedung hotel menjulang. Imajinasi berkembang, dulu Kalimantan terkenal dengan hutan. Sejalan dengan arus zaman, Samarinda pun bersolek.[Kaltim]

 


Penulis: Yan Edi D.S., Sub-Prof Tenaga Ahli Komunikasi
Program Kotaku Provinsi Kalimantan Timur

 


Editor: EPN

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.