Beranda Warta Cerita CSR Bank Jateng Bangun Sanitasi Warga Pancurwening

CSR Bank Jateng Bangun Sanitasi Warga Pancurwening

Program Kotaku Kotaku Jawa Tengah Jateng Kabupaten Wonosobo Wonosobo CSR Sanitasi Comments (0) View (132)

Kondisi kumuh yang dialami baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan membuat beberapa lembaga atau perusahaan tergerak untuk mengalokasikan dana CSR (Corporate Social Responsibility) atau dana sosial untuk masyarakat umtuk mengatasi permasalahan kekumuhan. Salah satu perusahaan perbankan milik pemerintah yaitu Bank Jateng juga telah mengalokasikan dana CSR nya untuk mendukung kegiatan pengentasan kekumuhan di Kabupaten Wonosobo khususnya untuk wilayah Desa Pancurwening Kecamatan Wonosobo.

Pada 2021 ini ada sekitar 80 juta rupiah yang dialokasikan dari CSR Bank Jateng untuk pembuatan kloset dan septic tank serta instalasinya kepada 40 warga Desa Pancurwening yang membutuhkan. Sesuai informasi dari pihak desa, ada sekitar 70–80 warga belum memiliki fasilitas untuk BAB sendiri, sehingga untuk BAB mereka harus ke sungai terdekat atau kolam yang ada di sekitarnya. Keadaan seperti ini tentunya merupakan kondisi yang tidak standar dibidang permukiman maupun kesehatan masyarakat, bahkan menjadi salah satu indikator kekumuhan yang memiliki poin terbesar.

Berawal dari informasi dari pihak kecamatan bahwa akan ada dana CSR dari Bank Jateng Wonosobo, maka pihak desa segera membentuk Pokmas (Kelompok Masyarakat)  yang melibatkan unsur Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Kotaku. Langkah cepat selanjutnya melakukan survey dan menyusun data warga yang belum memiliki fasilitas BAB atau sanitasi pribadi. Setelah mendata dan menawarkan komitmen kepada warga calon penerima manfaat tersebut, maka pihak desa melalui panitia pelaksana kegiatan/Pokmas (Kelompok Masyarakat)  mengundang para calon penerima manfaat tersebut untuk bermusyawarah mensosialisasikan kegiatan pembuatan Septic tank dan kloset serta instalasinya. Selain sosialisasi kegiatan, disana juga dijelaskan teknis pelaksanaan pembuatan fasilitas sanitasi dan swadaya yang harus disiapkan untuk tenaga tukangnya karena dana CSR sebesar 2 juta rupiah untuk satu rumah penggunaannya hanya boleh untuk pembelian material, sementara tenaga tukangnya dari swadaya masyarakat penerima manfaat.

Selain hal di atas, dijelaskan juga terkait waktu pelaksanaan dan tentunya ada komitmen warga penerima manfaat untuk senantiasa merawat bangunan tersebut, sebab bagaimanapun juga meski bangunan ada dilokasi rumah pribadi warga dan dimanfaatkan sepenuhnya oleh mereka, tetap saja itu merupakan aset desa yang harus dijaga dan dirawat supaya bermanfaat lebih lama.

Walaupun proses kegiatan sudah dimulai pada akhir 2020 namun pelaksanaan pembuatan instalasi sanitasi tersebut baru terealisasi pertengahan Juli 2021 yang diawali dengan proses penyusunan proposal dan setelah disetujui maka diadakan pencairan dana CSR yang ditransfer ke rekening Pokmas yang selanjutnya oleh Pokmas digunakan untuk pembelanjaan material. Material dikirim dari toko ke masing-masing penerima manfaat. Setelah material diterima, warga melaksanakan kegiatan konstruksi baik dilakukan oleh penerima manfaat itu sendiri maupun menggunakan jasa tukang dengan biaya dari swadaya.

Dengan adanya CSR dari Bank Jateng berupa pembuatan Instalasi Sanitasi untuk warga masyarakat, harapannya lingkungan akan lebih baik dari segi kualitas pengelolaan limbah padat dan warga juga merasa senang karena sudah memiliki fasilitas BAB pribadi di dalam rumah sehingga tidak perlu keluar rumah ketika BAB khususnya pada malam hari.

Harapannya kegiatan ini bisa berlanjut karena memang masih banyak warga yang belum memiliki fasilitas BAB sendiri sehingga harus ke sungai atau kolam. Sementara dari pihak desa melalui dana desa (DD) juga menganggarkan setiap tahunnya untuk kegiatan pembangunan instalasi sanitasi meskipun jumlahnya tidak banyak.

Semoga permasalahan sanitasi ini dapat tertangani 100 persen dalam 1-2 tahun kedepan sehingga indikator kumuh di bidang sanitasi sudah tidak ada lagi khususnya di Desa Pancurwening Kabupaten Wonosobo dan tidak ada lagi warga yang BAB di sungai atau saluran dan kolam di luar rumah.[Jateng]

 

 


Penulis: Eko Prihatno, Fasilitator Sosial Kabupaten Wonosobo
Program Kotaku Provinsi Jawa Tengah

 


Editor: EPN

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Warta

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.