Beranda Warta Artikel Ini Makna Lesson Learned Kotaku

Ini Makna Lesson Learned Kotaku

Program Kotaku Kotaku Jawa Tengah Jateng Kabupaten Sragen Sragen Best Practice Lesson Learned Comments (1) View (1469)

Program Kotaku mengenal istilah “Best Practice” dan ada juga “Lesson Learned”. Kedua istilah tersebut hampir mirip, tapi mempunyai makna yang berbeda meskipun saling berkaitan.

Menurut Pearl Zhu, yang lebih dari 25 tahun berpengalaman kerja teknis dan bisnis dalam perencaan strategis, teknologi informasi, pengembangan perangkat lunak dan lainnya mendefinisikan, Best Practice atau Praktik Terbaik adalah seperangkat pedoman, etika, atau gagasan yang mewakili cara terbaik dalam melakukan sesuatu. Apakah Anda pernah melakukannya sebelumnya atau tidak, orang lain telah melakukannya dan mereka memiliki beberapa pemikiran tentang cara menanganinya.

Sedangkan Lesson Learned atau Pelajaran yang Didapat adalah yang Anda pelajari dari metode yang mereka gunakan untuk berhasil. Ini adalah apa yang Anda pelajari dengan menyelesaikan proyek atau kegiatan, pemikiran, ide, dan tindakan. Ini dapat ditambahkan ke daftar praktik terbaik Anda untuk situasi berikutnya.

Best Practice adalah cara yang disarankan untuk melakukan sesuatu, dan Lesson Learned adalah alat untuk menyesuaikan Best Practice itu ke proyek atau kegiatan Anda berdasarkan pengalaman masa lalu dengan proyek atau kegiatan serupa. Best Practice bisa jadi hasil dari pelajaran, tapi Best Practice bisa diambil dari investigasi di pasar, dokumentasi, dan masih banyak lagi.

Best Practice adalah sesuatu yang harus Anda lakukan, tetapi Lesson Learned membantu Anda mempelajari apa yang tidak boleh dilakukan dan membuat proyek atau kegiatan Anda menonjol. Best Practice adalah sesuatu yang dilakukan atau memenuhi harapan dengan cara yang positif, dan Lesson Learned adalah sesuatu yang mungkin tidak sesuai dengan harapan (negatif) dan jika seseorang dapat mengulang, seseorang akan mempelajari pelajaran dan melakukan cara lain.

Best Practice adalah cara terbaik yang diketahui saat ini, ini positif untuk proyek atau kegiatan Anda, karena membantu memenuhi tujuan proyek atau kegiatan Anda tepat waktu; sesuai anggaran dan dengan kualitas tinggi. Tapi jangan lupa untuk menggunakan Lesson Learned untuk mengubah sesuatu yang Anda dapatkan sebagai Best Practice karena mungkin karena keadaan itu bukan lagi Best Practice bagi Anda. Untuk alasan apapun, atau pengecualian, jangan menganggap Best Practice sebagai kebenaran mutlak.

Lesson Learned dalam konteks dan ditemukan dapat diterapkan dalam situasi serupa adalah apa yang menjadi Best Practice. Best Practice dengan Lesson Learned memastikan keberhasilan proyek atau kegiatan Anda.

Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan, Lesson Learned adalah suatu proses pembelajaran dari proyek atau kegiatan yang dilakukan. Banyak keuntungan yang didapatkan dari sebuah Lesson Learned. Di antaranya; belajar dari kesalahan yang pernah dilakukan, mengulangi good practice atau hasil yang baik, menghindari atau mencegah bad practice atau bad experience terulang kembali, memitigasi risiko yang sama untuk muncul di proyek atau kegiatan yang baru. Selain itu, mempunyai pendekatan konsisten untuk penyelesaian isu-isu proyek atau kegiatan, dapat menduplikasi proses yang dengan lebih baik, serta katalis untuk mempercepat proses pembelajaran personal ataupun organisasi.

Jika berbicara mengenai sebuah fase proyek atau kegiatan, Lesson Learned dapat terjadi di setiap aktivitas, di setiap fase proyek atau kegiatan. Dari mulai fase initiation, planning, execution, monitoring-control, sampai dengan closure. Seringkali dipahami dengan salah bahwa proses membuat atau mendapatkan Lesson Learned itu dilakukan di akhir proyek atau kegiatan. Proses ideal dari menuliskan atau mencatat Lesson Learned adalah setiap terjadinya kegiatan. Hal ini sangat baik karena pada saat itu, ingatan, catatan dan detail informasi yang dapat dicatatkan sangatlah detail dan terhindar dari bias. Selain itu, dengan menuliskan atau mengumpulkannya secara berkala akan terhindar dari missing link information, karena orang yang resign dari proyek atau kegiatan tersebut.

Adapun cara berikutnya adalah menuliskan Lesson Learned itu secara rutin, dapat harian, mingguan, atau bulanan. Pilihan berikutnya adalah melakukan pencatatan Lesson Learned itu di setiap fase proyek atau kegiatan. Pilihan terakhir yang paling buruk adalah membuatnya pada saat proyek atau kegiatan selesai.

Setiap orang dan fungsi dari organisasi pasti mempunyai Lesson Learned. Maka itu sangatlah penting untuk mengumpulkan Lesson Learned dari sebanyak mungkin orang yang terlibat di proyek atau kegiatan tersebut. Akan sangat baik jika Lesson Learned itu dibuat secara bottom-up, dari level yang paling bawah dan dikumpulkan setiap level organisasi.

Sebelum sebuah dokumen Lesson Learned dijadikan aset dokumen, sebaiknya dilakukan sesi diskusi terbuka dengan melibatkan beberapa personel kunci yang terlibat dalam rangkaian aktivitas tersebut. Kegiatan itu dapat dibagi menjadi beberapa sesi dengan topik bahasan dan peserta yang ditentukan. Dalam sesi tersebut, item Lesson Learned tersebut dibahas dan dimintakan pendapat atau tanggapannya.

Penting untuk menyimak pendapat dari peserta diskusi mengenai Lesson Leaned tersebut. Ini untuk menjadikan Lesson Learned tetap objektif, bukan subjektif.

Lesson Learned adalah sebuah dokumen yang didapatkan dari proses pembelajaran dari aktivitas yang dialami. Ini dapat didapatkan baik dari pengalaman yang dialami sendiri ataupun dari orang lain. Lesson Learned dapat dijadikan sebuah aset dokumen untuk proses pengembangan berkelanjutan individu maupun organisasi. Dokumen Lesson Learned adalah living document, yang harus dibuat objektif dan terverifikasi.

Pengalaman adalah guru terbaik, dan pengalaman terburuk mengajarkan pelajaran terbaik. Sepakat?[Jateng]

 


Penulis: Nugroho, Fasilitator Sosial Kabupaten Sragen
Program Kotaku Provinsi Jawa Tengah

 

 

Editor: EPN

1 Komentar


  1. Posted by nasbethan | Mar 9, 2022

    Lesson learned dalam bentuk kegiatannya seperti kegiatan evaluasi pada setiap tahap proyek yang kemudian bisa digunakan sebagai bahan untuk rancangan best practice yang terbaru berdasarkan catatan-catatan kekurangan yang ada di tahapan project. dalam bentuk formalnya apakah pernah ada dokumen Lesson Learned yang pernah diterbitkan? semisal dalam bentuk buku ataupun pedoman lainnya.????

Yang terkait

Kategori Warta

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.