Beranda Warta Berita Kolaborasi dan Sinergitas Solusi Beban Kumuh Gorontalo

Kolaborasi dan Sinergitas Solusi Beban Kumuh Gorontalo

Program Kotaku Kotaku Gorontalo Kumuh Kolaborasi Sinergitas Pemerintah Masyarakat LPM BKM Comments (0) View (138)

Program Kotaku menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kapasitas Daerah dalam rangka Percepatan Penanganan Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh di Kota Gorontalo. Mengacu pada UU No.01 Tahun 2011/PP No.14 Tahun 2016 dan amanat Peraturan Menteri PUPR No.14, pemerintah daerah perlu menyusun rencana kebijakan tentang pencegahan dan peningkatan kualitas kawasan kumuh.

Tujuan pelaksanaan workshop peningkatan kapasitas daerah dalam rangka percepatan penanganan perumahan kumuh dan permukiman kumuh di Kota Gorontalo adalah untuk memperkuat kapasitas dan peran pemerintah Kota Gorontalo sebagai pemrakarsa utama. Dalam konteks kolaborasi, pemerintah daerah sebagai nakhodanya sekaligus meningkatkan komitmen bersama dan strategi dalam perumusan kebijakan yang telah ditetapkan. Memperkuat dan menyempurnakan konsep rencana penataan kawasan yang dituangkan dalam Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh (RPKPKPK). Membuat desain dan strategi yang di dalamnya memuat kegiatan yang kolaboratif, baik anggaran APBN, APBD provinsi, maupun APBD kota, dan sumber-sumber pembiayaan lainnya.

Workshop Peningkatan Kapasitas Daerah dalam rangka percepatan Penanganan Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumh di Kota Gorontalo dilaksanakan pada Senin, 29 November 2021, di sebuah hotel di Kota Gorontalo. Kadis Perkim Provinsi Gorontalo, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Gorontalo Kepala Bappeda Kota Gorontalo, dan Kadis perkim Kota Gorontalo hadir sebagai narasumber. Peserta workshop adalah OPD terkait, camat se-Kota Gorontalo, lurah, dan koordinator BKM, baik lokasi penanganan kumuh sesuai SK Wali Kota Gorontalo dan lokasi pencegahan dengan jumlah peserta sesuai undangan, 125 orang.

Kadis Perkim Kota Gorontalo Heru Zulkifli Thalib pada laporannya menyampaikan bahwa gambaran wilayah kumuh di Kota Gorontalo, sesuai SK Kumuh Tahun 2017 mencapai luas 225,27 hektare. Setelah dilakukan intervensi penataan kawasan maupun lingkungan, masih menyisahkan 41 ha di akhir 2020. Seiring dengan berakhirnya SK lama maka dilakukan kembali pendataan baseline dan ditemukanlah kawasan kumuh baru seluas 165 ha. Sehingga pada SK baru 2020 akumulasi dari kumuh lama dan tambahan temuan kumuh baru berdasarkan pendataan menjadi luas kumuh 206,7 ha.

"Sesuai target lima tahun ke depan kita akan melakukan pengurangan secara siknifikan luasan kawasan kumuh yang sudah teridentifikasi melalui serangkaian kebijakan dan strategi," kata Heru. Kebijakan yang akan diambil adalah pengembangan sistem pengendalian untuk sistem pencegahan dan peningkatan kualitas sarana dan prasarana bangunan hunian di kawasan-kawasan permukiman yang terduga kumuh maupun kawasan kumuh. Sedianya, ada peningkatan kolaborasi multisektor yang dapat mendukung upaya-upaya penanganan kumuh.

Faktor kunci lain adalah peningkatan peran kelembagaan dan kepeloporan masyarakat dalam pemanfaatan dan pemeliharaan, baik pada Skala Kawasan maupun Skala Lingkungan dalam mendorong partisipasi masayarakat. Menginisiasi memberikan penghargaan kepada pihak yang punya andil besar memberikan kontribusi dalam upaya mengurangi dan melakukan pencegahan kumuh yang ada di Kota Gorontalo. "Strategi ke depan, agar kita dapat mengurangi luasan-luasan kumuh sekaligus mencegah jangan ada kawasan kumuh baru," ujar Heru.

Sedianya akan dilakukan dua strategi; pencegahan kumuh, yang didominasi kegiatan-kegiatan non-fisik. Seperti pengawasan dan pengendalian dan pemberdayaan masyarakat. Peningkatan kualitas dilakukan melalui kegiatan fisik dalam bentuk penanganan seperti pemugaran, peremajaan, dan permukiman kembali serta pengelolaan untuk mempertahankan kualitas sarana yang telah dibangun. Kawasan di Kota Gorontalo terbagi atas tiga kategori: tidak kumuh, atau sudah pernah dilakukan intervensi, terduga kumuh—kemungkinan karena beberapa tahun belakangan tak sempat mendapat perhatian, sehingga diduga kumuh kembali.

Dan kawasan kumuh, strateginya dilakukan pendekatan peningkatan kualitas, baik Skala Lingkungan maupun Skala Kawasan. Sesuai RPJMD target pengurangan kumuh yang dituangkan dalam Renstra Tahun 2020-2024, dari 206,7 ha pada 2021 ini ditargetkan dikurangi 24 persen. "Tahun 2022, kita kurangi 33 persen, Tahun 2023 36 persen, dan 2024 menyisahkan tujuh ha," kata Heru menambahkan

Sesuai target 2021 ini, telah diintervensi melalui APBN, APBD provinsi dan kota sebesar Rp 16.220.920.000. Tentunya dengan perhitungan di akhir tahun semua kegiatan akan mengintervensi pengurangan kumuh seluas 37 persen. Artinya, di akhir tahun ini sudah memberi kontribusi 13 persen lebih dari target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Wali Kota Gorontalo Marten Taha pada sambutannya menaruh perhatian pada hasil workshop kali ini; yakni kapasitas daerah, kapasitas dari pemerintah dan masyarakat. Bukan saja kapasitas pemerintah daerah akan tetapi kapasitas daerah, sebab darah itu terdiri dari pemerintah dan masyarakat. Khususnya, yang harus dilakukan dalam rangka memperbaiki lingkungan, kawasan permukiman, dan perumahan. "Ini sangat erat kaitannya dengan lingkungan hunian, yang berkaitan erat pulah pada pembinaan keluarga, dan penciptaan keluarga yang berkualitas, dan penciptaan generasi yang berkualitas," kata Marten.

Perlu fokus dan memberikan perhatian yang serius supaya permukiman kumuh dapat ditangani dengan baik. Pada kebijakan Pemerintah Kota Gorontalo yang telah dituangkan dalam RPJMD 2020-2024 yang juga bersumber dari RPJMN, pembangunan kota itu menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas kawasan permukiman.

Menurut Marten, tanggung jawab yang begitu besar dalam menuntaskan kawasan kumuh di Kota Gorontalo ini takkan dapat diselesaikan tanpa didukung sinergitas kolaborasi dari semua stakeholders: pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pelaku yang bergiat dalam menuntaskan penataan kawasan perumahan dan permukiman. Menata kawasan sama dengan menata kota, menata kota sama dengan menata republik ini.

Menjadi kesepakatan, agar di waktu yang akan datang tidak lagi tumbuh kawasan kumuh baru. Agar benar-benar Kota Gorontalo terhindar dari kota kawasan kumuh. Gorontalo sudah punya pengalaman yang cukup dalam upaya pengurangan dan pencegahan luasan kumuh ini. Tidak ada pemerintahan yang boleh bekerja sendiri, harus berkolaborasi dan bersinergi. "Saya dibantu dari pusat melalui balai jalan, sungai, balai permukiman. Demikian juga dari semua stakeholders yang ada, provinsi, kabupaten/kota, dan apalagi masyarakat, termasuk LPM dan BKM," cetus Marten.

Dukungan semua pihak diyakini betul Sang Wali Kota sebagai aset penting untuk menangani kumuh di Kota Gorontalo. "Saya berharap agar komitmen kolaborasi yang telah disepakati tetap dijaga agar makin banyak dalam gerakan mulia Kota Gorontalo menjadi Kota yang layak huni dan berkelanjutan," kata dia.

Di era pandemi, kemampuan pemerintah, baik pusat, maupun provinsi dan kabupaten/kota terhadap pembiayaan pembangunan makin sedikit; mengalami pengurangan yang signifikan, termasuk Gorontalo. Pilihan strategis adalah kolaborasi, sinergitas, agar agenda penataan kawasan kumuh Kota Gorontalo tidak terkendala dari pembiayaan baik pusat, provinsi, maupun kota. "Sehingga saya selalu mengingatkan; benahi kota, rumah kita bersama," ujar Marten.[Gorontalo]

 


Penulis: Mustar Musyahri, Sub-Prof Komunikasi OSP-8
Program Kotaku Provinsi Gorontalo

 


Editor: EPN

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Warta

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.