Beranda Warta Cerita Monev Pemda Sragen Jadi Kunci Sukses PKT

Monev Pemda Sragen Jadi Kunci Sukses PKT

Program Kotaku Kotaku Jawa Tengah Jateng Kabupaten Sragen Sragen PKT CFW MBR Pandemi COVID-19 Comments (0) View (110)

Sragen adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya terletak di Sragen, sekitar 30 km sebelah timur Kota Surakarta. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Grobogan di sebelah utara, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, di sebelah timur, Kabupaten Karanganyar di sebelah selatan, serta Kabupaten Boyolali di sebelah barat. Kabupaten ini dikenal dengan sebutan "Bumi Sukowati", nama yang digunakan sejak masa kekuasaan Kerajaan (kasunanan) Surakarta. Nama Sragen dipakai karena pusat pemerintahannya berada di Sragen.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 177/KPTS/M/2021 tanggal 19 Februari 2021, tentang Penetapan Lokasi dan Besaran Bantuan Kegiatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2021. Sragen merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang mendapatkan alokasi dana bantuan pemerintah Padat Karya Tunai (Cash for Work, CFW) melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Tahun Anggaran 2021.

Pada 2021 ini Kabupaten Sragen mendapatkan anggaran CFW sebesar Rp 2,4 miliar untuk delapan desa/kelurahan yang tersebar di Kecamatan Ngrampal dan Sragen. Kedelapan wilayah tersebut adalah Desa Bandung, Klandungan, Kebonromo, dan Desa Pilangsari di Kecamatan Ngrampal. Sedangkan di Kecamatan Sragen ada di Kelurahan Sragen Kulon, Nglorog, Sine, dan Kelurahan Karang Tengah, yang masing-masing mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 300 juta per kelurahan. Menanggapi bantuan yang diberikan pemerintah tersebut, Pemerintah Kabupaten Sragen sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui Program Kotaku.

Sebagai wujud dari rasa syukur, maka Pemerintah Kabupaten Sragen memberikan support terhadap pelaksanaan kegiatan CFW ini yang ditandai dengan adanya launching pelaksanaan program CFW oleh Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan disaksikan oleh Kepala BPPW Provinsi Jateng Cakranagara, OSP 2 Jateng 2, Kepala Dinas, OPD terkait, KSM, serta tenaga kerja CFW Program Kotaku beberapa waktu silam.

Sebagai bentuk dukungan dalam pelaksanaan kegiatan CFW di Kabupaten Sragen, maka Pemkab Sragen melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) bersama yang melibatkan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Sragen secara bertahap dan kontinu di ke-8 desa/kelurahan tersebut. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) dipimpin oleh Kasie Pengembangan Kawasan Permukiman Suparni yang didampingi Suparno, serta Tim Fasilitator Kotaku Kabupaten Sragen.

Kegiatan monitoring dan evaluasi atau yang sering dikenal dengan istilah monev mencakup mulai dari proses pengumpulan data realisasi kegiatan, pelaporan kegiatan, hingga penilaian dan evaluasi capaian kinerja.

Di sela-sela monitoring, Suparni juga menjelaskan kepada masyarakat bahwa kegiatan monev ini bertujuan untuk mengetahui pencapaian sasaran Program Kotaku yang telah ditetapkan dan melakukan perbaikan terhadap pelaksanaan program berdasarkan permasalahan yang dihadapi. Baik pada tahun berjalan, maupun sebagai masukan untuk program yang akan datang. Selain itu fungsi kegiatan monitoring ini untuk melihat pada apa yang sedang dilakukan, sementara evaluasi memeriksa apa yang sudah dicapai atau apa dampak yang sudah berhasil dibuat oleh masyarakat dalam sebuah program/kegiatan.

Dari hasil monev yang dilakukan Dinas Perkim bersama dengan Tim Kotaku Kabupaten Sragen, Tim Monev secara umum memberikan penilaian bahwa kegiatan CFW berjalan lancar dan sukses. Namun ada beberapa catatan dan masukan yang diberikan oleh tim Dinas Perkim untuk perbaikan dan finishing kegiatan yang dikerjakan di masing-masing desa/kelurahan.

Dalam setiap kegiatan monitoring dan evaluasi Askot Mandiri Kabupaten Sragen Sularno selalu menjelaskan kepada KSM selaku pelaksana kegiatan bahwa ada beberapa tujuan dari kegiatan CFW ini. Di antaranya memberikan bantuan tunai dalam bentuk upah tenaga kerja kepada masyarakat yang terdampak COVID-19 yang mengalami Putus Hubungan Kerja (PHK) dan masyarakat yang mengalami penurunan atau kehilangan pendapatan, memulihkan perekonomian masyarakat untuk mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi pascapandemi, terpeliharanya dan berfungsinya aset infrastruktur melalui pemeliharaan dan perbaikan yang dibangun Program Kotaku maupun program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) lainnya melalui swakelola masyarakat (BKM). Sularno juga menekankan kepada semua KSM di wilayah dampingan, bahwa kegiatan CFW ini harus benar-benar dilaksanakan tidak boleh keluar dari POS CFW yang berlaku.

Askot mandiri Kabupaten Sragen selalu meningatkan kepada tim fasilitator pendamping agar benar–benar memantau dan memastikan bahwa sasaran masyarakat penerima kegiatan CFW ini merupakan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau warga miskin yang terkena dampak pandemi COVID-19 yang tinggal di wilayah lokasi sasaran CFW, artinya masyarakat yang ikut bekerja dalam kegiatan CFW ini harus masyarakat setempat yang dibuktikan dengan KTP masing-masing pekerja dan didaftarkan dalam BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini dimaksudkan agar apabila suatu saat terjadi kecelakaan kerja yang tidak kita inginkan, mereka sudah tercover dalam asuransi BPJS ketenagakerjaan. Di akhir kegiatan monev Kasie Pengembangan Kawasan Permukiman Kabupaten Sragen sangat berharap di tahun mendatang Kabupaten Sragen kembali mendapat alokasi bantuan melalui Program Kotaku.[Jateng]

 

 

Penulis: Joni Baskoro, Fasilitator Sosial Kabupaten Sragen
Program Kotaku Provinsi Jawa Tengah

 


Editor: EPN

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Warta

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.