Beranda Warta Cerita Tengok Seno-Istri, Bila [Cuek] di Parit Nanas

Tengok Seno-Istri, Bila [Cuek] di Parit Nanas

Program Kotaku Kotaku Kalimantan Barat Kalbar Pontianak Parit Nanas Sampah Comments (0) View (448)

Tidaklah mudah berjuang untuk mengubah supaya menjadi lebih baik. Namun tidak juga mustahil karena semuanya bisa dilakukan jika ada niat yang kuat, tulus, dan ikhlas. Apalagi semata untuk kemaslahatan bersama dan mempunyai keinginan untuk selalu melakukan kerja untuk lingkungan menjadi tetap bersih.

Adalah sosok Seno, seorang warga RT 01 RW 17, Gang Takari, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak. Dia memiliki kebiasaan setiap pagi setelah salat Subuh pergi bersama sang istri membersihkan jalan sepanjang promenade dan Taman Parit Nanas. Aksi ini sudah dilakukan sejak tiga bulan silam, dan akan tetap berjalan dilakukan; disuruh atau tidak, dibayar atau tidak. Seno dan istrinya akan terus bergerak untuk membersihkan lingkungan sepanjang promenade dan Taman Parit Nanas.

Itu dilakukan karena rasa kepedulian sebagai warga yang bertanggung jawab dan tertanam rasa malu jika banyak warga yang berkunjung ke Parit Nanas. Sementara warganya, acuh dan membiarkan area kotor dan penuh sampah. Tentu, kesadaran yang dimiliki seorang Seno sangat luar biasa dari seorang warga biasa.

Yang dilakukan Seno dan istrinya adalah memberi keteladanan langsung tanpa niat pencitraan diri. Perbuatannya itulah yang dinilai lebih utama, ketimbang harus menyuruh, meminta orang lain berbuat hal yang sama. Bagi seorang Seno, pujian bukanlah tujuan. Sebab, melihat lingkungan bersih justru menjadi kebahagiaan yang tak bisa terbayarkan.

Bahkan saking inginnya menjaga kebersihan lingkungan Parit Nanas, beliau selalu memperhatikan jika ada pengunjung yang datang lalu membuang sampah sembarangan. Tak ada kata teguran yang terlontar. Seno langsung memungutnya, dan membuangnya ke tempat sampah. Apalagi, pemerintah daerah setempat sudah melengkapi areal ini dengan sarana tempat sampah. Agaknya Seno meyakini betul, kedisiplinan akan berbuah kenyamanan bila diterapkan di kawasan Parit Nanas. Termasuk menanggalkan acuh dalam merawat dan memeliharanya, dari yang paling sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya.

Pagi kemarin, Seno dan istrinya 'masih' melakukan hal yang sama. Memungut sampah, dan menempatkannya di tempat yang seharusnya. Kualitas amal sederhana yang sepatutnya mengundang asa senada. Bagaimana dengan Anda?[Kalbar]

 

 

 

 

Penulis: Inayatullah, Tenaga Ahli Komunikasi OC-7
Program Kotaku Provinsi Kalimantan Barat

 


Editor: EPN

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Warta

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.