Beranda Warta Cerita Kesadaran Membangun Cibuntu ala Birlan

Kesadaran Membangun Cibuntu ala Birlan

Program Kotaku Kotaku Jawa Barat Jabar Bandung CFW KSM LPJ Sampah Comments (0) View (116)

Dalam pelaksanaan kegiatan CFW di Program Kotaku ini, Kelurahan Cibuntu adalah satu wilayah penerima manfaat dengan jenis kegiatan infrastruktur yaitu pemeliharaan jalan berkonstruksi paving block, sarana mandi cuci kakus (MCK), dan marka jalan. Selama perjalanan kegiatan CFW, KSM Baraya Sauyunan kompak dan solid, meskipun baru pertama terjun dalam kegiatan seperti ini. Maklum, Kelurahan Cibuntu adalah kelurahan kategori Non-SK Kumuh, sehingga sudah lama tidak mendapat bantuan dana sekitar lima tahunan. Selain ekonomi bergulir, BKM dan KSM setempat tak mengagendakan kegiatan apapun.

KSM Baraya Sauyunan dibentuk pada 3 Maret 2021, di Aula Kelurahan Cibuntu, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung. KSM ini diketuai Deden Suherman, dengan Sekretaris KSM Birlan, dan Bendahara KSM Effi. Selain mereka, masih ada sejumlah anggota dan penanggung jawab PKM.

KSM Baraya Sauyunan memiliki sosok sekretaris yang mampu menangani beragam kebutuhan kegiatan Cash for Work (CFW). Mulai dari pembuatan laporan pertanggungjawaban (LPJ) KSM, seperti pembukuan dan laporan keuangan yang lumayan berat untuk awam yang baru berpengalaman dalam kegiatan Padat Karya Tunai (PKT). Namun sang sekretaris kelahiran Bandung 41 tahun lampau itu mampu memfasilitasi kegiatan pembuatan LPJ KSM.

Di samping pernah berpengalaman di kantor akuntan publik, bapak tiga anak yang acap disapa Kang Birlan ini, juga aktif sebagai bendahara forum RW. Dalam keseharian, pemasok buah dan sayur ke hotel ternama di Kota Kembang itu juga memberdayakan masyarakat dalam pengolahan sampah, yang kerap menjadi persoalan permukiman. Dari soal sampah inilah, Kang Birlan optimistis sampah harus bisa menghasilkan bagi warga.

Keterlibatan dalam KSM menjadi hal baru buat seorang Birlan. Namun dari pengalaman ini, dia mengaku mendapatkan banyak sekali pembelajaran, seperti pembuatan LPJ CFW. Meskipun ribet, katanya, bila dikerjakan bersama-sama dengan dibimbing fasilitator Program Kotaku, akan terasa ringan. Lantaran itu, bergabung di KSM menjadi kebanggaan tersendiri. Sebab dari situlah, Birlan bisa membangun wilayahnya sendiri, maupun hingga ke tingkat kelurahan.

Kang Birlan berharap, Program Kotaku Kotaku tetap ada dan bisa memberikan bantuan lanjutan karena masih dibutuhkan masyarakat. Termasuk dia berharap, ada kegiatan sosial, semisal pengelolaan sampah organik yang sedang digalakkan di masyarakat, agar masyarakat sadar sampah bisa diolah dan menghasilkan uang tambahan. Setuju.[Jabar]

 

 

Penulis: Lien Herlyna, Fasilitator Sosial Tim 1 Kota Bandung
Program Kotaku Provinsi Jawa Barat

 

 

Editor: EPN

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Warta

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.