Beranda Warta Berita Intervensi di KMW 16 (2/2) Lebih Bersifat Individual

Intervensi di KMW 16 (2/2) Lebih Bersifat Individual

Comments (0) View (1042)

“KALAU toh bisa disebut sebagai sebuah intervensi, maka yang ada adalah lebih bersifat individual. Sedangkan intervensi yang bersifat konstitusional hingga saat ini belum terjadi,” demikian penjelasan Team Leader KMW 16 (2/2), Hari Prasetyo kepada Pusinfo saat ditanya berkaitan dengan policy rekruitmen Fasilitator di wilayahnya.

Selanjutnya Hari Prasetyo yang juga mantan Monev RM-2 (1/2) mengatakan, oleh karena intervensi hanya bersifat individual, maka beban pada pihak KMW 16 menjadi tidak terlalu berat dan lebih mudah menanggapinya. Disamping itu, pihak perorangan yang meminta rekomendasi, tidaklah menuntut berlebih, karena mereka sebenarnya juga telah menyadari nuansa transparansi yang harus diusung dalam rekruitmen Fasilitator ini harus benar-benar riil. “Dan, walaupun misalnya mereka menggunakan suatu kekuatan kelompok/institusi, pihak KMW pun merasa tidak menjadi suatu kesulitan karena perwakilan dari Pemda setempat juga dilibatkan dalam kepanitiaan bersama rekruitmen,” Hari Prasetyo menambahkan.

Prosedur penetapan kepanitiaan bersama, terang Hari Prasetyo, dilakukan atas dasar permintaan resmi (melalui surat resmi pula) dari Pihak KMW 16 yang ditujukan kepada Bupati/Walikota untuk menempatkan wakilnya di kepanitiaan bersama penerimaan calon Fasilitator. “Wakil  Pihak Pemda berasal dari TKPP yang berkedudukan sebagai Tim Penguji, bersama dengan pihak KMW di dalam proses seleksi Fasilitator tersebut, sehingga hasil seleksi ini diharapkan akan sangat obyektif  karena nilai diputuskan secara bersama pula,” terang Hari Prasetyo. “Dan, hampir dipastikan semua pihak akhirnya dapat menerima hasil tes kompetensi ini,” lanjutnya.

Disamping itu, sebelumnya pihak KMW juga melakukan sosialisasi perihal rekruitmen Fasilitator ini pada Pemda serta pihak-pihak lainnya, utamanya di dalam upaya memberikan pemahaman atas peran dan fungsi dari keberadaan seorang Fasilitator. Dan pada kesempatan itu juga dijelaskan tentang keberadaan Faskel pada P2KP adalah sangat krusial serta pararel dengan program pihak Pemda sendiri. Sehingga harus dipahami secara bersama bahwa keberhasilan peran Fasilitator P2KP akan menjadi suatu kemudahan bagi Pemda sendiri untuk dapat melanjutkan program ini pasca dampingan konsultan. Sehingga, sangat dibutuhkan Fasilitator-fasilitator yang handal, tangguh dan berkualitas yang hanya mungkin dihasilkan dari proses seleksi yang fair dan kompetitif.

Selain itu, Hari Prasetyo juga menjelaskan, total lamaran yang masuk untuk calon Fasilitator adalah 877 berkas dengan rincian yang berpengalaman pada P2KP adalah 197 berkas, sedangkan 680 berkas lainnya adalah non P2KP. Saat seleksi administrasi lolos sebanyak 243 orang yang kemudian dilanjutkan dengan Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Kompetensi yang hanya meloloskan 130 orang. Dari jumlah terakhir ini, proporsionalitasnya dibagi dalam 89 orang berasal dari P2KP sedangkan 41 orang lainnya adalah non P2KP.

Sesudah seleksi berlapis, calon Fasilitator akhir hanya akan disaring sebanyak 78 orang dengan asumsi cadangan 20%. Dan jumlah inilah yang berhak mengikuti Pelatihan Dasar Fasilitator yang akan diagendakan selama kurang lebih 8 hari pada 26 Nopember hingga 2 Desember 2004. Sedangkan untuk mobilisasi Faskel direncanakan pada 6 Desember 2004.                                                                                                                    

Ketika ditanya tentang strategi dalam upaya mengejar pemahaman substansi P2KP bagi Faskel yang berasal dari non P2KP, Hari mengatakan ada 3 hal, yaitu strategi pelatihan dasar, coaching secara khusus serta mobilisasi penempatannya. Diharapkan dari ketiga cara ini akan mampu menyejajarkan kemampuan yang seimbang diantara sesama Faskel baik yang telah berpengalaman di P2KP maupun yang belum.

Untuk wilayah KMW 16 sendiri memiliki 3 Korkot yang harus diakui juga mempunyai rentang wilayah cukup sulit dan terpencar yaitu mulai Lumajang, Jombang hingga Pulau Madura bahkan sampai Pulai Raas, Kabupaten Sumenep. Untuk itu, nantinya sangat diperlukan Tim-tim Faskel yang memiliki kemampuan bahasa dan kultur budaya setempat. Sedangkan untuk kegiatan monitoring dan evaluasi, mengingat tidak tersedianya fasilitas telekomunikasi, maka strategi yang akan dilakukan adalah dengan menggandeng Pemda setempat melalui Jaring Sistem Monev Bersama. Hal ini, menurut Hari Prasetyo, diambil dari pelajaran dan pengalaman lalu dalam menangani wilayah sasaran di Pulau Karimun Jawa (1/2) yang juga mempunyai karakteristik geografis sulit.

Ditanya mengenai peran Pemda, Hari menjelaskan rata-rata respon Pemda di wilayahnya sangat tinggi. Seperti yang terlihat pada respon Pemda Kabupaten Jombang yang pada APBD 2004 ini telah menyiapkan dana sebagai pendamping BLM sebesar 2 Milliar yang hingga kini belum terserap mengingat tahapan kegiatan P2KP belum dimulai (baru dimulai awal 2005). Rencananya, sesudah Idhul Fitri, pihak KMW 16 akan diundang untuk melakukan audensi dengan Pemda dan DPRD setempat guna memperjuangkan dana pendamping yang telah dianggarkan di tahun 2004 ini untuk dapat dianggarkan kembali pada APBD 2005. Untuk permasalahan lainnya seperti BOP TKPP, PJOK, rata-rata belum menjadi menjadi kendala berarti karena semuanya telah direalisir oleh Pemda masing-masing. (Heroe/Sarim; Yanti)                     

0 Komentar

Yang terkait

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.