Beranda Warta Cerita Percaya, Modal Langgeng Ekolir KSM Karanglewas

Percaya, Modal Langgeng Ekolir KSM Karanglewas

Program Kotaku Kotaku Jawa Tengah Jateng Kabupaten Banyumas Banyumas KSM UPK Ekolir Comments (0) View (40)

Kelurahan Karanglewas Lor Kecamatan Purwokerto Barat merupakan salah satu lokasi sasaran P2KP tahap 2 tahun 2005 di Kabupaten Banyumas. Tahapan kegiatan yang dilaksanakan saat itu mulai dari kegiatan sosialisasi hingga penyusunan PJM Pronangkis (Perencanaan Jangka Menengah Program Penanggulangan Kemiskinan) dengan melibatkan masyarakat selaku relawan yang menjalankan kegiatan, dirasakan sangat panjang. Seringkali terucap “kumpulan maning, kumpulan maning” dari warga yang sudah tak sabar menanti manfaat apa yang akan didapat. Namun pada akhirnya, masyarakat dapat merasakan manfaat yang diberikan oleh pemerintah sebagai alat pembelajaran masyarakat dalam mengatasi persoalan kemiskinan di wilayahnya, sesuai dengan rencana kegiatan penanggulangan kemiskinan yang sudah mereka susun, dana yang ada digunakan untuk memperbaiki infrastruktur, pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan pinjaman bergulir untuk perbaikan ekonomi masyarakat.

Adalah KSM Bina Karya yang masih eksis hingga saat ini dan menjadi KSM ekonomi bergulir tertua di BKM Usaha Karya. Terbentuk pada tahun 2006 yang diketuai Robiyati. Kala itu beranggotakan 10 orang, dengan pinjaman masing-masing anggota Rp. 300.000,- sampai dengan Rp. 500.000,- dengan jasa 1,5%. Setiap minggu, dihari sabtu seluruh anggota KSM berkumpul untuk mengumpulkan angsuran yang akan dibayarkan kepada UPK, dengan cara meng-angsur setiap minggu pinjaman KSM selesai dalam jangka waktu tiga bulan.

Selesai pinjaman pertama, KSM Bina Karya kembali mengakses pinjaman bergulir, dan sebagai reward kepada seluruh anggota KSM, UPK memberikan kenaikan jumlah pinjaman yang disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing anggota. Jangka waktu pinjaman KSM pun menjadi lebih panjang, yaitu 10 bulan. Pengurus KSM tetap menerapkan pertemuan rutin yang wajib dihadiri oleh seluruh anggota. Kegiatan KSM pun bertambah, tidak hanya sekedar menyalurkan pinjaman saja, namun menerima tabungan anggota yang dititipkan kepada UPK. Sebagai bentuk transparansi kepada anggotanya, pengurus KSM Bina Karya memiliki buku catatan yang bisa dilihat oleh anggota saat pertemuan rutin.

Saat ini usia KSM Bina Karya sudah 15 tahun, banyak pelajaran yang mereka dapatkan untuk dijadikan pelajaran dalam berkelompok. Perjalanan KSM Bina Karya dalam menjalankan kegiatan pinjaman bergulir tidaklah mulus, walaupun sistem tanggungrenteng sudah diterapkan, terkadang masih saja ada permasalahan yang timbul dari anggota. Namun pengurus KSM tidak kehabisan akal untuk mengatasi anggota yang nakal. Berkat pertemuan rutin yang selalu dijalankan ditambah kekompakan anggota kelompok, maka anggota KSM yang tidak patuh pada aturan yang telah disepakati bersama akan mundur dengan sendirinya, dan tetap membayar sisa angsuran yang dimilikinya.

Dengan berkembangnya KSM maka bertambah pula anggotanya, maka untuk memudahkan pengawasan dan kordinasi pengurus KSM menunjuk penanggung jawab di masing-masing RT. Dalam mejalankan kegiatannya KSM sudah secara mandiri mengelola uang kas untuk kebutuhan kelompok. Dari uang kas tersebut mereka bisa berekreasi bersama, membuat baju seragam bahkan memberikan bingkisan lebaran kepada seluruh anggota KSM. Hal ini dilakukan untuk memberikan semangat dan motivasi kepada anggota dalam menjalankan usahanya masing-masing. Apa yang dijalankan oleh KSM Bina Karya merupakan upaya untuk memupuk solidaritas anggota dan kepercayaan dari pihak luar, khususnya UPK BKM Karya Usaha. Atas prestasinya itu, kini KSM Bina Karya dipercaya oleh UPK untuk dapat pinjaman sebesar Rp 4-5 juta per orangnya.

Nyata sudah bahwa disiplin sejak awal dalam menjalankan aturan bersama menjadi hal penting dalam pengelolaan kelompok. Saling percaya dan transparansi antarpengurus KSM kepada anggota dan masyarakat adalah kunci dalam memelihara hubungan kerja sama. Dan kesukarelaan pengurus KSM dan keterlibatan anggota kelompok secara aktif dapat meminimalisasi konflik internal.[Jateng]

 


Penulis: Devie Yuliastuti, Fasilitator Sosial Kabupaten Banyumas
Program Kotaku Provinsi Jawa Tengah

 


Editor: EPN

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Warta

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.