Beranda Warta Berita Bank Dunia Apresiasi Perubahan Kawasan Ketapang

Bank Dunia Apresiasi Perubahan Kawasan Ketapang

Berita Program Kotaku Skala Kawasan Kawasan Ketapang Banten Kolaborasi Tangerang Comments (0) View (518)

Direktur Pelaksana Bank Dunia (Managing Director of The World Bank) Mari Elka Pangestu  memberikan apresiasi kepada Pemkab Tangerang  yang berkolaborasi dalam penataan dan pengembangan kawasan pesisir di Ketapang. Hal itu disampaikannya saat mengunjungi lokasi Skala Kawasan Pesisir Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, pada Rabu (19/1). Menurut Mari, pembangunan tidak cukup hanya fisik saja. Tantangan ke depan adalah bagaimana melakukan pemberdayaan masyarakat, agar nelayan di sekitar pesisir bisa menjadi mapan dan mandiri, pendapatan bertambah dengan meningkatkan kualitas kapal dan peralatan yang diperlukan. Kekhasan kuliner Mauk juga perlu disosialisasikan ke berbagai pihak, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Diharapkan ke depannya Mauk bisa menjadi tempat yang Instagrammable, sehingga bisa menarik sektor pariwisata.

Kunjungan tersebut diikuti, antara lain oleh pihak Tim Bank Dunia untuk Indonesia, Kasubdit Wilayah II Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman DJCK  Soelistianing Kusumawati dan Wakil Kepala Project Management Unit (PMU) NSUP dan NUSP-2 Mita Dwi Aprini mewakili Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (PPW) Banten, para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tangerang, Tim Kotaku dari KMP, OC dan Korkot Kabupaten Tangerang.

Pada kesempatan yang sama, Kasubdit Wilayah II Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman DJCK Soelistianing Kusumawati juga mengapresiasi upaya kolaborasi yang sudah dilakukan oleh pemda dengan berbagai pihak dalam menata kawasannya. Ia berpesan agar hasil pembangunan dijaga dan dipelihara agar umur bangunan lebih awet lestari, sehingga bermanfaat lebih lama bagi masyarakat sekitarnya.

Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menjelaskan kawasan Ketapang ini dulunya adalah kawasan kumuh dan tidak terawat. Pembangunan dan pembenahan Kawasan Mauk ini melibatkan banyak pihak dan sektor. Kolaborasi yang dilakukan adalah antara Pemkab Tangerang, Pemprov Banten dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) reguler dalam kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Integrasi membangun 71 unit rumah, pembangunan jalan dan drainase, pembangunan septic tank komunal, pengadaan dan pemasangan pipa air minum dan  kegiatan kolaborasi dengan Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Sarana Multigriya Finansial (SMF). Hasilnya, lokasi ini menjadi kawasan konservasi mangrove dan menjadi ekowisata Ketapang Aquaculture. [Banten]

Penulis: Kurnia Robi, Team Leader OC Kotaku Provinsi Banten

Editor: Vhany Medina/Nina Razad

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Warta

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.