Beranda Warta Cerita Kisah CFW Kebumen, di Masa Itu

Kisah CFW Kebumen, di Masa Itu

Program Kotaku Kotaku Jawa Tengah Jateng Kabupaten Kebumen Kebumen CFW Comments (0) View (107)

Kegiatan Cash For Work (CFW) merupakan kegiatan yang salah satunya didasari karena adanya pandemi corona yang melanda sejak tahun 2020 silam. Dampak dari pamdemi ini sangat terasa bagi masyarakat hampir di segala bidang dan sektor. Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaannya karena di PHK atau wirausaha yang omset pendapatannya menurun drastis sehingga harus mendapatkan tambahan pekerjaan guna memenuhi kebutuhan pokok hidupnya sehari-hari.

CWF melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) merupakan salah satu solusi pemerintah untuk mencoba sedikit memberikan bantuan menangani hal tersebut. Dalam konsep kegiatan ini pemerintah memang tidak berfokus pada angka dalam rangka pengurangan wilayah kumuh akan tetapi lebih kepada bagaimana masyarakat dapat memperoleh pendapatan tambahan dan fasilitas infrastruktur masyarakat dapat dipelihara dengan baik sehingga alokasi dana sejumlah Rp 300 juta, yang diterima masing-masing desa atau kelurahan memiliki prosentase terbesar untuk tenaga kerja dan kemudian di urutan kedua baru untuk alokasi material.

Di kebumen ada sepuluh (10) lokasi desa dan atau kelurahan yang dapat mengakses dana CFW tahun 2021 tersebut yaitu : Panjatan, Jatiluhur, Wonokriyo, Kedungpuji, Klopogodo, Kutosari, Kawedusan, Bandung, Adikarso dan Kalibagor. Pelaksanaan di masing-masing wilayah rata-rata dilakukan dari pertengahan April sampai dengan awal Juni. Adanya program CFW pada saat itu sangat disambut antusias oleh berbagai pihak karena selain adanya dana perawatan untuk infrastruktur mereka yang sudah  mulai rusak atau tidak berfungsi maksimal, akan tetapi juga ada pendapatan tambahan untuk menyambut bulan Ramadhan dan idul fitri yang pada umumnya pengeluaran rumah tangga pada saat itu meningkat.

Manfaat dari adanya kegiatan CFW tidak hanya dirasakan pada saat kegiatan tersebut berlangsung akan tetapi sampai saat ini dengan adanya perbaikan atau pemeliharaan dari infrastruktur yang ditangani banyak memberikan dampak secara fisik dan non-fisik. Antara lain aliran air drainase kembali lancar, jalan yang tadinya banyak titik-titik rusak tidak lagi membahayakan bagi pengguna jalan, lingkungan lebih terlihat rapi dan sehat karena adanya perbaikan di titik-titik kerusakan baik drainase maupun jalan. Selain itu, jalan yang baik dapat semakin melancarkan perjalanan para penjual keliling yang mengakses jalan tersebut, sehingga pelayanan jasa kepada para konsumen semakin baik.[Jateng]

 

 

Penulis: Hikmah Nur Aini, Fasilitator Ekonomi Kabupaten Kebumen
Program Kotaku Provinsi Jawa Tengah

 

 

Editor: EPN

0 Komentar

Yang terkait

Kategori Warta

 

    Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi:
    kotaku.nasional@gmail.com

    Ketentuan pengiriman Tulisan :
    1. Berformat document Ms Word (.doc, .docx) disertai foto dan keterangan foto.
    2. Foto sebaiknya berformat .jpg, jpeg, .png atau .tiff. resolusi minimal 1024px x 768px.
    3. Foto dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen).
    4. Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

    Apabila sudah terdaftar sebagai member website KOTAKU, Anda bisa langsung mengirim Tulisan dengan klik Kirim Warta .

    Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di website ini.