Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Warta
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeWartaCeritaKelurahan Sukun, Wilayah Padat Tertata yang Ramah Anak
Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web KOTAKU. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web KOTAKU.
Malang, 13 Juni 2017
Kelurahan Sukun, Wilayah Padat Tertata yang Ramah Anak


Oleh:
Rakhmat Hidayat
TA Training
OSP 6 Provinsi Jawa Timur
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)

Kelurahan Sukun merupakan bagian dari Kecamatan Sukun Kota Malang yang mempunyai luas wilayah 137.006 Hektare, di Koordinat Bujur: 112.631004, Koordinat Lintang : -7.990798, berada di ketinggian 100 meter di atas Permukaan Laut, dengan jumlah penduduk 18.742 jiwa, terdiri atas 9.037 laki-laki dan 9.705 perempuan, setara dengan 4.419 Kepala Keluarga (KK). Secara administrasi, Kelurahan Sukun memiliki 9 RW dan 110 RT, serta memiliki lembaga yang bergerak dalam bidang ekonomi, yaitu BKM Sukun Jaya serta LPMK, yakni lembaga yang mewadahi pemberdayaan masyarakat baik di bidang pembangunan, sosial maupun ekonomi.

Kelurahan Sukun terletak di jalur utama Kota Malang, ke arah selatan menuju Kota/Kabupaten Blitar, sehingga aksesnya cukup mudah untuk dilalui. Kelurahan ini juga merupakan salah satu kelurahan yang dianggap sukses dalam mengelola lingkungan di Kota Malang. Seperti penataan lingkungan permukiman di bantaran sungai (di RW 06 Kelurahan Sukun) yang mendapat stimulan biaya dari program PLPBK, Kampung Terapi dan Kampung Ramah Anak (di RW 03 Kelurahan Sukun), dan predikat lainnya, antara lain, Kampung Toga dan Kampung Pengolahan Komposter.

Rasa kebersamaan dan kreativitas serta inovasi warga kelurahan sukun layak diapresiasi, sehingga banyak yang beranggapan kampung ini layak sebagai tujuan wisata. Hal ini karena adanya peningkatan partisipasi masyarakat yang didukung oleh peran aparatur pemerintahan kelurahan melayani masyarakat dalam pembangunan, sehingga terbentuk keterpaduan harmonis. Sebagaimana diungkapkan oleh Lurah Sukun Bambang Widjajanto. “Kalau hanya peningkatan kualitas aparatur, masyarakat akan merasa tidak terlibat apa pun. Padahal kalau masyarakat terlibat dalam proses pembangunan, hasilnya akan sangat luar biasa, seperti yang bisa dirasakan saat ini,” katanya.

PLPBK di Kelurahan Sukun

Pelaksanaan kegiatan Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) di Kelurahan Sukun dimulai pada tahun 2014. Ini tidak terlepas dari tangan dingin sang Koordinator BKM “Sukun Jaya” Arif Adi Rendra, yang juga sebagai ketua LPMK Sukun dan Ketua HIPPAM Kota Malang. Tidak sedikit support yang diberikan, mulai tahap sosialisasi, perencanaan sampai pada pelaksanaan kegiatannya.

Banyak tantangan yang harus dihadapi dalam melaksanakan kegiatan PLPBK di Kelurahan Sukun dalam menata kawasan permukiman, terutama menata rumah yang tepat berada di bantaran sungai, karena harus merelakan sebagian bangunan untuk dibongkar dan dimundurkan beberapa meter dari bibir sungai. Pasalnya, warga bersangkutan pemilik bangunan yang “terkena” dampak, meminta ganti rugi. Butuh waktu cukup lama untuk memberikan pengertian dan pemahaman kepada pemilik rumah. Terhitung, sekitar 23 bangunan terdampak aturan tersebut. Namun, berkat kesabaran dan energi besar dikerahkan semua pihak, baik BKM bersama TIPP, hal ini dapat diselesaikan meskipun membutuhkan waktu cukup lama.

Akhirnya kerja keras selama ini membuahkan hasil baik. Kepemimpinan Koordinator BKM yang tidak jemu memasarkan dokumen perencanaan ke berbagai pihak, baik ke pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dan juga kepada pihak swasta, juga membawa banyak bantuan mengalir ke kawasan ini.

Kampung Ramah Anak

Ide-ide kreatif dan inovatif dalam merencanakan kampung menular ke kawasan lain di wilayah Kelurahan Sukun. Di RW 07, misalnya, diwujudkan wilayah ramah anak. Konsepnya adalah memanfaatkan sepanjang jalan di RW 07 sebagai tempat belajar dan bermain anak usia sekolah, mulai dari PAUD hingga SMU, disertai pemberian beberapa fasilitas pendukung, seperti perpustakaan mini, area bermain, wifi area, dan lain-lain. Di sepanjang jalan di wilayah tersebut diberi lukisan binatang, tokoh kartun dan lain-lain, sehingga anak-anak bisa berekspresi dan berkreasi serta belajar dalam suasana yang nyaman. [Jatim]

Dokumentasi lainnya:

Editor: Nina Razad

(dibaca 326)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Cerita | Arsip Cerita | Print
Jl. Penjernihan I No 19 F1,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 2141, akses halaman: 2304,
pengunjung online: 173, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank