Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Warta
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeWartaBeritaKolaborasi Harus Jadi Perilaku Bukan Sekadar Jargon
Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web KOTAKU. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web KOTAKU.
Bogor, 14 Juni 2017
Kolaborasi Harus Jadi Perilaku Bukan Sekadar Jargon


Oleh:
Iroh Rohayati Fatah
TA Komunikasi Massa dan PR
KMP wilayah 2
Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)

Target kita untuk mencapai nol hektar kumuh pada tahun 2019 tinggal 2,5 tahun lagi. Guna mencapai target tersebut, Kepala Satker PKPBM Mita Dwi Aprini, diperlukan komitmen bersama. Antara lain, Tim OSP harus menjadi satu kesatuan dari Tim Korkot dan Tim Fasilitator. Selain itu, menurut Satker yang sangat dekat dengan tim konsultan ini data-data di lapangan perlu diperbaiki, dan “Kolaborasi” harus menjadi perilaku, bukan hanya sekadar jargon.

“Tantangannya adalah para pendamping juga harus memperluas jaringan supaya bisa mewujudkan kolaborasi yang riil. Jangan sampai lupa, yang terpenting bahwa dalam program ini harus mengetengahkan transparansi dan akuntabilitas,” tegas Mita saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Pelaku Korkot dan Pemandu Nasional, di Padjadjaran Suites Hotel, Bogor, pada Senin, 12 Juni 2017. Peserta berasal dari 10 provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Papua, Aceh, Papua Barat, Jambi, Sumatera Barat, dengan jumlah peserta 147 orang.

Pada kesempatan yang sama, Sonny H Kusumah dari Tim Advisory menjelaskan bahwa yang harus diingat Korkot dan Pemandu Nasional adalah pendamping. Dan, sejatinya pendamping tentu tidak menginginkan yang didampinginya, yakni Pemda dan masyarakat, masuk ke dalam “jurang”. “Artinya, teman-teman Korkot dan Pemandu Nasional mesti menjadi pendamping yang baik,” tegasnya.

Terkait dengan peningkatan kapasitas ini, Dikdik Herdiana dari Tim Advisory juga mengatakan, Korkot dan Pemandu Nasional harus mulai belajar mengelola pengetahuan supaya bisa menjadi pembelajaran pihak lain. “Belajar mendokumentasikan praktik-praktik baik di lapangan. Dan, yang tidak boleh dilupakan Korkot adalah harus mampu merayu, atau dengan kata lain melakukan advokasi. Karena, kolaborasi tak bisa lepas dari kerja-kerja advokasi,” ujar Dikdik.

Dalam acara pembukaan berformat talkshow tersebut, hadir juga Tim Advisory lainnya, Ayi Sugandhi, Hari Prasetyo, dan Sonny H. Kusuma. Saat itu Ayi lebih menyoroti soal orientasi program, yang menurutnya tidak hanya untuk membangun infrastruktur, tapi juga kegiatan sosial dan ekonomi. Sedangkan Hari mengingatkan, Program KOTAKU itu output-based (berbasis keluaran), karena kegiatan yang dilakukan harus dapat diukur.

Peningkatan Kapasitas Pelaku (Gelombang I) yang akan digelar hingga 19 Juni 2017 ini bertujuan (1) meningkatkan pemahaman terkait pemutakhiran data Baseline 100-0-100 berdasarkan Permen No. 2 Tahun 2016, (2) meningkatkan pemahaman dan keterampilan terkait penguatan kelembagaan Pemda dan masyarakat serta sinkronisasi keduanya dalam kegiatan penanganan kumuh, (3) meningkatkan pemahaman dan keterampilan memfasilitasi memorandum program dan pelaksanaan kegiatan infrastruktur, dan (4) meningkatkan keterampilan memfasilitasi pelatihan Askot dan Fasilitator. [KMP-2]

Editor: Nina Razad 

(dibaca 213)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Berita | Arsip Berita | Print
Jl. Penjernihan I No 19 F1,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 1505, akses halaman: 1641,
pengunjung online: 63, waktu akses: 0,016 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank