Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Warta
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeWartaBeritaLokasi Dampingan PLPBK Kota Samarinda Kebakaran
Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web KOTAKU. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web KOTAKU.
Samarinda, 4 Juli 2017
Lokasi Dampingan PLPBK Kota Samarinda Kebakaran


Sebanyak 20 unit rumah di RT 32 Kelurahan Rawa Makmur, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, terbakar pada Senin, 3 Juli 2017, pukul 11.00 WITA. Kebakaran yang diduga akibat korslet listrik di salah satu rumah itu tidak menimbulkan korban jiwa, karena warga langsung menyelamatkan diri ke tempat-tempat yang sudah dipersiapkan sebagai titik kumpul bencana. Namun demikian, 68 jiwa (24 KK) kehilangan tempat tinggalnya.

Kelurahan Rawa Makmur merupakan salah satu kawasan prioritas Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) metropolis tahun 2014 PNPM Mandiri Perkotaan.  Dalam kebakaran ini, terdapat kegiatan PLPBK yang rusak, yakni jembatan titian sepanjang 30 m2, 10 unit WC individual, dan 13 unit saluran PDAM.

Menurut Urban Planner Specialist KMP KOTAKU wilayah 2 Maizil Jalaluddin, kejadian ini hendaknya menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Korsleting atau arus pendek, biasanya terjadi akibat penghuni rumah lengah, memasang sistem jaringan dan stop kontak baru di dalam rumah tapi tidak menggunakan kabel standar. Sehingga, ketika menggunakan listrik dalam waktu lama tanpa dimatikan, misalnya karena ditinggal mudik, berpeluang menyebabkan arus pendek penyebab kebakaran.

Oleh karena itu, lanjut Maizil, unit pemadam kebakaran komunitas menjadi sangat penting. Unit tersebut dapat melakukan kontrol berkala sistem jaringan listrik setiap rumah di lingkungannya. Begitupun dengan sosialisasi penyadaran warga, perlu dilakukan. Dalam hal ini Aturan Bersama amat perlu diimplementasikan agar dapat melakukan tindakan pencegahan bencana kebakaran.

Rencananya, hari ini, Selasa, 4 Juli 2017, Tim Pemda Samarinda dan Tim KOTAKU Kalimantan Timur akan mengunjungi Rawa Makmur, fokus ke lokasi musibah kebakaran. Diharapkan kunjungan itu dapat melahirkan perumusan solusi terbaik mengantisipasi musibah ke depannya. Tim KOTAKU akan mengusulkan Pemda segera melakukan pembangunan kembali dengan pola peremajaan. Dalam hal ini, Tim KOTAKU dapat berkontribusi dalam melakukan identifikasi kerugian, perencanaan, dan penyiapan warga terdampak dengan sumber pembiayaan dari Pemerintah Kota Samarinda. [Redaksi]

Dokumentasi lainnya:

Editor: Nina Razad

(dibaca 146)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Berita | Arsip Berita | Print
Jl. Penjernihan I No 19 F1,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 380, akses halaman: 433,
pengunjung online: 81, waktu akses: 0,031 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank