Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU)
Warta
,
Selamat datang di website KOTAKU.
HomeWartaKliping & Media WargaMelalui “KOTAKU & Kampung Wisata” BKM Warga Mulya Banjaran Raih BKM Terbaik Tingkat Nasional
Bagi rekan pelaku dan pemerhati KOTAKU yang ingin mengirimkan tulisan partisipatif, silakan kirim berita/artikel/cerita/feature terkait kegiatan KOTAKU ke Redaksi: Email Redaksi

Tulisan yang dikirim berformat document word (.doc) disertai foto dan keterangan foto. Foto sebaiknya berformat .jpg atau .bmp, dikirimkan via email dan dilampirkan terpisah dari dokumen tulisan (tidak di dalam dokumen). Font tulisan Times New Roman ukuran 12, spasi single, 1 - 2 layar atau maksimal 2.500 karakter (tanpa spasi).

Atau, dapat langsung dikirim melalui web (klik "kirim"), syaratnya, Anda sudah terdaftar sebagai member web KOTAKU. Selanjutnya, bila tulisan tersebut dianggap layak, maka tunggu tanggal tayangnya di web KOTAKU.
Bandung, 10 November 2017
Melalui “KOTAKU & Kampung Wisata” BKM Warga Mulya Banjaran Raih BKM Terbaik Tingkat Nasional


Disampaikan oleh:
Gunawan JN
Wartawan jayantaranews.com

Judul: Melalui “KOTAKU & Kampung Wisata” BKM Warga Mulya Banjaran Raih BKM Terbaik TK. Nasional

Sumber: www.jayantaranews.com

Edisi: Sabtu, 4 November 2017

Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh), merupakan program yang dilaksanakan secara nasional di 271 kota/kabupaten di 34 provinsi yang menjadi “Platform” atau basis penanganan kumuh yang mengintegrasikan berbagai sumber daya dan sumber pendanaan, termasuk dari Pemerintah Pusat, Provinsi, Kota/Kabupaten, pihak donor, swasta, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.

Penyerahan Simbolis Dana Program Penataan Kawasan Kumuh Bandung Seribu Kampung (Replikasi Program PLPBK) kepada perwakilan BKM/Bumdes di  9 desa oleh Bupati Bandung H. Dadang M. Naseer, S.H., S.Ip., M.Ip.

Selain dari pada itu, KOTAKU juga bermaksud membangun sistem yang terpadu untuk penanganan kumuh. Hal ini tentunya dibutuhkan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dan implementasinya mengedepankan partisipasi masyarakat. 

Bentuk Kolaborasi ini sudah ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung, yaitu dengan menyelenggarakan Program Penataan Kawasan Kumuh Bandung Seribu Kampung (Replikasi Program PLPBK) pada tahun 2017 di Desa Padaulun Kec. Majalaya, Desa Neglasari Kec, Banjaran, Desa Katapang dan Gandasari Kec. Katapang, Desa Cigondewah Hilir Kec. Margaasih, Desa Pulosari Kec. Pangalengan, Desa Karangtunggal Kec Paseh, Desa Pananjung Kec Cangkuang dan Desa Haurpuguh Kec. Rancaekek dengan total dana sebesar 6 Milyar.

Terlepas dari itu semua, perealisasian Program KOTAKU merupakan program yang dilaksanakan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dengan tujuan untuk membangun sistem terpadu bagi penanganan kumuh, yang tentunya melibatkan masyarakat dan seluruh elemen untuk kepentingan bersama.

Hal demikian sedang dan sudah dilaksanakan oleh BKM Wargamulya di Kampung Wangun, Desa Pasirmulya, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung

“Alhamdulillah, dengan dihadiri oleh Kementerian PUPR, Bupati Bandung dan Koordinator KOTAKU Kabupaten Bandung, BKM Warga Mulya telah dinobatkan sebagai BKM terbaik Tingkat Nasional,” ujar Nandang, selaku Koordinator BKM Warga Mulya, mengawali perbincangan dengan bangganya saat dikonfirmasi jayantaranews.com, Jum’at (3/11).

Penyematan Duta Wisata kepada Warga Kampung Wangun Oleh Bupati Bandung H. Dadang M. Naseer, S.H., S.Ip., M.Ip.

Kita telah berhasil mewujudkan dan membangun Kampung Wisata dengan memanfaatkan lahan permukiman yang representatif melalui Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh), imbuh Nandang.

Dia berharap, rekonsiliasi kolaborasi  Pemerintah Kabupaten Bandung dengan seluruh elemen masyarakat terus tetap berjalan, hal tersebut karena menjadi syarat percepatan dan pengimplementasian pembangunan yang merata, ucapnya diakhir obrolan. (Gunawan JN)

Dokumentasi lainnya:

Edit: Imas Siti Masyitoh (TA IC OC 4 Jawa Barat)

(dibaca 196)
KOMENTAR ANDA:
Kembali ke atas | Kirim komentar | Kirim Warta | Indeks Kliping & Media Warga | Arsip Kliping & Media Warga | Print
Jl. Penjernihan I No 19 F1,
Pejompongan Jakarta Pusat
Total pengunjung hari ini: 1908, akses halaman: 2451,
pengunjung online: 275, waktu akses: 0,016 detik.
Didukung oleh: World Bank & Islamic Development Bank